MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 17 Juli 2017 13:12
Minta Solusi Soal Limbah dari Perusahaan, Ternyata Tidak Terbukti

Pemkab Lamandau Harus Bertindak

Warga Kujan dan Bulik yang meminta penyelesaian bau limbah dari perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di dekat pemukiman warga //FOTO : GALIH/KALTENG POS

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Masalah bau limbah diduga dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT KSO dan PT SAL di wilayah Kabupaten Lamandau makin dapatkan perhatian. Setelah ada rencana aksi damai tanggal 19 Juli 2017 nanti, kini berbagai pihak mendukung aksi tersebut.

"Kita pastikan telah pastikan aksi damai akan dimulai di gedung DPRD Lamandau dan perusahaan," tegas Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Lamandau, Ali Maspuan atau biasa disapa Sapuan ini, kemarin.

Aksi damai, kata Sapuan telah disampaikan kepada pihak terkait, karena tujuan masalah bau limbah dan tidak boleh lakukan aksi-aksi anarkis. "Kita minta solusi dari perusahaan, pemerintah dan DPRD. Sebab janji tiga bulan akan diatasi, ternyata tidak terbukti hingga satu tahun," ucapnya.

Ketua DPRD Lamandau Tomy Hermal Ibrahim menyatakan, sangat wajar masyarakat resah dengan bau limbah dari PKS. Apalagi sudah beberapa kali perusahaan diingatkan untuk atasi masalah bau limbah tersebut."Kita akan dukung aksi warga ini dan menunggu kedatangan untuk difasilitasi solusi dengan perusahaan," ujar Tomy.

Tomy mempersilahkan masyarakat lakukan aksi damai, namun harus menjaga keamanan dan tidak melakukan aksi anarkis. "Itu (bau limbah) sudah meresahkan dan semua berdampak jadi harus ada solusinya. Apalagi sudah ada janji dari perusahaan untuk atasi tapi belum juga," pungkasnya.

Sementara Anggota DPRD Lamandau Martinus Maka menegaskan, siapapun akan mencium bau limbah tersebut dan sudah sangat meresahkan. Sehingga aksi damai yang akan ditempuh masyarakat agar ada solusi atasi bau limbah."Kita dukung dan apresiasi langkah masyarakat tersebut. Tapi tetap ingatkan dapat berjalan aman dan damai dengan tidak lakukan aksi anarkis," ujar Ketua PAN Lamandau ini.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamandau Eldy mengatakan, pihaknya menunggu laporan progres pertemuab yang perusahaan laksanakan. Khususnya hasil Rapat dan kunjungan bupati serta ketua DPRD ke kedua perusahaan tersebut."Belum kami terima laporannya," ujar Eldy melalui pesan singkat.

Kalau dampak polusi bau, lanjut Eldy memang mengganggu kenyamanan masyarakat dan dikeluhkam. Tetapi pihak dunia usaha harus segera menanggulangi dengan pengelolaan limbah untuk meminimalisir bau limbah tersebut. (alh/dar)

 

Tuntutan Warga Aksi Damai Terkait Bau Limbah.

1. Meminta penjelasan secara terbuka hasil sidak dan investigasi yang dilakukan DPRD Lamandau dan Pemkab Lamandau beberapa waktu lalu.

2. Meminta penjelasan tentang tindakan yang telah dilakukan DPRD dan Pemkab Lamandau terkait bau limbah yang menganggu serta meresahkan masyarakat.

3. Meminta pihak PT KSO dan PT SAL agar mengatasi secara total dampak pencemaran lingkungan, khususnya bau limbah yang disebabkan oleh pabrik mereka secara tuntas.

4. Meminta bau limbah yang meresahkan ini diatasi secepat mungkin paling lambat 1 bulan sejak tuntutan ini dibuat.

5. Meminta Pemkab Lamandau untuk menindak dengan tegas kepada manajemen PT KSO dan PT SAL apabila ingkar janji atas kesepakatan ini.

6. Apabila tuntutan ini tidak dipenuhi oleh Pemkab Lamandau beserta PT KSO dan PT SAL. Maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi sampai tuntutan kami dipenuhi.


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 21:31

Golkar Panggil Anggota Dewan Perusak Rujab Bupati Kapuas

PALANGKA RAYA – DPD Partai Golkar Kalteng akhirnya melakukan pemanggilan terhadap Bob Dwi Cipta…

Minggu, 24 September 2017 21:13

Gara-gara Lahan, Dua Kadis Ditangkap Polisi?

PANGKALAN BUN – Menjelang akhir pekan kemarin, muncul kabar di sekitar Kota Pangkalan Bun yang…

Minggu, 24 September 2017 21:00

Ketua DPRD Katingan Sebut APBD Hilang Ulah Oknum di Pemkab dan BTN

KASONGAN – Tak jelasnya uang deposito milik Pemerintah Kabupaten Katingan yang disimpan di Bank…

Minggu, 24 September 2017 09:09

GEGER! Hujan Deras, Rumah dan Bangunan Walet Hancur Disambar Petir

SAMPIT - Warga Jalan Yahya Usman, Desa Cempaka Mulia Barat Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur geger.…

Sabtu, 23 September 2017 20:13

Pemkab Katingan Layangkan Surat Ketiga ke BTN

KASONGAN – Pemkab Katingan juga terus melakukan gerakan. Mereka tidak tinggal diam dan terus menelusuri…

Sabtu, 23 September 2017 19:49

Kasus Pengrusakan Rujab Bupati Hampir P-21

PALANGKA RAYA – Aparat kepolisian terus memproses perkara dugaan penyerangan (pengrusakan) rumah…

Sabtu, 23 September 2017 19:41

Polda Kalteng Kumpulkan Saksi Raibnya APBD Katingan

PALANGKA RAYA – Setelah Pemkab Katingan mengadukan kejanggalan terkait simpanan Anggaran Pendapatan…

Sabtu, 23 September 2017 19:27

Kerja Bersama untuk Restorasi Gambut

PALANGKA RAYA - Rombongan dua Kedutaan Besar (Kedubes) Norwegia Mr Veegard Kaale dan Kedubes Inggris…

Jumat, 22 September 2017 21:39

Kata Gubernur, Tiga Hal Ini Jadi Masalah Besar Kalteng

PALANGKA RAYA– Pembangunan di Kalteng memang terus meningkat. Namun, hingga saat ini, Bumi Tambun…

Jumat, 22 September 2017 21:36

Ditangkap Polisi, Dua Cewek Kapok “Jual Diri” di Bee Talk

PALANGKA RAYA– Tertangkapnya sindikat muncikari yang menawarkan jasa prostitusi di aplikasi media…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .