MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 15 Juli 2017 05:33
Diduga Langgar Statuta, Rektor UPR Kembali Digugat
Ilustrasi

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali tersandung masalah. Kali ini, pergururuan tinggi negeri terbesar di Kalteng itu diduga telah melakukan pelanggarab statuta yang dilakukan oleh rektor.

Dugaan pelanggaran statuta itu terjadi menyusul dikeluarkannya peraturan baru oleh Rektor UPR mengenai pemilihan anggota Senat UPR. Dalam aturan baru yang dibuat rektor tersebut mengakibatkan hilangnya nama seorang guru besar UPR, Prof. DR Suandi Sidauruk M.Pd.

Tak terima dengan peraturan baru tersebut, Suandi pun melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palangka Raya dan persidangannya telah dimulai sejak akhir Juli lalu. Selain  Rektor UPR, Suandi juga turut menggugat Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPR.

“Ada pelanggaran statuta oleh rektor. Statuta seharusnya menjadi pedoman dasar dalam pemilihan anggota senat yang baru, harus mengikuti peraturan sehat, namun tidak dilaksanakan oleh rektor yang justru membuat aturan baru,” kata Suandi belum lama ini.

Anehnya, setelah tahu peraturan baru tersebut digugat ke PTUN, pihak Rektor UPR terkesan buru-buru mencabutnya pada 8 Juli 2017 lalu.

Hal itu,  menurut Suandi yang didampingi penasehat hukumnya, Walden Sihaloho, menilai adanya unsur kesewenang-wenangan dan ketidakcermatan serta pemaksaan peraturan yang dilakukan oleh rektor.

"Artinya kalau ada penetapan dan pencabutan seperti maka ada unsur kesewenangan, tidak teliti dan tidak cermat dalam membuat peraturan. Pada hal setiap peraturan pasti ada konsekuensinya terhadap orang," ujarnya.

Dalam gugatannya, Suandi meminta UPR mengikuti statuta dan semua peraturan harus dilaksanakan oleh semua pihak termasuk rektor.

Lebih lanjut dia juga menyebutkan bahwa yang dilakukan pihak Rektor UPR yang mencopot begitu saja guru besar dari keanggota senat universitas hanya sebagai salah satu contoh pelanggaran yang dilakukan.

“Banyak aturan yang bertentangan di UPR. Kalau peraturannya sudah tidak benar, bagaimana kita mendapatkan sistem yang bagus. Padahal sistem dibangun karena peraturan. Kalau peraturan amburadul, sistem pasti amburadul karena tidak kepastian hukum," tuturnya.

Apa yang dilakukan UPR itu, ujarnya, bahkan berbanding terbalik dengan perguruan tinggi ternama lainnya yang sangat menghormati para guru besar. Dia menyontohkan Universitas Gajah Mada (UGM) yang bahkan masih menyempatkan guru besar yang sudah pensiun sebagai anggota senat. "Sehebat apa UPR sampai tidak melibatkan itu (guru besar)," ujarnya. (*/nto)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:12

Ribuan Potong Kayu Log Dilarutkan ke Sungai, Dibawa ke Bansaw

KUALA KAPUAS-Aparat Polres Kapuas dipimpin Kasatreskrim AKP Iqbal Sangaji dibantu Resmob Polda Kalteng…

Rabu, 21 Februari 2018 09:02

SIAP SIAP..!! Kalteng Siaga Darurat Karhutla

PALANGKA RAYA-Aroma gambut menyengat menjadi pertanda hari sudah pagi. Apalagi, kepulan asap kembali…

Minggu, 18 Februari 2018 09:01

Taufik Dipanggil untuk Klarifikasi

NANGA BULIK-Beredarnya kabar Calon Wakil Bupati (Cawabup) Lamandau Taufik Hidayat diduga melakukan fitnah…

Minggu, 18 Februari 2018 08:53

Untuk Menuju Putri Indonesia Perlu Modal 3M

PUTRI Indonesia perwakilan Kalimantan Tengah, Episcia Puspita Lautt, semakin percaya diri menatap serangkaian…

Kamis, 15 Februari 2018 08:38

PBB Nilai KPU Kapuas Tak Mengerti Aturan

PALANGKA RAYA-Putusan KPU Kapuas yang tidak meloloskan pasangan Muhammad Mawardi-Muhajirin, mengusik…

Senin, 12 Februari 2018 07:29

Jangan Malu Sekolah dan Menjadi Lulusan SMK

PANGAKALAN BUN-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Kalteng H Muhammad Rakhman, melakukan…

Minggu, 11 Februari 2018 07:03

Lagi Ketagihan, Rumah Sendiri Mau Dibakar

PALANGKARA RAYA-Seorang pria bernama Budi (40) warga Jalan Tambung Raya, Kelurahan Langkai, Kota Palangka…

Minggu, 11 Februari 2018 07:00

Ditetapkan Tersangka, Sekda Mundur atau Lengser

PALANGKA RAYA-Ditetapkannya Sekda Kota Palangka Raya sebagai tersangka dugaan pungutan liar alias pungli,…

Minggu, 11 Februari 2018 06:58
Boeing 737 JT 671 Sudah Berusia 8 Tahun

Onderdil Pesawat Lion Air Bermasalah

SEBANYAK 211 penumpang pesawat Lion Air sempat terkatung-katung empat jam lebih di Bandara Tjilik Riwut,…

Minggu, 11 Februari 2018 00:32
BREAKING NEWS

Ditinggal Beli Pisang Keju, Kundut Gantung Diri

PALANGKA RAYA-Warga Jalan Banteng Kota Palangka Raya mendadak geger. Hal tersebut menyusul ditemukannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .