MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Kamis, 20 Juli 2017 21:46
Tegas! Kapolri Perintahkan Langsung Tembak di Tempat Bandar Narkoba
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

PROKAL.CO, MARAKNYA peredaran narkoba di Indonesia membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian gerah. Hingga dia pun memerintahkan jajarannya untuk langsung menembak bandar narkoba.

Menurutnya, para pengedar jaringan internasional kerap menilai penindakan kasus narkoba di Indonesia masih lemah. Sehingga, mereka terus beraksi lewat jalur ilegal.

“Hukum kita dianggap (pengedar internasional) lemah. Sehingga kita menindak tegas dan keras pelaku-pelaku asing,” kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/7).

Salah satu solusinya, lanjut Tito, melalui diskresi dengan melumpuhkan tersangka. Khususnya, bagi tersangka yang melawan saat hendak diamankan. Seperti yang dilakukan terhadap komplotan pengedar satu ton sabu asal Taiwan, beberapa waktu lalu.

“Melawan langsung tembak. Dalam kasus (pengungkapan satu ton sabu) ini, satu orang ditembak mati,” tegas mantan Kadensus 88 Antiteror itu.

Lalu, seberapa efektif penindakan dengan cara tembak mati tersebut? Begini penjelasan Tito.

“(Penerapan tembak di tempat) ini sudah lumrah pertanyaannya. Secara pragmatis, kita nembakin tersangka narkotika, mereka kabur semua. Kalau di Filipina, ditembakin langsung drop. Kalau menurut saya, itu ada hubungannya,” paparnya.

Seorang tersangka asal Taiwan, Lin Ming Hui ditembak mati saat polisi menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di Anyer, Kamis (13/7) lalu.

Bos atau pengendali sabu distribusi Tiongkok itu ditembak mati karena melakukan perlawanan kepada petugas pada saat dilakukan penangkapan. Sedangkan, tiga tersangka lain, rekan Lin, juga telah diamankan. Yaitu, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu dan Hsu Yung Li. (ian/rmol/jpg/nto)


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 23:10

KPK Resmi Tetapkan Bupati Kukar Sebagai Tersangka

BUPATI Kutai Kertanegara Rita Widyasari resmi berstatus tersangka, Selasa (26/9). Rita Widyasari ditetapkan…

Jumat, 22 September 2017 22:25

Hasil Pemilu 2019, Diprediksi Hanya Segini Parpol yang Lolos ke Senayan

KEBERADAAN Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu akan mengurangi peluang partai politik kecil lolos…

Senin, 18 September 2017 16:17

Proses Pilkada Harus Diluruskan

JAKARTA-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan peraturan terkait proses…

Jumat, 15 September 2017 06:51

Orangutan Asal Kalteng Diajak Warga Naik Motor di Kuwait

SAMPIT-Setelah beberapa bulan berada di wilayah Negara Timur Tengah bayi orangutan bernama Taymur (3)…

Minggu, 10 September 2017 21:29

Politikus Gerindra: Polisi Semakin Tak Adil

CARA-cara Kepolisian dalam menegakkan hukum semakin mendapat sorotan. Karena aparat tidak adil dalam…

Selasa, 05 September 2017 23:21

PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tak mau tinggal diam menyikapi krisis kemanusiaan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 20:01

Wew...! Uang Hasil Tuyul Bisa Kena Pajak Juga Loh...

PERISTIWA lucu belum lama ini terjadi pada akun milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 19:43

Sekolah Bayar SPP? Seperti Jaman Orde Baru Saja

BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi menilai, keberadaan pungutan SPP di SMA/SMK merupakan kemunduran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .