MANAGED BY:
SELASA
24 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 25 Juli 2017 21:04
Mengintip Beratnya Perjalanan Menuju PLTMG Bangkanai
Bergulat dengan Lumpur Demi Secercah Cahaya
Para petugas PLN harus menempuh perjalanan berat dan jalan berlumpur untuk mencapai lokasi PLTMG Bangkanai.

PROKAL.CO, PASOKAN listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) saat ini dapat dibilang sudah sangat baik. Hal ini tak lepas dari peran Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai yang terletak di Desa Karendan Kabupaten Barito Utara. 

Terhitung sejak Februari 2017, pembangkit yang memiliki kapasitas 155 MW ini sudah dapat masuk ke sistem kelistrikan Kalselteng dan menambah daya mampu listrik di dua Provinsi tersebut menjadi 640 MW dari kebutuhan listrik masyarakat yang mencapai 540 MW. 

Dengan demikian, terdapat surplus daya 100 MW yang membuat masyarakat Kalselteng saat ini terhindar dari kondisi defisit daya dan tidak perlu khawatir akan pemadaman bergilir. Namun banyak yang belum tahu, dimana dan bagaimana kondisi di PLTMG Bangkanai tersebut. 

Jika melihat di peta, lokasi PLTMG tersebut berada di 60 km sebelah utara Muara Teweh. Terdapat dua cara untuk mencapai ke lokasi tersebut, melalui darat dan bisa juga dengan menyusuri sungai. 

Jika cuaca bersahabat, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam. Namun jika musim hujan telah tiba, para petugas PLN diharuskan menempuh jalur sungai terlebih dahulu ditambah dengan jalur darat yang penuh dengan tantangan. 

Perjalanan diawali dengan menggunakan speed boat untuk menyusuri sungai Lahei dalam waktu 4 jam. Setelah itu, petugas PLN akan sampai di dermaga Desa Karendan untuk melanjutkan perjalanan melalui darat. Namun karena kondisi jalan yang becek, perjalalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 3 km. Tidak mudah untuk melalui nya, langkah kaki terasa berat akibat daratan yang penuh dengan lumpur belum lagi resiko terperosok dan terjatuh. 

Manajer PLTMG Bangkanai Erpendi mengatakan bahwa hal tersebut lumrah, dan bukan menjadi beban bagi seluruh petugas PLN.

"Kalau dengan berjalan kaki pasti sampai berapapun jaraknya, kalau menggunakan mobil kadang kita bisa terjebak juga karena lumpur, bahkan bisa jadi kita menginap di tengah hutan," ujarnya. 

Meski keadaan kurang mengenakkan, Erpendi mengaku tidak sedikitpun merasa demotivasi ataupun mengeluh dalam melakukan pekerjaannya.

"Kalo keadaan disini kita gak berharap banyak, yang kita harapkan hanya pembangkit ini tetap terus sehat dan optimal dalam memproduksi listrik," pungkasnya. (*/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .