MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)
Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari
Direktur Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun dan rombongan manajemen Kalteng Pos saat mengunjungi koran terbesar di Jepang, Asahi Simbhun, Kamis (6/8) lalu. (ROHAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji Xerox, Ricoh, GS Yuasa, Konica dan masih ada banyak lagi perusahaan raksasa di Jepang. Mesin dengan teknologi mutakhir tersedia. Asahi Simbhun sebagai perusahaan media cetak terbesar di Jepang, memang terkena dampak dari semakin canggih dan mudahnya teknologi mengakses informasi berita. Tapi, bukan budaya mereka menyerah begitu saja. Mereka justru menghadapi gempuran itu. Mampu. Tetap mencetak jutaan koran setiap pagi dan sore.

ALBERT M SHOLEH, Palangka Raya

SIAPAPUN tentu ingin memiliki gadget (gawai) super canggih. Mudahnya mengakses informasi berita dari smartphone di genggaman tangan, bisa membuat siapa saja malas memegang koran. Apalagi membacanya. Tetapi, Jepang tidak mengenal budaya malas.

Berkunjung ke negeri matahari terbit, Jepang, menjadi kesempatan langka bagi direksi dan manajemen Kalteng Pos. Menimba ilmu ke Asahi Simbhun, koran terbesar di sana, pun tidak bisa dilakukan setiap saat. Pengalaman sangat berharga mengetahui cara Asahi Simbhun tetap eksis sampai saat ini.

Terus berkembangnya teknologi informasi memang berpengaruh bagi koran. Asahi Simbhun kini mencetak cuma 6,6 juta eksemplar setiap pagi dan 2,01 juta setiap sore. Jumlah itu turun 30 persen dari sebelumnya.

Namun, tingginya budaya baca dan hidup simpel yang serba cepat di Jepang, justru membuat bisnis koran terus langgeng. “Koran bisa dibaca di mana saja. Simpel. Cepat. Koran bisa dibuka dan dibaca kapan saja tanpa menunggu menyalakan gadget,” ucap Uono, Kepala Percetakan Asahi Printech kepada rombongan Kalteng Pos dipimpin Direktur HM Wahyudie F Dirun, Kamis (3/8) lalu. 

Tentu saja Asahi Simbhun yang sudah berusia 130 tahun itu tidak lantas pasrah begitu saja. Mereka punya cara. Terus membudayakan koran lebih memiliki nilai berita yang tidak bisa didapat khususnya dari informasi di media sosial.

Dua dara manis yang saat itu menerima rombongan Kalteng Pos, Saiki dan Okigawa juga menjelaskan kokohnya perusahaan media massa mereka. Asahi Simbhun memiliki 2.300 reporter yang bertugas tak sekadar meliput dan menulis berita. Dibagi pos masing-masing seperti politik, budaya, olahraga dan hiburan, juga didukung dengan penggunaan tinta ramah lingkungan (ISO 1401) untuk kualitas terbaik sebuah koran.

Banyak cara lainnya digunakan perusahaan media pemilik 7.400 karyawan tersebut. Untuk memancing pembaca koran cetak, Asahi Simbhun menerbitkan dan mengedarkan berita kilas, yang akan dilengkapi pada edisi cetak pagi maupun sore. Mencetak berita kilas berisikan kejadian luar biasa, tujuannya agar tidak ketinggalan dengan televisi dan radio maupun media online yang mereka juga mengelolanya.

Usai tanya jawab dan diskusi dipandu pemandu wisata sekaligus penerjemah, Yoko Kadomari, rombongan Kalteng Pos; Direktur HM Wahyudie F Dirun bersama Pemimpin Redaksi Albert M Sholeh, Manajer Keuangan Ady Cahyo, Manajer Pemasaran M Ismail, Manajer Umum Relly Ernawati, General Manager EO Rohansyah, H Suyanto, Wakil Manajer Keuangan Yushinta Dewi, Wakil Manajer Iklan Siti Fauziah, Direktur Palangka Ekspres Heronika Rahan, General Manager Palangka Ekspres Topan Nanyan dan Pemimpin Redaksi Prokal Abdillah diberi kesempatan keliling melihat proses cetak dengan mesin koran super canggih Asahi Printech di Kota Setagaya.

Sekilas mengetahui proses cetak sampai dua model distribusi via truk dan loper, menjadi oleh-oleh dari Negeri Sakura yang bisa dijadikan penambah motivasi dan semangat bekerja, seperti orang Jepang. (bersambung/nto)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .