MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 15 Juli 2017 05:33
Diduga Langgar Statuta, Rektor UPR Kembali Digugat
Ilustrasi

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali tersandung masalah. Kali ini, pergururuan tinggi negeri terbesar di Kalteng itu diduga telah melakukan pelanggarab statuta yang dilakukan oleh rektor.

Dugaan pelanggaran statuta itu terjadi menyusul dikeluarkannya peraturan baru oleh Rektor UPR mengenai pemilihan anggota Senat UPR. Dalam aturan baru yang dibuat rektor tersebut mengakibatkan hilangnya nama seorang guru besar UPR, Prof. DR Suandi Sidauruk M.Pd.

Tak terima dengan peraturan baru tersebut, Suandi pun melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palangka Raya dan persidangannya telah dimulai sejak akhir Juli lalu. Selain  Rektor UPR, Suandi juga turut menggugat Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPR.

“Ada pelanggaran statuta oleh rektor. Statuta seharusnya menjadi pedoman dasar dalam pemilihan anggota senat yang baru, harus mengikuti peraturan sehat, namun tidak dilaksanakan oleh rektor yang justru membuat aturan baru,” kata Suandi belum lama ini.

Anehnya, setelah tahu peraturan baru tersebut digugat ke PTUN, pihak Rektor UPR terkesan buru-buru mencabutnya pada 8 Juli 2017 lalu.

Hal itu,  menurut Suandi yang didampingi penasehat hukumnya, Walden Sihaloho, menilai adanya unsur kesewenang-wenangan dan ketidakcermatan serta pemaksaan peraturan yang dilakukan oleh rektor.

"Artinya kalau ada penetapan dan pencabutan seperti maka ada unsur kesewenangan, tidak teliti dan tidak cermat dalam membuat peraturan. Pada hal setiap peraturan pasti ada konsekuensinya terhadap orang," ujarnya.

Dalam gugatannya, Suandi meminta UPR mengikuti statuta dan semua peraturan harus dilaksanakan oleh semua pihak termasuk rektor.

Lebih lanjut dia juga menyebutkan bahwa yang dilakukan pihak Rektor UPR yang mencopot begitu saja guru besar dari keanggota senat universitas hanya sebagai salah satu contoh pelanggaran yang dilakukan.

“Banyak aturan yang bertentangan di UPR. Kalau peraturannya sudah tidak benar, bagaimana kita mendapatkan sistem yang bagus. Padahal sistem dibangun karena peraturan. Kalau peraturan amburadul, sistem pasti amburadul karena tidak kepastian hukum," tuturnya.

Apa yang dilakukan UPR itu, ujarnya, bahkan berbanding terbalik dengan perguruan tinggi ternama lainnya yang sangat menghormati para guru besar. Dia menyontohkan Universitas Gajah Mada (UGM) yang bahkan masih menyempatkan guru besar yang sudah pensiun sebagai anggota senat. "Sehebat apa UPR sampai tidak melibatkan itu (guru besar)," ujarnya. (*/nto)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 19:43
BERITA DUKA

Innalillahi, Berita Duka, Ibunda Wagub Meninggal Dunia

PALANGKA RAYA-Innallillahi wainnailahi rojiun. Berita duka menyelimuti keluarga besar Wakil Gubernur…

Senin, 11 Desember 2017 08:30

Peduli HAM, Bupati Lamandau Terima Penghargaan dari Menteri

NANGA BULIK-Upaya dari Pemerintah Kabupaten Lamandau peduli terhadap Hak Azasi Manusia (HAM) dapatkan…

Sabtu, 09 Desember 2017 06:14

5 Terpidana Tipikor Dieksekusi, Rp616 Juta Uang Negara Diselamatkan

NANGA BULIK-Kejaksaan Negeri Lamandau sangat serius memerangi tindak pidana korupsi (Tipikor) di wilayah…

Jumat, 08 Desember 2017 06:25
DPRD Kotim

Peredaran Narkoba di Kotim Parah

SAMPIT- Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) didesak untuk mempercepat pembentukan Badan Narkotika Nasional…

Kamis, 07 Desember 2017 23:33

Kelotok Hantam Tongkang! Motoris Lompat, Bapak dan Anak Tenggelam

MUARA TEWEH–Tak disangka, tongkang yang berlabuh dan terikat pada pancang membawa petaka. Wahyu…

Kamis, 07 Desember 2017 23:23

FANTASTIS ! Polisi Gagalkan Peredaran 3.740.000 Butir Zenith

SAMPIT-Satreskoba Polres Kotim sukses besar dalam upaya menggagalkan masuknya obat daftar G jenis Charnophen…

Kamis, 07 Desember 2017 08:20

ASTAGA ! Beberapa Pasangan Berbuat Mesum di Kos-kosan

SAMPIT-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotawaringin Timur akan mengawasi secara ketat tempat…

Kamis, 07 Desember 2017 07:22

Kepala Daerah Diingatkan Menjabarkan Janji saat Kampanye

PANGKALAN BUN-Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah beserta Wakil Bupati Kobar H Ahmadi Riansyah…

Rabu, 06 Desember 2017 06:16

TEGAS ! Tiga Tempat Maksiat Resmi Ditutup

SAMPIT-Pemerintah Kabupaten Kotim akhirnya resmi menutup tiga kawasan lokalisasi, Selasa (5/12). Tiga…

Selasa, 05 Desember 2017 06:17
DPRD Kotim

Pembangunan di Kotim Belum Merata

SAMPIT-Terbatasnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) membuat pembangunan dalam segala bidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .