MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 15 Juli 2017 05:33
Diduga Langgar Statuta, Rektor UPR Kembali Digugat
Ilustrasi

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali tersandung masalah. Kali ini, pergururuan tinggi negeri terbesar di Kalteng itu diduga telah melakukan pelanggarab statuta yang dilakukan oleh rektor.

Dugaan pelanggaran statuta itu terjadi menyusul dikeluarkannya peraturan baru oleh Rektor UPR mengenai pemilihan anggota Senat UPR. Dalam aturan baru yang dibuat rektor tersebut mengakibatkan hilangnya nama seorang guru besar UPR, Prof. DR Suandi Sidauruk M.Pd.

Tak terima dengan peraturan baru tersebut, Suandi pun melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palangka Raya dan persidangannya telah dimulai sejak akhir Juli lalu. Selain  Rektor UPR, Suandi juga turut menggugat Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPR.

“Ada pelanggaran statuta oleh rektor. Statuta seharusnya menjadi pedoman dasar dalam pemilihan anggota senat yang baru, harus mengikuti peraturan sehat, namun tidak dilaksanakan oleh rektor yang justru membuat aturan baru,” kata Suandi belum lama ini.

Anehnya, setelah tahu peraturan baru tersebut digugat ke PTUN, pihak Rektor UPR terkesan buru-buru mencabutnya pada 8 Juli 2017 lalu.

Hal itu,  menurut Suandi yang didampingi penasehat hukumnya, Walden Sihaloho, menilai adanya unsur kesewenang-wenangan dan ketidakcermatan serta pemaksaan peraturan yang dilakukan oleh rektor.

"Artinya kalau ada penetapan dan pencabutan seperti maka ada unsur kesewenangan, tidak teliti dan tidak cermat dalam membuat peraturan. Pada hal setiap peraturan pasti ada konsekuensinya terhadap orang," ujarnya.

Dalam gugatannya, Suandi meminta UPR mengikuti statuta dan semua peraturan harus dilaksanakan oleh semua pihak termasuk rektor.

Lebih lanjut dia juga menyebutkan bahwa yang dilakukan pihak Rektor UPR yang mencopot begitu saja guru besar dari keanggota senat universitas hanya sebagai salah satu contoh pelanggaran yang dilakukan.

“Banyak aturan yang bertentangan di UPR. Kalau peraturannya sudah tidak benar, bagaimana kita mendapatkan sistem yang bagus. Padahal sistem dibangun karena peraturan. Kalau peraturan amburadul, sistem pasti amburadul karena tidak kepastian hukum," tuturnya.

Apa yang dilakukan UPR itu, ujarnya, bahkan berbanding terbalik dengan perguruan tinggi ternama lainnya yang sangat menghormati para guru besar. Dia menyontohkan Universitas Gajah Mada (UGM) yang bahkan masih menyempatkan guru besar yang sudah pensiun sebagai anggota senat. "Sehebat apa UPR sampai tidak melibatkan itu (guru besar)," ujarnya. (*/nto)


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 21:31

Golkar Panggil Anggota Dewan Perusak Rujab Bupati Kapuas

PALANGKA RAYA – DPD Partai Golkar Kalteng akhirnya melakukan pemanggilan terhadap Bob Dwi Cipta…

Minggu, 24 September 2017 21:13

Gara-gara Lahan, Dua Kadis Ditangkap Polisi?

PANGKALAN BUN – Menjelang akhir pekan kemarin, muncul kabar di sekitar Kota Pangkalan Bun yang…

Minggu, 24 September 2017 21:00

Ketua DPRD Katingan Sebut APBD Hilang Ulah Oknum di Pemkab dan BTN

KASONGAN – Tak jelasnya uang deposito milik Pemerintah Kabupaten Katingan yang disimpan di Bank…

Minggu, 24 September 2017 09:09

GEGER! Hujan Deras, Rumah dan Bangunan Walet Hancur Disambar Petir

SAMPIT - Warga Jalan Yahya Usman, Desa Cempaka Mulia Barat Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur geger.…

Sabtu, 23 September 2017 20:13

Pemkab Katingan Layangkan Surat Ketiga ke BTN

KASONGAN – Pemkab Katingan juga terus melakukan gerakan. Mereka tidak tinggal diam dan terus menelusuri…

Sabtu, 23 September 2017 19:49

Kasus Pengrusakan Rujab Bupati Hampir P-21

PALANGKA RAYA – Aparat kepolisian terus memproses perkara dugaan penyerangan (pengrusakan) rumah…

Sabtu, 23 September 2017 19:41

Polda Kalteng Kumpulkan Saksi Raibnya APBD Katingan

PALANGKA RAYA – Setelah Pemkab Katingan mengadukan kejanggalan terkait simpanan Anggaran Pendapatan…

Sabtu, 23 September 2017 19:27

Kerja Bersama untuk Restorasi Gambut

PALANGKA RAYA - Rombongan dua Kedutaan Besar (Kedubes) Norwegia Mr Veegard Kaale dan Kedubes Inggris…

Jumat, 22 September 2017 21:39

Kata Gubernur, Tiga Hal Ini Jadi Masalah Besar Kalteng

PALANGKA RAYA– Pembangunan di Kalteng memang terus meningkat. Namun, hingga saat ini, Bumi Tambun…

Jumat, 22 September 2017 21:36

Ditangkap Polisi, Dua Cewek Kapok “Jual Diri” di Bee Talk

PALANGKA RAYA– Tertangkapnya sindikat muncikari yang menawarkan jasa prostitusi di aplikasi media…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .