MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 25 Juli 2017 21:04
Mengintip Beratnya Perjalanan Menuju PLTMG Bangkanai
Bergulat dengan Lumpur Demi Secercah Cahaya
Para petugas PLN harus menempuh perjalanan berat dan jalan berlumpur untuk mencapai lokasi PLTMG Bangkanai.

PROKAL.CO, PASOKAN listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) saat ini dapat dibilang sudah sangat baik. Hal ini tak lepas dari peran Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai yang terletak di Desa Karendan Kabupaten Barito Utara. 

Terhitung sejak Februari 2017, pembangkit yang memiliki kapasitas 155 MW ini sudah dapat masuk ke sistem kelistrikan Kalselteng dan menambah daya mampu listrik di dua Provinsi tersebut menjadi 640 MW dari kebutuhan listrik masyarakat yang mencapai 540 MW. 

Dengan demikian, terdapat surplus daya 100 MW yang membuat masyarakat Kalselteng saat ini terhindar dari kondisi defisit daya dan tidak perlu khawatir akan pemadaman bergilir. Namun banyak yang belum tahu, dimana dan bagaimana kondisi di PLTMG Bangkanai tersebut. 

Jika melihat di peta, lokasi PLTMG tersebut berada di 60 km sebelah utara Muara Teweh. Terdapat dua cara untuk mencapai ke lokasi tersebut, melalui darat dan bisa juga dengan menyusuri sungai. 

Jika cuaca bersahabat, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam. Namun jika musim hujan telah tiba, para petugas PLN diharuskan menempuh jalur sungai terlebih dahulu ditambah dengan jalur darat yang penuh dengan tantangan. 

Perjalanan diawali dengan menggunakan speed boat untuk menyusuri sungai Lahei dalam waktu 4 jam. Setelah itu, petugas PLN akan sampai di dermaga Desa Karendan untuk melanjutkan perjalanan melalui darat. Namun karena kondisi jalan yang becek, perjalalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 3 km. Tidak mudah untuk melalui nya, langkah kaki terasa berat akibat daratan yang penuh dengan lumpur belum lagi resiko terperosok dan terjatuh. 

Manajer PLTMG Bangkanai Erpendi mengatakan bahwa hal tersebut lumrah, dan bukan menjadi beban bagi seluruh petugas PLN.

"Kalau dengan berjalan kaki pasti sampai berapapun jaraknya, kalau menggunakan mobil kadang kita bisa terjebak juga karena lumpur, bahkan bisa jadi kita menginap di tengah hutan," ujarnya. 

Meski keadaan kurang mengenakkan, Erpendi mengaku tidak sedikitpun merasa demotivasi ataupun mengeluh dalam melakukan pekerjaannya.

"Kalo keadaan disini kita gak berharap banyak, yang kita harapkan hanya pembangkit ini tetap terus sehat dan optimal dalam memproduksi listrik," pungkasnya. (*/nto)


BACA JUGA

Kamis, 05 Oktober 2017 06:41
Cara Kodim 1015 Sampit Memperingati Hari Jadi

Dandim Kunjungi Bocah Lumpuh dan Berikan Santunan

Berbagai kegiatan sosial dilaksanakan Kodim 1015 Sampit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72,…

Sabtu, 23 September 2017 07:48
Kesan Armada Band Manggung Pertama di Lamandau

Lantunkan 10 Lagu, Takjub Lihat Antusias Penonton

Kehadiran grup band Armada di Bumi Bahaum Bakuba Kabupaten Lamandau dalam memeriahkan Pesta Paduan Suara…

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .