MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Minggu, 30 Juli 2017 21:55
Nah Lho…! Mantan Isteri Bantah Gerebek ASN Inspektorat
EL menunjukkan surat cerai dan perjanjian dirinya sah tidak ada hubungan dengan YT, kemarin (29/7). (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Kabar penggerebekan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Seruyan dengan seorang wanita, sempat membuat heboh sejumlah masyarakat. Padahal, itu dianggap tidak benar. Bahkan, EL mantan istri YT yang melakukan penggerebekan, angkat bicara.

Menurut EL, yang terjadi adalah mantan suaminya tersebut seorang diri mengamuk di depan rumahnya di Bukit Palangka, Rabu (26/7) lalu. Ketika itu dirinya sedang berada di dalam rumah. Mobil sewaan menjadi pelampiasan dan dirusaknya.

“Tidak benar ada penggerebekan,” ucap EL membantah kabar miring tentang dirinya dan ASN inspektorat tersebut, Sabtu (29/7).

EL dan YT resmi bercerai. Dirinya melayangkan surat cerai 25 April 2016 ke Mantir Adat Kecamatan Jekan Raya. Waktu itu, YT tidak hadir dalam pertemuan di kantor Mantir Adat. Beberapa kali panggilan untuk dilakukan mediasi, YT tidak pernah hadir.

“Selama ini kita tak pernah ketemu. Dia memang menginginkan untuk pembagian harta gono-gini. Disuruh menjual rumah dan hasilnya dibagi dua. Sedangkan itu rumah saya beli sendiri.  Mungkin itu alasan malam itu datang. Sesuai hukum adat, harta diberikan kepada ahli wair yakni anak saya,” ungkap EL.

Jadi, dia menegaskan malam itu dia datang sendiri. Kalau memang ada penggerebekan, aparat pemerintahan atau ketua RT, warga, Satpol PP, maupun kepolisian pasti mengetahui hal itu.

Sementara, Mantir Adat Kecamatan Jekan Raya, NS Lambung membenarkan jika keduanya sah bercerai secara adat. Dia menyebut YT tidak menghargai adat selama proses perceraian. Ditelepon berulang kali selalu alasan keluar kota. Sampai setahun lebih ini baru muncul dan mengganggu.

“Dia tidak menghargai adat,” cetusnya.

Pascakejadian malam itu, kedua insan yang merajut rumah tangga sejak 1993 itu akhirnya bertemu dipertemukan di rumahnya Mantir Adat Jekan Raya. Mereka membuat surat penyerahan denda adat.

Penyerahan denda adat itu sesuai dengan perjanjian waktu menikah secara adat. Di mana isinya, bilamana keputusan tentang perceraian dipermasalahkan, atau siapa yang meminta untuk bercerai, maka diharuskan membayar Rp 500 ribu ke salah satu pihak yang diceraikan.

“Dalam kasus ini, ibu EL membayar Rp500 ribu. Tapi dilebihi menjadi Rp5 juta. Dan keputusan itu diterima oleh mantan suaminya,” ungkap mantan jaksa yang juga Ketua RT 03/RW 22 Kelurahan Palangka itu. (ram/c2/abe/nto)


BACA JUGA

Senin, 25 September 2017 15:27
Pemkab Kapuas

Ben Bantu Korban Kebakaran

KUALA KAPUAS–Kepedulian yang tinggi kembali ditunjukkan oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat,…

Senin, 25 September 2017 14:18
DPRD Seruyan

Dewan Nilai Pengalihan Stadion Belum Tepat

KUALA PEMBUANG - Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan yang akan mengalihfungsikan Stadion Mini…

Senin, 25 September 2017 14:10
DPRD Bartim

Pemda Diminta Bisa Fasilitasi Kepentingan Hipma Bartim

TAMIANG LAYANG- Wakil Ketua I DPRD Bartim, Ariantho S Muler merasa bangga dengan para pemuda sekaligus…

Senin, 25 September 2017 14:00
DPRD Kapuas

Dewan Minta Disdukcapil Lebih Proaktif

KUALA KAPUAS - Data kartu tanda penduduk elektronik (KTP-El) dijadikan acuan KPU dalam verifikasi pemilih…

Senin, 25 September 2017 13:51
DPRD Gunung Mas

Lakukan Persiapan Secepatnya

  KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) …

Senin, 25 September 2017 13:23
Pemkab Gunung Mas

Harapkan Listrik Segera Masuk di Tumbang Hakau

KUALA KURUN  - Warga Desa Tumbang Hakau Kecamatan Kurun mendambakan masuknya layanan listrik dari…

Senin, 25 September 2017 13:09
Pemkab Pulang Pisau

Santuni Anak Yatim

PULANG PISAU - Bupati Pulang Pisau (Pulpis), H Edy Pratowo menyambut tahun baru islam dengan berbagai…

Senin, 25 September 2017 12:32

Vaksinasi Puluhan Anjing Libatkan Pihak Desa

SUKAMARA - Untuk mencegah rabies menyerang anjing peliharaan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

Senin, 25 September 2017 12:24

FSQ Membentuk Mental Spiritual yang Strategis

NANGA BULIK-Festival Senin Qasidah (FSQ) IV Tingkat Kabupaten Lamandau resmi dimulai Sabtu malam (23/9)…

Senin, 25 September 2017 11:58

Banyak Perawat di Daerah Terpencil Belum Sejahtera

PANGKALAN BUN-Profesi Perawat merupakan salah satu unsur tercapainya pembangunan bidang kesehatan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .