MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 08 Juli 2017 23:32
Lebih Dekat dengan Nenek Salamah, Penghuni Panti Trisna Werdha (2/habis)
Tidak Ingin Merepotkan Anak dan Cucu, Siapkan Peralatan Ketika Meninggal
Nenek Salamah saat menunjukkan peralatan yang akan dipakai ketika ia meninggal kelak, Kamis (6/7) siang. (NAUVAL FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Sejatinya di usia senjanya nenek Salamah ingin hidup bahagia bersama anak dan cucunya. Namun apa daya? nasib berkata lain. Di sisa hidupnya, harus menghabiskan hari-harinya di panti jompo.

ENDRAWATI, Palangka Raya

SEBELUM tinggal di panti jompo, nenek Salamah dulu tinggal di Pujon. Setelah suaminya meninggal sekitar 10 tahun yang lalu, ia pun tinggal bersama kedua anaknya. Salamah dikaruniai dua anak perempuan. Anak pertama tinggal di Pujon dan anak keduanya tinggal di Palangka Raya.

Penderitaan Salamah bertambah, ketika sang ingin anak menjual rumah peninggalan almarhum suaminya. Menurut pengakuannya rumah tersebut mereka dijual untuk modal menikah anaknya yang keduanya.

“Rumah di Pujon dijual untuk modal kawin anakku dan untuk beli rumah di Palangka Raya,”ucap nenek Salamah.

Nenek Salamah lantas setuju dengan keinginan anaknya yang ingin menjual rumah mereka. Sejak itu, Salamah pun tinggal di rumah anaknya di Palangka Raya. Selama tinggal bersama anaknya, ia merasa kurang nyaman. Anak dan cucunya tidak memperlakukan dirinya layaknya orangtua.

“Sebelum ke panti, aku pernah ngomong ke anakku untuk sesekali jenguk ibu, siapa tahu ibu sudah tidak ada. Lalu anak saya menjawab “aku repot,” urai Salamah sambil berkaca-kaca.

Selama tinggal di rumah sang anak, ketika ia ingin makan harus masak sendiri. Ironisnya Salamah juga tak diizinkan memasak di dapur rumah anaknya, melainkan di luar rumah mereka.

“Kalau masak di dapur takut dapurnya berantakan dan kotor. Saya takut kena marah anak dan cucu,” sebutSalamah.

Saat ini, Salamah merasa nyaman tinggal di panti. “Keleh aku melai huang panti jompo bara aq melai umba kawan anak kuh...lebih mangat aku melai huang panti jompo keleh oloh je tau dengankuh bara kawan anak kuh (aku lebih senang tinggal di panti jompo daripada sama anak karena lebih nyaman di sini),”bebernya.

 Salamah pun sudah mempersiapkan bekal ketika ia telah tiada. Ada baju kebaya dan peralatan lainnya dalam sebuah kotak yang terbuat dari alumunium. Ia merasa hidupnya tak akan lama. Saat ini ia sudah merasa sering sakit-sakitan. Tidak ada harapan apapun yang diinginkan Salamah, kecuali menunggu maut menjemput dan tidak ingin membuat anak-anaknya repot. Kemarin saja ia mengaku baru suntik karena kakinya merasa sakit.

 “Saya tidak ingin merepotkan anak-anak ketika saya mati, makanya semua sudah saya persiapkan semua barang perlengkapan ketika saya tiada,” ucapnya lirih sembari menunjukkan barang yang ia bawa ke panti.  

Ketika malam tiba, Salamah sering merasa sedih dan menangis. Dia tidak menyangka anak yang ia besarkan tidak peduli dengan dirinya. Meskipun terkadang ia ingin pulang ke rumah anaknya karena merasa rindu. Hanya satu yang ia inginkan yakni ketika di pulang ke rumah anak-anaknya memperlakukannya dengan kasih sayang. (ram/nto)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .