MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 17 Juli 2017 13:12
Minta Solusi Soal Limbah dari Perusahaan, Ternyata Tidak Terbukti

Pemkab Lamandau Harus Bertindak

Warga Kujan dan Bulik yang meminta penyelesaian bau limbah dari perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di dekat pemukiman warga //FOTO : GALIH/KALTENG POS

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Masalah bau limbah diduga dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT KSO dan PT SAL di wilayah Kabupaten Lamandau makin dapatkan perhatian. Setelah ada rencana aksi damai tanggal 19 Juli 2017 nanti, kini berbagai pihak mendukung aksi tersebut.

"Kita pastikan telah pastikan aksi damai akan dimulai di gedung DPRD Lamandau dan perusahaan," tegas Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Lamandau, Ali Maspuan atau biasa disapa Sapuan ini, kemarin.

Aksi damai, kata Sapuan telah disampaikan kepada pihak terkait, karena tujuan masalah bau limbah dan tidak boleh lakukan aksi-aksi anarkis. "Kita minta solusi dari perusahaan, pemerintah dan DPRD. Sebab janji tiga bulan akan diatasi, ternyata tidak terbukti hingga satu tahun," ucapnya.

Ketua DPRD Lamandau Tomy Hermal Ibrahim menyatakan, sangat wajar masyarakat resah dengan bau limbah dari PKS. Apalagi sudah beberapa kali perusahaan diingatkan untuk atasi masalah bau limbah tersebut."Kita akan dukung aksi warga ini dan menunggu kedatangan untuk difasilitasi solusi dengan perusahaan," ujar Tomy.

Tomy mempersilahkan masyarakat lakukan aksi damai, namun harus menjaga keamanan dan tidak melakukan aksi anarkis. "Itu (bau limbah) sudah meresahkan dan semua berdampak jadi harus ada solusinya. Apalagi sudah ada janji dari perusahaan untuk atasi tapi belum juga," pungkasnya.

Sementara Anggota DPRD Lamandau Martinus Maka menegaskan, siapapun akan mencium bau limbah tersebut dan sudah sangat meresahkan. Sehingga aksi damai yang akan ditempuh masyarakat agar ada solusi atasi bau limbah."Kita dukung dan apresiasi langkah masyarakat tersebut. Tapi tetap ingatkan dapat berjalan aman dan damai dengan tidak lakukan aksi anarkis," ujar Ketua PAN Lamandau ini.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamandau Eldy mengatakan, pihaknya menunggu laporan progres pertemuab yang perusahaan laksanakan. Khususnya hasil Rapat dan kunjungan bupati serta ketua DPRD ke kedua perusahaan tersebut."Belum kami terima laporannya," ujar Eldy melalui pesan singkat.

Kalau dampak polusi bau, lanjut Eldy memang mengganggu kenyamanan masyarakat dan dikeluhkam. Tetapi pihak dunia usaha harus segera menanggulangi dengan pengelolaan limbah untuk meminimalisir bau limbah tersebut. (alh/dar)

 

Tuntutan Warga Aksi Damai Terkait Bau Limbah.

1. Meminta penjelasan secara terbuka hasil sidak dan investigasi yang dilakukan DPRD Lamandau dan Pemkab Lamandau beberapa waktu lalu.

2. Meminta penjelasan tentang tindakan yang telah dilakukan DPRD dan Pemkab Lamandau terkait bau limbah yang menganggu serta meresahkan masyarakat.

3. Meminta pihak PT KSO dan PT SAL agar mengatasi secara total dampak pencemaran lingkungan, khususnya bau limbah yang disebabkan oleh pabrik mereka secara tuntas.

4. Meminta bau limbah yang meresahkan ini diatasi secepat mungkin paling lambat 1 bulan sejak tuntutan ini dibuat.

5. Meminta Pemkab Lamandau untuk menindak dengan tegas kepada manajemen PT KSO dan PT SAL apabila ingkar janji atas kesepakatan ini.

6. Apabila tuntutan ini tidak dipenuhi oleh Pemkab Lamandau beserta PT KSO dan PT SAL. Maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi sampai tuntutan kami dipenuhi.


BACA JUGA

Kamis, 17 Agustus 2017 13:04

Dua Kali Lakukan Kesalahan Fatal, Perusak Rujab Terancam Dipecat

PALANGKA RAYA – Kasus perusakan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas berbuntut panjang. Meski saat…

Kamis, 17 Agustus 2017 12:47

Waduuhh…! Garam “Kaca” Beredar di Kalteng

PALANGKA RAYA – Heboh garam bercampur kaca memang belum bisa dipastikan kebenarannya. Viral video…

Kamis, 17 Agustus 2017 12:27

Nonton Balap Karung, Sahrian Ditikam dan Meninggal di Pelukan Istri

TAMIANG LAYANG - Nahas menimpa Sahrian (36) Warga Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Bartim.…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:58
Satu Dasawarsa DAD Kalteng

Agustiar: Orang Dayak Harus Jadi Tuan Rumah di Kampung Sendiri

PALANGKA RAYA – Tak terasa, sejak didirikan pada 16 Agustus 2008 lalu, Dewan Adat Dayak (DAD)…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:30

Oknum Anggota Dewan yang Mengamuk Juga Ancam Bupati Kapuas?

PALANGKA RAYA – Polres Kapuas terus mendalami kasus perusakan rumah jabatan bupati setempat yang…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:19

Mencuri di Masjid, Residivis Bonyok Dihakimi Warga

PALANGKA RAYA- Perbuatan konyol dilakukan oleh Rapii (27), pemuda asal Kota Banjarmasin. Ia nekat mencuri…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:47

Menurut Polisi, Ini Alasan Oknum Anggota Dewan Rusak Rujab Bupati Kapuas

PALANGKA RAYA – Kelanjutan kasus pengerusakan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas yang telah menetapkan…

Selasa, 15 Agustus 2017 13:51

HOAX: Kendaraan tanpa Bendera Ditilang Polisi

PALANGKA RAYA - Beredar kabar di media sosial yang menyebut telah dikenakan denda tilang oleh polisi…

Senin, 14 Agustus 2017 18:28

Wow..! 7.500 Kayu Gelondongan Diamankan di Sungai Barito

PALANGKA RAYA – Lagi, pihak kepolisian berhasil menggagalkan pengiriman kayu diduga ilegal melalui…

Senin, 14 Agustus 2017 18:15

BEM UPR Curigai Ada Setingan di Pemilihan Rektor

PALANGKA RAYA - Belum juga dilaksanakan, bahkan diundur, pemilihan rektor Universitas Palangka raya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .