MANAGED BY:
RABU
26 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 13 Juli 2017 16:24
Di Police Line, Ruangan Disdik Kapuas Digeledah dan Dijaga Polisi Bersenjata Lengkap
Ruangan Disdik Kapuas tampak dipasangi police line dan dijaga polisi bersenjata lengkap. (TIGOR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS–Dugaan Pungutan Liar (Pungli) diwarnai dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oknum kepala seksi di Disdik Kapuas, terus ditelusuri kepolisian. Polres Kapuas dibantu Ditkrimsus Tipikor Polda Kalteng, menggeledah tiga ruangan untuk mengungkap hasil OTT dua oknum ASN Disdik Kapuas saat meminta uang sebesar Rp300 ribu kepada sejumlah kepala PAUD.

OTT saat pencairan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), menyita Rp34 juta dari kardus yang diletakkan di bawah meja saat pencairan. Mengenai dugaan pungli yang dilakukan dua ASN tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Disdik Kapuas Ilham Anwar mengatakan, dirinya tidak pernah menginstruksikan kepada panitia penyerahan BOP untuk meminta pungli, bahkan pada saat apel Senin dirinya meminta agar Disdik Kapuas bersih dari pungli.

“Pada apel hari Senin saya meminta agar Disdik bebas dari pungli, eh sekarang malah tersandung hal seperti ini,” ucapnya.

Saat terjadi OTT Senin (11/7) lalu, ia mengaku tidak tahu sama sekali. Ia sebatas mengetahui ada pencairan dan proses penyerahan di Aula Disdik. “Senin dan selasa saya menghadiri rapat di DPRD, saya sangat sibuk menyiapkan berkas untuk provinsi dan DPRD. Namun benar saya dikabari Kabid PAUD Pak Simpei bahwa ada penandatanganan MoU terkait BOP untuk PAUD dan saya perbolehkan acara digelar di Aula Disdik,” katanya saat dikonfirmasi Kalteng Pos, Rabu (12/7).

Terkait pegawainya terjaring OTT, Ilham tidak bisa memberikan komentar. Ia mengaku terkejut karena diketahuinya acara tersebut hanyalah penandatanganan MoU. “Setelah itu saya panggil Kabid PAUD yaitu Pak Simpei dan menanyakan mengapa dua ASN tersebut sampai diamankan pihak Polres. Kabid menjawab memiliki program dan rencana yang belum dilaporkan kepada saya, namun telah dilakukan. Kalau saya tahu dari awal, sudah saya cut (potong) program dari Kabid PAUD tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu, dia menekankan apabila membicarakan masalah pungli tentu sudah menyalahi aturan yang ada. Namun, apabila acara penandatanganan MoU terkait BOP tersebut, menurutnya memang suatu keharusan.

“Jika MoU sudah ditandatangani kepala sekolah PAUD, kemudian akan diajukan kepada Pemda untuk mentransferkan dan dana masuk ke rekening, apabila tidak tanda tangan tidak akan ditransfer, terlebih lagi kami diberi waktu untuk kegiatan ini,” bebernya.

Sementara itu, Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat Simpei saat dikonfirmasi menjelaskan, memang yang berperan dalam kegiatan tersebut oknum Kasi PAUD. Diceritakannya, awalnya oknum tersebut berbagi cerita terkait bidangnya tidak memiliki dana pendamping untuk kegiatan penyerahan BOP.

“Kemudian Kasi mengusulkan permohonan bantuan kepada lembaga calon penerima dengan rincian pengadaan kertas, buku panduan dan materai. Untuk satu lembaga penerima pihaknya membutuhkan lima buah materai, setelah dikalikan dengan jumlah penerima BOP semuanya sekitar Rp13 juta ditambah buku bantuan dan penerima di kecamatan yang tidak bisa menghadiri kegiatan,” tegasnya.

Pungutan kepada kepala PAUD itu, memang dibebankan kepada kepala PAUD dan dananya untuk kepala PAUD itu sendiri. “Intinya pungutan tersebut dari mereka (penerima BOP, red) dan untuk mereka. Setelah itu saya menyuruh Kasi tersebut untuk melaporkan dan meminta kesepakatan antara lembaga penerima BOP tersebut setuju apa tidak,” imbuh dia.

Untuk rincian program tersebut, lanjut Simpei, belum disampaikan karena masih fokus mengerjakan lainnya. Rencana awalnya, akan dilaporkan Selasa sore (11/7). Tapi, polisi terlanjur menangkap dua oknum pegawainya tersebut.

“Saya tidak menginstruksikan pungli namun mengetahui rencana tersebut, tapi persetujuan mengenai pungutan Rp300 ribu itu mungkin tidak disampaikan Kasi kepada penerima BOP. Pungutan untuk pembelian materai, kertas dan buku panduan,” terangnya.

Usai penggeledahan, Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar menjelaskan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan mendalam kepada Kadis, Kabid, Kasi dan seorang oknum ASN yang diduga meminta pungutan. 

“Sekarang kami sedang fokus melakukan pemeriksaan di lapangan, Kabid dan Kadis. Hasil yang kami dapatkan dibantu Tipikor Polda Kalteng, saat pengeledahan di Disdik kami mengamankan empat berkas penunjang pemeriksaan,” ucapnya.

Dari keterangan sementara, lanjut dia, rencana uang mengalir kepada siapa saja masih dalam pengembangan dan untuk status kedua oknum itu masih saksi. “Tapi apabila nanti status sudah naik menjadi tersangka, akan masuk dalam tindak pidana korupsi. Untuk sekarang kami juga masih melakukan pemeriksaan mendalam kepada Kadis dan Kabid,” ujarnya.

Saat melakukan pengamanan kepada dua oknum ASN, Polres Kapuas telah melakukan pengawasan beberapa hari sebelum dilakukannya penangkapan. “Saat di TKP, anggota kita mengamankan uang di dalam kardus berjumlah Rp34 juta, daftar hadir dan untuk lebih dalam kami akan mengadakan press release besok (hari ini, red) dan semua akan jelas,” tegasnya.

Pantuan Kalteng Pos di lapangan, tiga ruangan diperiksa oleh anggota Polres dan Polda Kalteng. Pertama, ruang Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat, ruang Kepala Dinas, kemudian ruang rapat dan terakhir Aula Disdik yang dipasangi police line. (ola/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juli 2017 20:37

Wah…! Pengelola Ingin Jual Gedung Batang Garing?

PALANGKA RAYA – Gedung Batang Garing rencananya ingin dimiliki Pemprov, belum jelas. Sekalipun…

Rabu, 26 Juli 2017 15:45

Tim Puslabfor Selidiki Bekas Lokasi Kebakaran SD, Hasilnya...?

PALANGKA RAYA – Mulai Rabu pagi (26/7), tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri…

Selasa, 25 Juli 2017 00:42

Ungkap Kebakaran 4 SD, Polda Kalteng Bentuk Tim Khusus

PALANGKA RAYA – Untuk mengungkap kasus terbakarnya bangunan empat sekolah dasar (SD) di Palangka…

Senin, 24 Juli 2017 23:02

Tegas! Ini Pernyataan Gubernur tentang Pemutusan Kerjasama dengan UPR

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran pun akhirnya ikut angkat bicara terkait…

Senin, 24 Juli 2017 22:36

Ponsel Aanslow Diperiksa di Mabes Polri

PALANGKA RAYA – Jajaran kepolisian terus bekerja ekstra menelusuri dan menguak penyebab kebakaran…

Senin, 24 Juli 2017 22:17

Pengakuan Aanslow, Pemuda yang Sempat Diduga Pelaku Pembakaran SD

PALANGKA RAYA – Kebakaran di SDN 4 menteng, SDN 4 Langkai, SDN 1 Langkai dan SDN 5 Langkai masih…

Senin, 24 Juli 2017 21:48

Gubernur Kalteng: Pelaku Pembakaran Sekolah Sama dengan Teroris

PALANGKA RAYA – Kebakaran di SDN 4 menteng, SDN 4 Langkai, SDN 1 Langkai dan SDN 5 Langkai masih…

Senin, 24 Juli 2017 21:31

Kerjasama Diputus, Ini Dampak yang Akan Ditakutkan UPR

PALANGKA RAYA – Pemprov Kalimantan Tengah memutuskan untuk menyetop sementara kerjasama dengan…

Senin, 24 Juli 2017 21:11

DPRD Sepakat Gedung Batang Garing Diambil Alih

PALANGKA RAYA – Belum lama ini, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran meminta agar Gedung Batang…

Senin, 24 Juli 2017 13:57

Pemprov Kalteng Putuskan Kerjasama dengan UPR

PALANGKA RAYA – Berbagai persoalan yang merundung Universitas Palangka Raya (UPR), akhirnya membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .