MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Senin, 07 Agustus 2017 13:59
Antisipasi Gizi Buruk, Pemkab Finalisasi Progam RADPG
Kepala Bappeda Kapuas, Yan Hendri Ale, saat memimpin pertemuan koordinasi finalisasi dokumen RADPG 2016-2020, bersama para pemangku kepentingan beberapa instansi serta lembaga swadaya masyarakat yang terlibat kampanye gizi nasional, IMAWH dan MCAI di Aula Bappeda Kapuas, pekan lalu. (SAS/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS - Permasalahan gizi buruk tentu hal yang sangat dihindari di setiap daerah. Kabupaten Kapuas menjadi kabupaten yang turut memperhatikan hal tersebut. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi gizi buruk bagi masyarakat.

Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi dengan Interchurch Medical Association (IMA) World Health (WH) didukung Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) untuk finalisasi dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) 2016-2020.

Itu dilakukan dengan para pemangku kepentingan dari pemerintah, PKBI Kalteng, LDP, dan Lembaga Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (LPAM), di kantor Bappeda Kabupaten Kapuas pada Jumat (4/8).

“Selain sebagai bukti keseriusan pemerintah, Dokumen RAD-PG, sangat penting bagi acuan penanganan gizi buruk dan stunting yang terjadi di

Menurut survey kesehatan dasar Tahun 2013 oleh Kemenkes RI, jumlah anak stunting di Kapuas, mencapai 45,2 persen. Sementara untuk keseluruhan Kalimantan Tengah menacapai 39,6 persen dan di tingkat nasional 37 persen. Diketahui juga dari 24,5 juta balita di Indonesia, sedikitnya 9,2 juta yang terdeteksi stunting.

“Stunting pada anak karena beberapa hal. Terbatas dan kurangnya ragam makanan yang diberikan. Ibunya kurang gizi, tidak ASI eksklusif, perilaku buang air besar di ruang terbuka, kurangnya ketersediaan pangan rumah tangga, dan lemahk dukungan kebijakan pemerintah,”  terang Yan. 

Dijelaskan, Pemkab Kapuas sejak awal Tahun 2016 bersama PKBI Kalteng, LPAM dan LDP, didukung IMA World Health yang bekerjasama dengan MCAI, sebenarnya telah menggodok dokumen RADPG. Hanya saja hingga kini, belum juga selesai.

Dia menilai RADPG penting bagi program penanganan gizi buruk yang menyambung dengan rencana di tingkat provinsi dan pusat, termasuk masalah penganggarannya.

Sementara itu, Direktur PKBI Kalteng Mirhan Muhammad, menilai kasus stunting, selain karena kurangnya gizi, kemiskinan, rendahnya kesehatan lingkungan, juga karena belum optimalnya kerjasama lintas sektor dan program. Lemahnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan akses keluarga miskin terhadap pangan dan layanan kesehatan dasar, bagian dari akar masalah yang harus ditangani dalam RAD-PG untuk mengatasi stunting,” ujarnya.  

Menurut dia, pangan dan gizi sangat menentukan kualitas SDM Kapuas di masa mendatang, mempengaruhi kemampuan daya saing masyarakat Kapuas dari tingkat lokal, nasional, hingga global. Sehingga, RADPG diharapkan bisa menyinergikan pembangunan pangan, sektor ekonomi dan gizi dari hulu sampai ke hilir.

“Dari seluruh kabupaten di Kalteng, baru Kabupaten Kapuas yang sudah mulai menginisiasi RADPG. Dan dari seluruh kabupaten di Indonesia, baru 3 kabupaten yang menginisiasi RAD-PG yakni Kabupaten Kapuas (Kalteng), Kabupaten Landak (Kalbar), serta Kabupaten Ogan Komiring Ilir (Sumsel),” katanya. (ono/ila/nto)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 08:48

Ayo Berantas Pungli Bersama, Berikan Contoh yang Benar

NANGA BULIK-Upaya pencegahan dilakukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten…

Kamis, 14 Desember 2017 08:39

Gerakan Masyarakat untuk Menggalakkan Kebersihan

PANGKALAN BUN-Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah SH MH menargetkan, daerah berjuluk Bumi Marunting…

Kamis, 14 Desember 2017 08:32

SEPAKAT ! Masalah Pangan Hal Prioritas untuk Ditangani

PANGKALAN BUN- Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dengan Luasan Wilayah 10.759 Kilometer, tercatat…

Kamis, 14 Desember 2017 07:04

Warga Binaan Khusuk Dengarkan Tausiah Ustaz

SAMPIT-Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sampit mengikuti peringatan Maulid Nabi…

Kamis, 14 Desember 2017 06:55

PSK Diberi Waktu 2 Hari, Satpol PP Sisir Lokalisasi

PANGKALAN BUN-Setelah menemukan puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) dari Sampit dan Jawa yang eksodus…

Kamis, 14 Desember 2017 06:48

Geruduk CU-EPI, Nasabah Tuntut Pengembalian Uang Puluhan Miliar yang Raib

SAMPIT-Nasabah Credit Union Eka Pambelum Itah (CU-EPI) terus berjuang, agar uang mereka bisa kembali…

Kamis, 14 Desember 2017 06:41

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Pangan di Kasongan Normal

KASONGAN–Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2017 dan menyambut tahun baru 2018, Satuan Tugas…

Kamis, 14 Desember 2017 06:36

Cari dan Tangkap Pemilik Dua Truk Zenith

SAMPIT-Rapat Dengar Pendapat anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dengan pihak kepolisian, Pemkab…

Kamis, 14 Desember 2017 06:30

MIRIS ! Isi BBM, Satu Jeriken Dipungut Rp30 Ribu

SAMPIT-Permainan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama di  Stasiun Pengisian Bahan Bakar…

Kamis, 14 Desember 2017 06:21
DPRD Kotim

Maksimalkan Peran Babinkamtibmas di Setiap Desa

SAMPIT-Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sutik meminta, agar Babinkamtibmas yang bertugas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .