MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 12 Juli 2017 21:53
Waduh...! Sapundu Berusia 100 Tahun Dicuri dari Balai Kaharingan
Ilustrasi. Patung Sapundu kuno

PROKAL.CO, Waduh...! Sapundu Berusia 100 Tahun Dicuri dari Balai Kaharingan

KASONGAN–Pencurian situs budaya milik Kabupaten Katingan kembali terulang. Sebuah Sapundu berusia lebih dari 100 tahun di Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, hilang dicuri maling. 

Peristiwa pencurian ini terjadi persis di rumah Balai Kaharingan, Desa Luwuk Kanan, Senin (10/7) sekitar pukul 02.00 WIB.

Informasi diperoleh Kalteng Pos menyebutkan, pencurian aset budaya daerah ini dipastikan lebih dari satu orang pelaku. Sebab, pencurian patung yang terbuat dari kayu ulin yang ditancapkan di atas tanah itu, tidak mudah untuk dicabut seorang diri. 

Pencurian kali ini tidak lagi dengan cara dipotong seperti pada peristiwa sebelumnya. 

Kali ini, para pelaku mencabut langsung Sapundu itu dari tanah secara utuh dan langsung membawa lari dengan menggunakan kendaraan roda empat. Pada saat peristiwa pencurian itu, sejumlah warga memang ada mendengar kendaraan lewat di desa tersebut dengan kecepatan tinggi. Namun, warga tidak mencurigai adanya pencurian. 

Peristiwa ini baru diketahui pada pagi harinya setelah melihat Sapundu tersebut tidak ada lagi di tempatnya. 

Camat Tasik Payawan Pimanto ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa pencurian Sapundu di wilayahnya. Kasus ini, kata dia, sudah dilaporkan ke Polsek Tasik Payawan untuk dilakukan penyelidikan dan mencari keberadaan para pelakunya. 

“Ini baru pertama kali terjadi pencurian Sapundu di Desa Luwuk Kanan. Sebelumnya tidak pernah ada kehilangan seperti di daerah kecamatan yang lain. Kita menduga pelakunya ini orang luar dan diduga juga ada keterlibatan orang dalam,” ujar Pimanto kepada sejumlah wartawan ketika menghadiri kegiatan Rakordal di Kasongan, Selasa (11/7).

Mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Katingan ini mengatakan, di wilayah Kecamatan Tasik Payawan banyak terdapat Sapundu tersebar di delapan desa dengan usia ratusan tahun. Oleh sebab itulah, dirinya sangat prihatin atas aksi pencurian ini. 

“Kemarin (Senin, red) kita sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian dan tim sudah turun ke lokasi kejadian,” katanya.

Mengantisipasi terulangnya pencurian ini, pihak desa sudah membentuk tim untuk meningkatkan pengamanan dan penjagaan terhadap keberadaan Sapundu yang ada di masing-masing desa. 

“Sebab masih banyak sekali Sapundu di wilayah kita itu, yang usianya mencapai ratusan tahun. Ini harus betul-betul kita jaga jangan sampai hilang lagi. Jadi tim nanti akan jaga secara bergiliran di setiap desa,” ucapnya.

Sekadar diketahui, pencurian aset budaya ini memang terjadi hampir setiap tahun di wilayah Kabupaten Katingan. Di tahun 2017 inilah pencurian terjadi berulang kali. Sebelumnya, awal tahun lalu, pencurian terjadi di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah. Tidak lama kemudian, peristiwa kembali terjadi di Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah. 

Selanjutnya di tahun 2016 juga ada terjadi pencurian Sapundu dan 2015 pencurian meriam di salah satu Makam Pejuang yang terletak di Kecamatan Sanaman Mantikei. Walaupun aksi pencurian ini sudah berulang kali terjadi, hingga saat ini tidak satu pun pelaku berhasil ditangkap pihak kepolisian. (eri/c3/abe/nto)

 


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 23:05

Sudah 17 Ribu Lebih Pemudik Lewat Kumai

Sementara itu, pada H-4, ribuan penumpang membanjiri kawasan Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten…

Senin, 11 Juni 2018 19:18

Berani Tempeleng Amien Rais, Sigit Mengaku Hanya Guyon

PALANGKA RAYA–Setelah komentarnya di media sosial facebook, Minggu (10/6) siang mendapat tanggapan…

Senin, 11 Juni 2018 18:37

Ancam Amien Rais, BMPAN Kalteng Laporkan Sigit ke Polisi

PALANGKA RAYA – Puluhan anggota Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BMPAN), Senin (11/6) siang…

Minggu, 10 Juni 2018 10:29

Walhi: PBS Minim Kontribusi, Banyak Aturan tapi Tidak Digunakan

PALANGKA RAYA-Banyaknya konflik antar masyarakat dengan Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Bumi Tambun…

Minggu, 03 Juni 2018 00:44

PARAH..!! Rusuh di PT IMK Sudah Dua Kali, Ini Kerugian yang Dihasilkan

PURUK CAHU-Bentrokan antara warga dan perusahaan serta aparat keamanan di PT Indo Muro Kencana (IMK)…

Minggu, 03 Juni 2018 00:12

Rusuh di PT IMK, Kabag Ops Polres Mura dan Tiga Balita Terluka

PURUK CAHU - Bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga di kawasan PT Indo Muro Kencana…

Sabtu, 02 Juni 2018 23:53

PT IMK Mencekam, Warga Vs Aparat Keamanan Bentrok

PURUK CAHU–Memanasnya suasana di antara warga dan PT Indo Muro Kencana (IMK), di Kabupaten Murung …

Senin, 14 Mei 2018 09:35

Inilah Para Hakim dan Pandawa yang Mengadili Wilmar Group

PALANGKA RAYA – Hari ini, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggelar Sidang Perdamaian Adat Dayak,…

Senin, 14 Mei 2018 09:32

Pagi Ini, Wilmar Group Akan Disidang Adat

PALANGKA RAYA-Pagi ini (14/5), Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggelar Sidang Perdamaian Adat Dayak,…

Minggu, 13 Mei 2018 15:18

Pj Sekda Kalteng Ancam Sanksi Pejabat yang Belum Lakukan Ini

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi Kalteng memiliki komitmen tinggi terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .