MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Minggu, 09 Juli 2017 18:31
Inilah Perkiraan Pakar Ekonomi Biaya Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya
Pusat Kota Palangka Raya dilihat dari udara. (JONY/KALTENG POS)

PROKAL.CO, UNTUK memindahkan ibu kota negara atau pemerintahan diperlukan biaya yang luar biasa besar. Tidak hanya sekadar puluhan miliar, tapi mencapai ratusan triliun rupiah.

Menurut pakar Ekonomi Makro Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono, setidaknya butuh minimal Rp500 triliun untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Jumlah tersebut lebih besar dibanding uang yang dikeluarkan Grup Lippo sebesar Rp276 triliun untuk membangun kota baru Meikarta di sekitar Karawang.

"Kalau di Kalimantan, pasti lebih mahal. Minimal Rp500 triliun, perkiraan saya," ujar Tony Prasetiantono kepada JawaPos.com, Minggu (9/7).

Menurut dia, uang tersebut lebih baik dipakai untuk membangun infrastruktur di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan ketimbang hanya dialokasikan khusus untuk membangun ibu kota baru. "Ini juga lebih cepat memeratakan pembangunan. Bakal lebih efektif, menurut saya," sebut dia.

Diakui Tony, wacana pemindahan ibu kota adalah hal yang bagus. Akan tetapi, lebih baik Presiden Joko Widodo saat ini fokus dengan program kerja kabinetnya, yakni  dengan mendorong pembangunan infrastruktur. Anggaran pemerintah untuk itu mencapai Rp300 triliun.

Tentu itu jumlah yang besar, tapi tetap belum cukup. Dia menuturkan, idealnya belanja infrastruktur untuk negara emerging market seperti Indonesia adalah 5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Atau artinya sekitar Rp600-650 triliun.

"Nah, apa jadinya kalau belanja infrastruktur tersebut masih harus dibebani biaya membangun ibu kota baru. Sebaiknya kita fokus dulu untuk membangun infrastruktur," jelas Tony.

Dia melihat terjadi konflik target. Dimana di satu pihak Jokowi ingin ngebut untuk mengejar ketertiggalan infrastruktur. Di sisi lain ada keinginan untuk memindah ibu kota yang pasti akan memakan banyak ongkos.

"Kedua kepentingan bertabrakan, terjadi konflik. Saran saya, sebaiknya pemerintah fokus saja dengann pembangunan infrastruktur, itu sudah benar. Jangan lalu pecah fokus," tegasnya.

Memang sudah ada beberapa contoh negara yang memindahkan ibu kota atau memisahkan antara pusat pemerintahan dengan pusat bisnis. Seperti Australia yang membuat ibu kota baru di Canberra.

Namun bedanya, negara tersebut penduduknya sedikit, sekitar 20 juta orang. Negaranya pun cuma satu daratan. Jadi lebih mudah mengelolanya dibandingkan Indonesia, dan pasti ongkosnya lebih murah.

Lagipula kata Tony, jika menteri-menteri kantornya di Kalimantan, mereka tetap saja akan sering ke Jawa. Sebab pusat ekonomi dan penduduk ada di Jawa.

"Kalau Canberra kan letaknya di antara Sydney dan Melbourne, jadi relatif tidak masalah. By the way, PM Australia juga banyak tinggal di Sydney," pungkas pria yang pernah tinggal selama empat tahun di Canberra itu. (dna/JPG/nto)


BACA JUGA

Senin, 18 September 2017 16:17

Proses Pilkada Harus Diluruskan

JAKARTA-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan peraturan terkait proses…

Jumat, 15 September 2017 06:51

Orangutan Asal Kalteng Diajak Warga Naik Motor di Kuwait

SAMPIT-Setelah beberapa bulan berada di wilayah Negara Timur Tengah bayi orangutan bernama Taymur (3)…

Selasa, 05 September 2017 23:21

PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tak mau tinggal diam menyikapi krisis kemanusiaan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 20:01

Wew...! Uang Hasil Tuyul Bisa Kena Pajak Juga Loh...

PERISTIWA lucu belum lama ini terjadi pada akun milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 19:43

Sekolah Bayar SPP? Seperti Jaman Orde Baru Saja

BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi menilai, keberadaan pungutan SPP di SMA/SMK merupakan kemunduran…

Rabu, 16 Agustus 2017 01:00

BNN Sebut 66 Narkoba Jenis Baru Sudah Masuk Indonesia, Ini Namanya

BADAN Narkotika Nasional (BNN) mengkonfirmasi bila telah ada narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia.…

Selasa, 08 Agustus 2017 12:20
DPRD Kota

Pemko Diminta Sediakan Anggaran Tiga Sektor Penting

PALANGKA RAYA - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Rusliansyah, meminta Pemerintah Kota (Pemko)…

Senin, 07 Agustus 2017 13:37

Ormas Berseragam Mirip TNI Bakal Ditindak Tegas

MARAKNYA organisasi masyarakat (ormas) yang berseragam lengkap mirip dengan Tentara Nasional Indonesia…

Minggu, 30 Juli 2017 22:46

Mendagri: Lembaga Dayak Kekuatan NKRI

KEBERADAAN lembaga adat dan kelompok adat sejak dulu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pembangunan.…

Kamis, 27 Juli 2017 22:00

CATAT NIH..!!! Jadwal dan Syarat Pendaftaran CPNS Kemenkum HAM 2017

PENDAFTARAN Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dan Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .