MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 08 Juli 2017 23:32
Lebih Dekat dengan Nenek Salamah, Penghuni Panti Trisna Werdha (2/habis)
Tidak Ingin Merepotkan Anak dan Cucu, Siapkan Peralatan Ketika Meninggal
Nenek Salamah saat menunjukkan peralatan yang akan dipakai ketika ia meninggal kelak, Kamis (6/7) siang. (NAUVAL FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Sejatinya di usia senjanya nenek Salamah ingin hidup bahagia bersama anak dan cucunya. Namun apa daya? nasib berkata lain. Di sisa hidupnya, harus menghabiskan hari-harinya di panti jompo.

ENDRAWATI, Palangka Raya

SEBELUM tinggal di panti jompo, nenek Salamah dulu tinggal di Pujon. Setelah suaminya meninggal sekitar 10 tahun yang lalu, ia pun tinggal bersama kedua anaknya. Salamah dikaruniai dua anak perempuan. Anak pertama tinggal di Pujon dan anak keduanya tinggal di Palangka Raya.

Penderitaan Salamah bertambah, ketika sang ingin anak menjual rumah peninggalan almarhum suaminya. Menurut pengakuannya rumah tersebut mereka dijual untuk modal menikah anaknya yang keduanya.

“Rumah di Pujon dijual untuk modal kawin anakku dan untuk beli rumah di Palangka Raya,”ucap nenek Salamah.

Nenek Salamah lantas setuju dengan keinginan anaknya yang ingin menjual rumah mereka. Sejak itu, Salamah pun tinggal di rumah anaknya di Palangka Raya. Selama tinggal bersama anaknya, ia merasa kurang nyaman. Anak dan cucunya tidak memperlakukan dirinya layaknya orangtua.

“Sebelum ke panti, aku pernah ngomong ke anakku untuk sesekali jenguk ibu, siapa tahu ibu sudah tidak ada. Lalu anak saya menjawab “aku repot,” urai Salamah sambil berkaca-kaca.

Selama tinggal di rumah sang anak, ketika ia ingin makan harus masak sendiri. Ironisnya Salamah juga tak diizinkan memasak di dapur rumah anaknya, melainkan di luar rumah mereka.

“Kalau masak di dapur takut dapurnya berantakan dan kotor. Saya takut kena marah anak dan cucu,” sebutSalamah.

Saat ini, Salamah merasa nyaman tinggal di panti. “Keleh aku melai huang panti jompo bara aq melai umba kawan anak kuh...lebih mangat aku melai huang panti jompo keleh oloh je tau dengankuh bara kawan anak kuh (aku lebih senang tinggal di panti jompo daripada sama anak karena lebih nyaman di sini),”bebernya.

 Salamah pun sudah mempersiapkan bekal ketika ia telah tiada. Ada baju kebaya dan peralatan lainnya dalam sebuah kotak yang terbuat dari alumunium. Ia merasa hidupnya tak akan lama. Saat ini ia sudah merasa sering sakit-sakitan. Tidak ada harapan apapun yang diinginkan Salamah, kecuali menunggu maut menjemput dan tidak ingin membuat anak-anaknya repot. Kemarin saja ia mengaku baru suntik karena kakinya merasa sakit.

 “Saya tidak ingin merepotkan anak-anak ketika saya mati, makanya semua sudah saya persiapkan semua barang perlengkapan ketika saya tiada,” ucapnya lirih sembari menunjukkan barang yang ia bawa ke panti.  

Ketika malam tiba, Salamah sering merasa sedih dan menangis. Dia tidak menyangka anak yang ia besarkan tidak peduli dengan dirinya. Meskipun terkadang ia ingin pulang ke rumah anaknya karena merasa rindu. Hanya satu yang ia inginkan yakni ketika di pulang ke rumah anak-anaknya memperlakukannya dengan kasih sayang. (ram/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Juli 2017 23:32
Lebih Dekat dengan Nenek Salamah, Penghuni Panti Trisna Werdha (2/habis)

Tidak Ingin Merepotkan Anak dan Cucu, Siapkan Peralatan Ketika Meninggal

Sejatinya di usia senjanya nenek Salamah ingin hidup bahagia bersama anak dan cucunya. Namun apa daya?…

Jumat, 07 Juli 2017 21:24
Lebih Dekat dengan Nenek Salamah Penghuni Panti Trisna Werdha (1)

Pilih Tinggal di Panti Sampai Mati Daripada Hidup Bersama sang Anak

Ada tiga fase besar dalam kehidupan manusia, yakni lahir, hidup dan mati. Ketiga fase ini akan dilalui…

Rabu, 05 Juli 2017 13:29

Cerita Agustiar tentang Sugianto Sabran

SOSOK Sugianto Sabran bagi sang kakak, Agustiar Sabran, bukan hanya sekadar adik tapi juga teman dan…

Rabu, 05 Juli 2017 12:35

Melihat Permainan Baru Yang Menyedot Perhatian Anak-Anak

Eksavator mini tenaga air sedang digemari anak-anak. Mainan kecil yang sedang booming di daerah lain…

Senin, 03 Juli 2017 17:12
Arti Pakaian Dinas di Mata Purnawirawan Polri

Hargai dan Jangan Melukai Seragammu

Makna Tribata jangan hanya diucap secara lisan. Jangan hanya diucapkan saat masa-masa pendidikan. Tetapi…

Senin, 03 Juli 2017 16:48

Kisah Unik Usai Lebaran, Perjaka yang Nikahi Dua Gadis Sekaligus

Idulfitri 1438 Hijriyah ini tampaknya betul-betul membawa berkah bagi Dialah Senum (22). Bagaimana tidak,…

Sabtu, 01 Juli 2017 17:50
Melihat Objek Wisata Pantai di Kabupaten Kobar

Jadi Andalan Destinasi Wisata, Masyarakat Masih Buang Sampah Sembarangan

Dibalik indahnya pantai di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ada pekerjaan rumah bagi pemerintah…

Sabtu, 01 Juli 2017 10:00
Ziarah Warnai Peringatan HUT ke-71 Bhayangkara di Seruyan

Generasi Muda Diharapkan Miliki Semangat Seperti Pahlawan

Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kijang Kencana Kuala Pembuang mewarnai rangkaian peringatan Hari…

Jumat, 30 Juni 2017 17:57
LIPUTAN KHUSUS

Permasalahan Pengembangan Kerbau Rawa Jenamas

MENGEMBANGKAN populasi tujuh ribu kerbau rawa agar bisa dijadikan lokasi wisata, baik bagi masyarakat…

Jumat, 30 Juni 2017 17:50
LIPUTAN KHUSUS

Sejarah, Potensi dan Nilai Ekonomi Kerbau Rawa Jenamas

KERBAU rawa Jenamas awalnya dikembangkan atau dibawa oleh pendatang dari Kalimantan Selatan pada awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .