MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)
Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari
Direktur Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun dan rombongan manajemen Kalteng Pos saat mengunjungi koran terbesar di Jepang, Asahi Simbhun, Kamis (6/8) lalu. (ROHAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji Xerox, Ricoh, GS Yuasa, Konica dan masih ada banyak lagi perusahaan raksasa di Jepang. Mesin dengan teknologi mutakhir tersedia. Asahi Simbhun sebagai perusahaan media cetak terbesar di Jepang, memang terkena dampak dari semakin canggih dan mudahnya teknologi mengakses informasi berita. Tapi, bukan budaya mereka menyerah begitu saja. Mereka justru menghadapi gempuran itu. Mampu. Tetap mencetak jutaan koran setiap pagi dan sore.

ALBERT M SHOLEH, Palangka Raya

SIAPAPUN tentu ingin memiliki gadget (gawai) super canggih. Mudahnya mengakses informasi berita dari smartphone di genggaman tangan, bisa membuat siapa saja malas memegang koran. Apalagi membacanya. Tetapi, Jepang tidak mengenal budaya malas.

Berkunjung ke negeri matahari terbit, Jepang, menjadi kesempatan langka bagi direksi dan manajemen Kalteng Pos. Menimba ilmu ke Asahi Simbhun, koran terbesar di sana, pun tidak bisa dilakukan setiap saat. Pengalaman sangat berharga mengetahui cara Asahi Simbhun tetap eksis sampai saat ini.

Terus berkembangnya teknologi informasi memang berpengaruh bagi koran. Asahi Simbhun kini mencetak cuma 6,6 juta eksemplar setiap pagi dan 2,01 juta setiap sore. Jumlah itu turun 30 persen dari sebelumnya.

Namun, tingginya budaya baca dan hidup simpel yang serba cepat di Jepang, justru membuat bisnis koran terus langgeng. “Koran bisa dibaca di mana saja. Simpel. Cepat. Koran bisa dibuka dan dibaca kapan saja tanpa menunggu menyalakan gadget,” ucap Uono, Kepala Percetakan Asahi Printech kepada rombongan Kalteng Pos dipimpin Direktur HM Wahyudie F Dirun, Kamis (3/8) lalu. 

Tentu saja Asahi Simbhun yang sudah berusia 130 tahun itu tidak lantas pasrah begitu saja. Mereka punya cara. Terus membudayakan koran lebih memiliki nilai berita yang tidak bisa didapat khususnya dari informasi di media sosial.

Dua dara manis yang saat itu menerima rombongan Kalteng Pos, Saiki dan Okigawa juga menjelaskan kokohnya perusahaan media massa mereka. Asahi Simbhun memiliki 2.300 reporter yang bertugas tak sekadar meliput dan menulis berita. Dibagi pos masing-masing seperti politik, budaya, olahraga dan hiburan, juga didukung dengan penggunaan tinta ramah lingkungan (ISO 1401) untuk kualitas terbaik sebuah koran.

Banyak cara lainnya digunakan perusahaan media pemilik 7.400 karyawan tersebut. Untuk memancing pembaca koran cetak, Asahi Simbhun menerbitkan dan mengedarkan berita kilas, yang akan dilengkapi pada edisi cetak pagi maupun sore. Mencetak berita kilas berisikan kejadian luar biasa, tujuannya agar tidak ketinggalan dengan televisi dan radio maupun media online yang mereka juga mengelolanya.

Usai tanya jawab dan diskusi dipandu pemandu wisata sekaligus penerjemah, Yoko Kadomari, rombongan Kalteng Pos; Direktur HM Wahyudie F Dirun bersama Pemimpin Redaksi Albert M Sholeh, Manajer Keuangan Ady Cahyo, Manajer Pemasaran M Ismail, Manajer Umum Relly Ernawati, General Manager EO Rohansyah, H Suyanto, Wakil Manajer Keuangan Yushinta Dewi, Wakil Manajer Iklan Siti Fauziah, Direktur Palangka Ekspres Heronika Rahan, General Manager Palangka Ekspres Topan Nanyan dan Pemimpin Redaksi Prokal Abdillah diberi kesempatan keliling melihat proses cetak dengan mesin koran super canggih Asahi Printech di Kota Setagaya.

Sekilas mengetahui proses cetak sampai dua model distribusi via truk dan loper, menjadi oleh-oleh dari Negeri Sakura yang bisa dijadikan penambah motivasi dan semangat bekerja, seperti orang Jepang. (bersambung/nto)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .