MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 25 Juli 2017 21:04
Mengintip Beratnya Perjalanan Menuju PLTMG Bangkanai
Bergulat dengan Lumpur Demi Secercah Cahaya
Para petugas PLN harus menempuh perjalanan berat dan jalan berlumpur untuk mencapai lokasi PLTMG Bangkanai.

PROKAL.CO, PASOKAN listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) saat ini dapat dibilang sudah sangat baik. Hal ini tak lepas dari peran Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai yang terletak di Desa Karendan Kabupaten Barito Utara. 

Terhitung sejak Februari 2017, pembangkit yang memiliki kapasitas 155 MW ini sudah dapat masuk ke sistem kelistrikan Kalselteng dan menambah daya mampu listrik di dua Provinsi tersebut menjadi 640 MW dari kebutuhan listrik masyarakat yang mencapai 540 MW. 

Dengan demikian, terdapat surplus daya 100 MW yang membuat masyarakat Kalselteng saat ini terhindar dari kondisi defisit daya dan tidak perlu khawatir akan pemadaman bergilir. Namun banyak yang belum tahu, dimana dan bagaimana kondisi di PLTMG Bangkanai tersebut. 

Jika melihat di peta, lokasi PLTMG tersebut berada di 60 km sebelah utara Muara Teweh. Terdapat dua cara untuk mencapai ke lokasi tersebut, melalui darat dan bisa juga dengan menyusuri sungai. 

Jika cuaca bersahabat, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam. Namun jika musim hujan telah tiba, para petugas PLN diharuskan menempuh jalur sungai terlebih dahulu ditambah dengan jalur darat yang penuh dengan tantangan. 

Perjalanan diawali dengan menggunakan speed boat untuk menyusuri sungai Lahei dalam waktu 4 jam. Setelah itu, petugas PLN akan sampai di dermaga Desa Karendan untuk melanjutkan perjalanan melalui darat. Namun karena kondisi jalan yang becek, perjalalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 3 km. Tidak mudah untuk melalui nya, langkah kaki terasa berat akibat daratan yang penuh dengan lumpur belum lagi resiko terperosok dan terjatuh. 

Manajer PLTMG Bangkanai Erpendi mengatakan bahwa hal tersebut lumrah, dan bukan menjadi beban bagi seluruh petugas PLN.

"Kalau dengan berjalan kaki pasti sampai berapapun jaraknya, kalau menggunakan mobil kadang kita bisa terjebak juga karena lumpur, bahkan bisa jadi kita menginap di tengah hutan," ujarnya. 

Meski keadaan kurang mengenakkan, Erpendi mengaku tidak sedikitpun merasa demotivasi ataupun mengeluh dalam melakukan pekerjaannya.

"Kalo keadaan disini kita gak berharap banyak, yang kita harapkan hanya pembangkit ini tetap terus sehat dan optimal dalam memproduksi listrik," pungkasnya. (*/nto)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .