MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 17 Juli 2017 13:12
Minta Solusi Soal Limbah dari Perusahaan, Ternyata Tidak Terbukti

Pemkab Lamandau Harus Bertindak

Warga Kujan dan Bulik yang meminta penyelesaian bau limbah dari perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di dekat pemukiman warga //FOTO : GALIH/KALTENG POS

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Masalah bau limbah diduga dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT KSO dan PT SAL di wilayah Kabupaten Lamandau makin dapatkan perhatian. Setelah ada rencana aksi damai tanggal 19 Juli 2017 nanti, kini berbagai pihak mendukung aksi tersebut.

"Kita pastikan telah pastikan aksi damai akan dimulai di gedung DPRD Lamandau dan perusahaan," tegas Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Lamandau, Ali Maspuan atau biasa disapa Sapuan ini, kemarin.

Aksi damai, kata Sapuan telah disampaikan kepada pihak terkait, karena tujuan masalah bau limbah dan tidak boleh lakukan aksi-aksi anarkis. "Kita minta solusi dari perusahaan, pemerintah dan DPRD. Sebab janji tiga bulan akan diatasi, ternyata tidak terbukti hingga satu tahun," ucapnya.

Ketua DPRD Lamandau Tomy Hermal Ibrahim menyatakan, sangat wajar masyarakat resah dengan bau limbah dari PKS. Apalagi sudah beberapa kali perusahaan diingatkan untuk atasi masalah bau limbah tersebut."Kita akan dukung aksi warga ini dan menunggu kedatangan untuk difasilitasi solusi dengan perusahaan," ujar Tomy.

Tomy mempersilahkan masyarakat lakukan aksi damai, namun harus menjaga keamanan dan tidak melakukan aksi anarkis. "Itu (bau limbah) sudah meresahkan dan semua berdampak jadi harus ada solusinya. Apalagi sudah ada janji dari perusahaan untuk atasi tapi belum juga," pungkasnya.

Sementara Anggota DPRD Lamandau Martinus Maka menegaskan, siapapun akan mencium bau limbah tersebut dan sudah sangat meresahkan. Sehingga aksi damai yang akan ditempuh masyarakat agar ada solusi atasi bau limbah."Kita dukung dan apresiasi langkah masyarakat tersebut. Tapi tetap ingatkan dapat berjalan aman dan damai dengan tidak lakukan aksi anarkis," ujar Ketua PAN Lamandau ini.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamandau Eldy mengatakan, pihaknya menunggu laporan progres pertemuab yang perusahaan laksanakan. Khususnya hasil Rapat dan kunjungan bupati serta ketua DPRD ke kedua perusahaan tersebut."Belum kami terima laporannya," ujar Eldy melalui pesan singkat.

Kalau dampak polusi bau, lanjut Eldy memang mengganggu kenyamanan masyarakat dan dikeluhkam. Tetapi pihak dunia usaha harus segera menanggulangi dengan pengelolaan limbah untuk meminimalisir bau limbah tersebut. (alh/dar)

 

Tuntutan Warga Aksi Damai Terkait Bau Limbah.

1. Meminta penjelasan secara terbuka hasil sidak dan investigasi yang dilakukan DPRD Lamandau dan Pemkab Lamandau beberapa waktu lalu.

2. Meminta penjelasan tentang tindakan yang telah dilakukan DPRD dan Pemkab Lamandau terkait bau limbah yang menganggu serta meresahkan masyarakat.

3. Meminta pihak PT KSO dan PT SAL agar mengatasi secara total dampak pencemaran lingkungan, khususnya bau limbah yang disebabkan oleh pabrik mereka secara tuntas.

4. Meminta bau limbah yang meresahkan ini diatasi secepat mungkin paling lambat 1 bulan sejak tuntutan ini dibuat.

5. Meminta Pemkab Lamandau untuk menindak dengan tegas kepada manajemen PT KSO dan PT SAL apabila ingkar janji atas kesepakatan ini.

6. Apabila tuntutan ini tidak dipenuhi oleh Pemkab Lamandau beserta PT KSO dan PT SAL. Maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi sampai tuntutan kami dipenuhi.


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 21:50

Kesempatan! Kalteng Dijatah 358 CPNS, Cek Ini Formasinya

PALANGKA RAYA – Kabar gembira bagi seluruh putra dan putri terbaik di Bumi Tambun Bungai.…

Jumat, 21 Juli 2017 21:35

Gubernur: Untuk Membangun Kalteng Lebih Baik, Silahkan Kritik Saya

PALANGKA RAYA - Untuk membangun suatu daerah, tidak bisa hanya dilakukan oleh seorang kepala daerah.…

Jumat, 21 Juli 2017 14:11

Polda Kalteng Akhirnya Tutup Dua Pabrik Kelapa Sawit

NANGA BULIK - Persoalan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT KSO dan PT SAL masih belum usia, setelah ada penutupan…

Jumat, 21 Juli 2017 11:20

Gedung SMPN 1 Lampeong Berkobar

MUARA TEWEH - Kamis (20/7) malam SMPN 1 Lampeong terbakar,  membuat geger penduduk Kecamatan Gunung…

Kamis, 20 Juli 2017 21:26

Kapuas dan Kobar Bebas Mainan Berlogo PKI

TERSEBARNYA mainan penggaris berlogo palu arit itu dikhawatirkan juga dialami pengunjung City Mall di…

Kamis, 20 Juli 2017 21:21

Wah..!!! Penggaris Berlambang PKI Beredar di Sampit

SAMPIT - Munculnya penggaris bermotif palu arit beredar di Sampit, Kotawaringin Timur. Penggaris warna…

Kamis, 20 Juli 2017 21:11

DPRD: Perda RTRWP Tak Bisa Dicabut, Tapi…

PALANGKA RAYA - Rencana pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2015 tentang RTRWP Kalteng…

Kamis, 20 Juli 2017 21:07

Gubernur Incar Batang Garing

PALANGKA RAYA – Gedung Batang Garing yang dibangun menggunakan dana konsorsium perusahaan HPH,…

Kamis, 20 Juli 2017 20:53

Bau Limbah Nyebar Kemana-mana, Dua Pabrik Kelapa Sawit Terancam Tutup

NANGA BULIK - Dampak bau limbah yang diduga berasal dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Khatulistiwa Sinergi…

Rabu, 19 Juli 2017 21:44

Terjun ke Titik Banjir, Kapolda Minta Anak-Anak dan Lansia Diungsikan

KASONGAN-Musibah banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Katingan mengundang rasa prihatin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .