MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Minggu, 30 Juli 2017 14:19
Ratusan Anak Terserang Wabah Campak
Dokter Rizal Altway SpA sedang memeriksa kesehatan seorang anak bernama Sandy Firmansyah di poli anak RSUD Sidoarjo.( FOTO: Boy Slamet/Jawa Pos/JawaPos.com)

PROKAL.CO, Virus campak masih menjadi ancaman bagi warga di Sidoarjo. Dalam waktu hampir tujuh bulan, terdapat 106 anak yang terkena campak dan telah menjalani rawat inap di RSUD Sidoarjo. Saat dibawa ke RS, kondisi anak-anak itu mayoritas sudah komplikasi.

Kasus campak tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasar data dari RSUD Sidoarjo, tahun lalu ”hanya” ditemukan 119 kasus. Pada tahun ini, belum genap satu tahun, jumlahnya mencapai 106 pasien.

Menurut dr Rizal Altway SpA, dokter spesialis anak RSUD Sidoarjo, kasus campak di RSUD rata-rata terjadi pada anak usia 9–10 bulan hingga 10 tahun. Kondisinya rata-rata sudah parah karena terdapat komplikasi. ”Komplikasinya macam-macam. Ada sesak dan diare,” katanya.

Berdasar observasi, anak-anak tersebut terkena campak karena belum mendapat imunisasi. Ada pula yang sudah diimunisasi. Namun, kondisi pasien yang sudah diimunisasi dan belum itu berbeda. ”Yang belum imunisasi rata-rata lebih parah dibandingkan yang sudah,” ujarnya.

Mengapa anak yang diimunisasi tetap terkena campak? Rizal menjelaskan, dahulu imunisasi hanya dilakukan pada anak usia 9 bulan. Kemudian, dilanjutkan pada usia 5–6 tahun. Namun, kenyataannya belum efektif. Pemerintah pusat akhirnya menambah vaksin campak pada usia 24 bulan.

Jadi, ada tiga kali vaksin. Nah, pada masa transisi itulah, masih ada anak yang imunisasinya belum lengkap. ”Jadi, vaksin yang sudah diberikan kurang efektif karena proteksinya tidak 100 persen,” ucapnya.

Kini pemerintah ingin mereduksi kasus campak. Imunisasi yang diberikan adalah untuk campak sekaligus rubela atau yang kerap disebut measles-rubella (MR). ”Untuk rubela ini, sebenarnya sudah ada vaksinnya sejak lama. Tetapi, tahun ini baru menjadi program pemerintah,” kata Rizal.

Kasus campak dan rubela sama-sama menular melalui droplet (udara). Namun, gejalanya berbeda. Anak yang terkena campak biasanya ditandai dengan demam tinggi, batuk pilek, mata merah, hingga muncul bercak merah atau ruam. ”Ruam-ruam merah ini biasanya diawali di area kepala,” tuturnya.

Yang menjadi khas campak adalah bercaknya tidak langsung hilang. Umumnya, ruam merah itu berubah menjadi hitam. Lalu, mengelupas dengan sendirinya. ”Kurang lebih 10–14 hari proses hilangnya bercak,” jelasnya.

Rubela ditandai dengan demam langsung yang disertai bercak atau ruam merah. Bercak tersebut akan hilang tanpa bekas dengan sendirinya. Sejatinya, rubela bukan penyakit membahayakan bagi anak. Namun, virus tersebut berbahaya jika terkena pada ibu hamil trimester awal. ”Anaknya bisa mengalami kecacatan,” ujarnya.

Nah, vaksin MR yang akan diberikan kepada seluruh anak usia 9 bulan hingga 15 tahun pada Agustus nanti bermanfaat untuk jangka panjang. RSUD juga berperan dalam gerakan imunisasi MR yang bekerja sama dengan dinas kesehatan. ”Kalau ada anak yang tidak bisa diimunisasi melalui puskesmas karena ada risiko lainnya, RSUD membantu menangani,” tandasnya.

(ayu/c6/jpg)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 13:49

Kalteng Masih Daerah Endemis Rabies

PALANGKA RAYA - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kalteng mencatat, hingga Mei…

Sabtu, 18 November 2017 13:45

Doris Sylvanus Terus Jalin Kerjasama

PALANGKA RAYA - RSUD dr Doris Sylvanus sebagai salah satu rumah sakit pusat rujukan di Kalimantan Tengah,…

Sabtu, 18 November 2017 13:41

Teaching Factory dan LSP-P1 SMKN 3 Palangka Raya

PALANGKA RAYA - SMK Negeri 3 Palangka Raya terus melakukan langkah nyata untuk meningkatkan lulusan…

Sabtu, 18 November 2017 13:38

Ayo! Hadiri Musikal Abu Dzar Al-Ghifari

PALANGKA RAYA - Momentum yang sangat jarang ada di Palangka Raya, sebuah pementasan teater musikal yang…

Jumat, 17 November 2017 14:11

PT BCL dan Warga Solid

TAMIANG LAYANG- PT Bhadra Cemerlang (BCL) dan masyarakat Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten…

Jumat, 17 November 2017 14:07

Mahasiswa Harus Kuasai Ilmu Retorika

PALANGKA RAYA - Kemampuan berbicara yang dimiliki seseorang dapat menentukan eksistensinya. Karenanya…

Jumat, 17 November 2017 14:03

UM Palangkaraya Nyaris Raih Akreditasi A

PALANGKA RAYA - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UM Palangkaraya) sebagai Universitas Swasta Terbaik…

Jumat, 17 November 2017 13:58

Gubernur Apresiasi Program Upsus

PALANGKA RAYA - Program Upaya Khusus (Upsus) yang diterapkan di Kalteng menunjukan perkembangan yang…

Kamis, 16 November 2017 15:17

Wujudkan Kalteng Swasembada Pangan

PALANGKA RAYA - Pengembangan komuditas padi organik di Provinsi Kalteng sebesar 300 ribu hektar. Itu…

Kamis, 16 November 2017 15:15

BNNK Rehab 37 Penyalahguna Narkoba

PALANGKA RAYA - Sejak Januari-November 2017, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Palangka Raya telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .