MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)
Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari
Direktur Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun dan rombongan manajemen Kalteng Pos saat mengunjungi koran terbesar di Jepang, Asahi Simbhun, Kamis (6/8) lalu. (ROHAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji Xerox, Ricoh, GS Yuasa, Konica dan masih ada banyak lagi perusahaan raksasa di Jepang. Mesin dengan teknologi mutakhir tersedia. Asahi Simbhun sebagai perusahaan media cetak terbesar di Jepang, memang terkena dampak dari semakin canggih dan mudahnya teknologi mengakses informasi berita. Tapi, bukan budaya mereka menyerah begitu saja. Mereka justru menghadapi gempuran itu. Mampu. Tetap mencetak jutaan koran setiap pagi dan sore.

ALBERT M SHOLEH, Palangka Raya

SIAPAPUN tentu ingin memiliki gadget (gawai) super canggih. Mudahnya mengakses informasi berita dari smartphone di genggaman tangan, bisa membuat siapa saja malas memegang koran. Apalagi membacanya. Tetapi, Jepang tidak mengenal budaya malas.

Berkunjung ke negeri matahari terbit, Jepang, menjadi kesempatan langka bagi direksi dan manajemen Kalteng Pos. Menimba ilmu ke Asahi Simbhun, koran terbesar di sana, pun tidak bisa dilakukan setiap saat. Pengalaman sangat berharga mengetahui cara Asahi Simbhun tetap eksis sampai saat ini.

Terus berkembangnya teknologi informasi memang berpengaruh bagi koran. Asahi Simbhun kini mencetak cuma 6,6 juta eksemplar setiap pagi dan 2,01 juta setiap sore. Jumlah itu turun 30 persen dari sebelumnya.

Namun, tingginya budaya baca dan hidup simpel yang serba cepat di Jepang, justru membuat bisnis koran terus langgeng. “Koran bisa dibaca di mana saja. Simpel. Cepat. Koran bisa dibuka dan dibaca kapan saja tanpa menunggu menyalakan gadget,” ucap Uono, Kepala Percetakan Asahi Printech kepada rombongan Kalteng Pos dipimpin Direktur HM Wahyudie F Dirun, Kamis (3/8) lalu. 

Tentu saja Asahi Simbhun yang sudah berusia 130 tahun itu tidak lantas pasrah begitu saja. Mereka punya cara. Terus membudayakan koran lebih memiliki nilai berita yang tidak bisa didapat khususnya dari informasi di media sosial.

Dua dara manis yang saat itu menerima rombongan Kalteng Pos, Saiki dan Okigawa juga menjelaskan kokohnya perusahaan media massa mereka. Asahi Simbhun memiliki 2.300 reporter yang bertugas tak sekadar meliput dan menulis berita. Dibagi pos masing-masing seperti politik, budaya, olahraga dan hiburan, juga didukung dengan penggunaan tinta ramah lingkungan (ISO 1401) untuk kualitas terbaik sebuah koran.

Banyak cara lainnya digunakan perusahaan media pemilik 7.400 karyawan tersebut. Untuk memancing pembaca koran cetak, Asahi Simbhun menerbitkan dan mengedarkan berita kilas, yang akan dilengkapi pada edisi cetak pagi maupun sore. Mencetak berita kilas berisikan kejadian luar biasa, tujuannya agar tidak ketinggalan dengan televisi dan radio maupun media online yang mereka juga mengelolanya.

Usai tanya jawab dan diskusi dipandu pemandu wisata sekaligus penerjemah, Yoko Kadomari, rombongan Kalteng Pos; Direktur HM Wahyudie F Dirun bersama Pemimpin Redaksi Albert M Sholeh, Manajer Keuangan Ady Cahyo, Manajer Pemasaran M Ismail, Manajer Umum Relly Ernawati, General Manager EO Rohansyah, H Suyanto, Wakil Manajer Keuangan Yushinta Dewi, Wakil Manajer Iklan Siti Fauziah, Direktur Palangka Ekspres Heronika Rahan, General Manager Palangka Ekspres Topan Nanyan dan Pemimpin Redaksi Prokal Abdillah diberi kesempatan keliling melihat proses cetak dengan mesin koran super canggih Asahi Printech di Kota Setagaya.

Sekilas mengetahui proses cetak sampai dua model distribusi via truk dan loper, menjadi oleh-oleh dari Negeri Sakura yang bisa dijadikan penambah motivasi dan semangat bekerja, seperti orang Jepang. (bersambung/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .