MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Minggu, 09 Juli 2017 18:31
Inilah Perkiraan Pakar Ekonomi Biaya Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya
Pusat Kota Palangka Raya dilihat dari udara. (JONY/KALTENG POS)

PROKAL.CO, UNTUK memindahkan ibu kota negara atau pemerintahan diperlukan biaya yang luar biasa besar. Tidak hanya sekadar puluhan miliar, tapi mencapai ratusan triliun rupiah.

Menurut pakar Ekonomi Makro Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono, setidaknya butuh minimal Rp500 triliun untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Jumlah tersebut lebih besar dibanding uang yang dikeluarkan Grup Lippo sebesar Rp276 triliun untuk membangun kota baru Meikarta di sekitar Karawang.

"Kalau di Kalimantan, pasti lebih mahal. Minimal Rp500 triliun, perkiraan saya," ujar Tony Prasetiantono kepada JawaPos.com, Minggu (9/7).

Menurut dia, uang tersebut lebih baik dipakai untuk membangun infrastruktur di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan ketimbang hanya dialokasikan khusus untuk membangun ibu kota baru. "Ini juga lebih cepat memeratakan pembangunan. Bakal lebih efektif, menurut saya," sebut dia.

Diakui Tony, wacana pemindahan ibu kota adalah hal yang bagus. Akan tetapi, lebih baik Presiden Joko Widodo saat ini fokus dengan program kerja kabinetnya, yakni  dengan mendorong pembangunan infrastruktur. Anggaran pemerintah untuk itu mencapai Rp300 triliun.

Tentu itu jumlah yang besar, tapi tetap belum cukup. Dia menuturkan, idealnya belanja infrastruktur untuk negara emerging market seperti Indonesia adalah 5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Atau artinya sekitar Rp600-650 triliun.

"Nah, apa jadinya kalau belanja infrastruktur tersebut masih harus dibebani biaya membangun ibu kota baru. Sebaiknya kita fokus dulu untuk membangun infrastruktur," jelas Tony.

Dia melihat terjadi konflik target. Dimana di satu pihak Jokowi ingin ngebut untuk mengejar ketertiggalan infrastruktur. Di sisi lain ada keinginan untuk memindah ibu kota yang pasti akan memakan banyak ongkos.

"Kedua kepentingan bertabrakan, terjadi konflik. Saran saya, sebaiknya pemerintah fokus saja dengann pembangunan infrastruktur, itu sudah benar. Jangan lalu pecah fokus," tegasnya.

Memang sudah ada beberapa contoh negara yang memindahkan ibu kota atau memisahkan antara pusat pemerintahan dengan pusat bisnis. Seperti Australia yang membuat ibu kota baru di Canberra.

Namun bedanya, negara tersebut penduduknya sedikit, sekitar 20 juta orang. Negaranya pun cuma satu daratan. Jadi lebih mudah mengelolanya dibandingkan Indonesia, dan pasti ongkosnya lebih murah.

Lagipula kata Tony, jika menteri-menteri kantornya di Kalimantan, mereka tetap saja akan sering ke Jawa. Sebab pusat ekonomi dan penduduk ada di Jawa.

"Kalau Canberra kan letaknya di antara Sydney dan Melbourne, jadi relatif tidak masalah. By the way, PM Australia juga banyak tinggal di Sydney," pungkas pria yang pernah tinggal selama empat tahun di Canberra itu. (dna/JPG/nto)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 22:06

Sadis! Sambil Begituan, Istri Dibunuh dengan Keji

PERBUATAN Dedy Perangin-angin benar-benar keji. Pria 25 tahun itu tega membunuh istrinya sendiri secara…

Kamis, 20 Juli 2017 21:46

Tegas! Kapolri Perintahkan Langsung Tembak di Tempat Bandar Narkoba

MARAKNYA peredaran narkoba di Indonesia membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian gerah. Hingga dia pun…

Minggu, 09 Juli 2017 18:48

Gara-gara Hal Ini, Pengamat Sebut Palangka Raya Tak Layak Jadi Ibu Kota

PENGAMAT lingkungan dari Universitas Trisaksi, Nirwono Yoga mengatakan, Palangka Raya tidak memenuhi…

Minggu, 09 Juli 2017 18:31

Inilah Perkiraan Pakar Ekonomi Biaya Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya

UNTUK memindahkan ibu kota negara atau pemerintahan diperlukan biaya yang luar biasa besar. Tidak hanya…

Kamis, 29 Juni 2017 14:52

Wah…! Mulai Juli 2017, Tunjangan Anggota DPRD Naik

ANGGOTA serta pimpinan DPRD bakal menikmati tambahan tunjangan awal Juli mendatang seiring diberlakukannya…

Kamis, 29 Juni 2017 13:43

PPDB Sistem Zonasi Bisa Terima Siswa Dari Luar Daerah

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)…

Rabu, 28 Juni 2017 14:30

Pak Polisi Terlelap di Pos, Tiba-tiba Kapolres Datang, Begini Deh Jadinya

EMPAT anggota Polrestabes Surabaya hanya bisa terkaget-kaget saat tengah asyik terlelap pulas di pos…

Selasa, 20 Juni 2017 14:59

Breaking News: OTT, KPK Tangkap Gubernur Bengkulu

KOMISI Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini,…

Senin, 19 Juni 2017 16:10

Duh..! Biasa Tagihan Listrik Rp70 Ribu per Bulan, Subsidi Dicabut Langsung jadi Rp160 Ribu

DAMPAK kebijakan subsidi tepat sasaran juga membuat banyak masyarakat yang akhirnya tidak mendapatkan…

Senin, 19 Juni 2017 15:45

Oknum Anggota Brimob Aniaya dan Ancam Tembak Wartawan ANTARA

KEKERASAN terhadap wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik kembali berulang. Kali ini, kekerasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .