MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Senin, 07 Agustus 2017 13:59
Antisipasi Gizi Buruk, Pemkab Finalisasi Progam RADPG
Kepala Bappeda Kapuas, Yan Hendri Ale, saat memimpin pertemuan koordinasi finalisasi dokumen RADPG 2016-2020, bersama para pemangku kepentingan beberapa instansi serta lembaga swadaya masyarakat yang terlibat kampanye gizi nasional, IMAWH dan MCAI di Aula Bappeda Kapuas, pekan lalu. (SAS/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS - Permasalahan gizi buruk tentu hal yang sangat dihindari di setiap daerah. Kabupaten Kapuas menjadi kabupaten yang turut memperhatikan hal tersebut. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi gizi buruk bagi masyarakat.

Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi dengan Interchurch Medical Association (IMA) World Health (WH) didukung Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) untuk finalisasi dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) 2016-2020.

Itu dilakukan dengan para pemangku kepentingan dari pemerintah, PKBI Kalteng, LDP, dan Lembaga Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (LPAM), di kantor Bappeda Kabupaten Kapuas pada Jumat (4/8).

“Selain sebagai bukti keseriusan pemerintah, Dokumen RAD-PG, sangat penting bagi acuan penanganan gizi buruk dan stunting yang terjadi di

Menurut survey kesehatan dasar Tahun 2013 oleh Kemenkes RI, jumlah anak stunting di Kapuas, mencapai 45,2 persen. Sementara untuk keseluruhan Kalimantan Tengah menacapai 39,6 persen dan di tingkat nasional 37 persen. Diketahui juga dari 24,5 juta balita di Indonesia, sedikitnya 9,2 juta yang terdeteksi stunting.

“Stunting pada anak karena beberapa hal. Terbatas dan kurangnya ragam makanan yang diberikan. Ibunya kurang gizi, tidak ASI eksklusif, perilaku buang air besar di ruang terbuka, kurangnya ketersediaan pangan rumah tangga, dan lemahk dukungan kebijakan pemerintah,”  terang Yan. 

Dijelaskan, Pemkab Kapuas sejak awal Tahun 2016 bersama PKBI Kalteng, LPAM dan LDP, didukung IMA World Health yang bekerjasama dengan MCAI, sebenarnya telah menggodok dokumen RADPG. Hanya saja hingga kini, belum juga selesai.

Dia menilai RADPG penting bagi program penanganan gizi buruk yang menyambung dengan rencana di tingkat provinsi dan pusat, termasuk masalah penganggarannya.

Sementara itu, Direktur PKBI Kalteng Mirhan Muhammad, menilai kasus stunting, selain karena kurangnya gizi, kemiskinan, rendahnya kesehatan lingkungan, juga karena belum optimalnya kerjasama lintas sektor dan program. Lemahnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan akses keluarga miskin terhadap pangan dan layanan kesehatan dasar, bagian dari akar masalah yang harus ditangani dalam RAD-PG untuk mengatasi stunting,” ujarnya.  

Menurut dia, pangan dan gizi sangat menentukan kualitas SDM Kapuas di masa mendatang, mempengaruhi kemampuan daya saing masyarakat Kapuas dari tingkat lokal, nasional, hingga global. Sehingga, RADPG diharapkan bisa menyinergikan pembangunan pangan, sektor ekonomi dan gizi dari hulu sampai ke hilir.

“Dari seluruh kabupaten di Kalteng, baru Kabupaten Kapuas yang sudah mulai menginisiasi RADPG. Dan dari seluruh kabupaten di Indonesia, baru 3 kabupaten yang menginisiasi RAD-PG yakni Kabupaten Kapuas (Kalteng), Kabupaten Landak (Kalbar), serta Kabupaten Ogan Komiring Ilir (Sumsel),” katanya. (ono/ila/nto)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 11:17

OMG...! Jalan Rusak, Warga Melahirkan di Atas Pikap

SAMPIT-Kerusakan yang terjadi di jalan poros menuju Kecamatan Antang Kalang masih menjadi pemandangan…

Minggu, 20 Agustus 2017 11:08

Anggaran Harus Dialokasikan dengan Tepat, Efektif dan Efisien

SUKAMARA-Pembangunan yang dilaksanakan selama ini harus direncanakan dengan matang dan baik. Selain…

Minggu, 20 Agustus 2017 10:46

Meriah Euy...! Ribuan Peserta Ramaikan Karnaval

PANGKALAN BUN-Puncak peringatan hari kemerdekaan memang telah berlalu, namun suasana dan semangat kemeriahan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 18:00

Ketinggian Air di Wilayah Kecamatan Murung Bertambah 70 Centimeter

PURUK CAHU - Memasuki hari kedua, banjir di puluhan Desa di lima Kecamatan di Kabupaten Murung Raya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:45

Warga Panik, Api Muncul di Lahan Kosong Depan SPBU

SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi dan sempat membuat warga di Desa Natai Sedawak…

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:41

Pelaku Wisata Harus Memahami Kebutuhan Wisatawan

SAMPIT- Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur membangun pariwisata, perlu dukungan semua…

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:36

Pegawai Kotrak akan Dipecat, ASN akan Dimutasi

SAMPIT-Bupati Kotim, H Supian Hadi SIKom mengancam akan memecat pegawai di lingkungan Dinas Kependudukan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:30

Potensi yang Dimiliki Napi Modal Utama saat Bebas dari Lapas

SAMPIT-Bupati Kotim, H Supian Hadi SIKom memuji dan memberikan apresiasi hasil karya kerajinan tangan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:25

Doa Bersama Mampu Memperkuat Rasa Nasionalisme

SAMPIT-Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi gerakan nasional doa bersama 171717 yang…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:32
Pemkab Katingan

Kendaraan Dinas Harus Dijaga Dengan Baik

KASONGAN - Untuk membantu pelaksanaan tugas di lapangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Katingan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .