MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 05 Juli 2017 13:29
Cerita Agustiar tentang Sugianto Sabran

Sangat Hormat dengan Orangtua, Pekerja Keras dan Berjiwa Sosial Tinggi

Sugianto Sabran tanpa segan mencium kaki sang ibunda dengan takzim, meskipun itu dilakukan di depan khalayak dalam salah satu acara di kediaman pribadinya di Pangkalan Bun beberapa waktu lalu. (JONY/KALTENG POS)

PROKAL.CO, SOSOK Sugianto Sabran bagi sang kakak, Agustiar Sabran, bukan hanya sekadar adik tapi juga teman dan sahabat. Tak heran jika banyak yang menyebut, dimana ada Sugianto, maka disitu ada Agustiar.

“Pekerja keras, pantang menyerah dan jiwa sosialnya tinggi,” begitulah kata Agustiar menggambarkan sang adik yang lahir di Sampit 5 Juli 1973 silam itu.

Keuletan dan sifat pantang menyerah Sugianto, menurut Agustiar, sudah terlihat sejak kecil. Sejak kecil, meskipun hidup dengan serba keterbatasan dan kekurangan secara ekonomi, tidak membuatnya berkecil hati dan menyerah begitu saja dengan keadaan.

Upaya tak pernah lelah pelan namun pasti, setamat SMK Sugianto muda pun mendapat kepercayaan pamannya H. Abdul Rasyid untuk menakhodai PT. Tanjung Lingga. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhutanan yang memiliki omset miliaran bahkan triliunan. Bahkan akhirnya ia dipercaya menduduki posisi puncak sebagai direktur utama.

Saat kini sang adik telah menjadi orang nomor satu di Provinsi Kalimantan Tengah, Agustiar mengaku tidak banyak yang berubah dari sang adik.

Dibalik berbagai kesuksesan yang diraih hingga kini genap berusia 44 tahun, salah satu keteladanan yang patut dicontoh dari Sugianto adalah sikap hormatnya kepada orangtua.

Menurut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng itu, bagi Sugianto, orangtua itu seperti jimat yang harus selalu dijaga dan dihormati kapan saja dan dimana saja. Dia orangnya pemberani, siapa pun akan dihadapi.

“Satu-satunya orang yang paling ditakuti dan dihormatinya adalah orangtuanya. Karena dia berprinsip bahwa apapun yang didapat di dunia ini, tidak pernah lepas dari doa restu orangtua,” pungkas Agustiar.

Secara singkat Agustiar pun menceritakan bagaimana kehidupan keluarga mereka saat masih anak-anak hingga remaja. “Pokoknya, siang malam banting tulang demi kelangsungan hidup. Satu kali gagal, bukan berarti akhir semuanya,” ujarnya, Selasa (4/5).

Sebagai seorang kakak, Agustiar juga mengakui salah satu sifat lain Sugianto yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang adalah jiwa sosial yang tinggi. Meski setelah dewasa, Sugianto bukan lagi seorang yang bergelut dengan kesusahan. Sebaliknya bergelimang harta, tak membuatnya sombong.

“Memang dari kecil orangnya punya jiwa sosial yang tinggi, tak bisa melihat orang lain susah. Berusaha ramah dengan siapa saja dan tak mau berhitung kalau untuk menolong orang,” imbuh dia.

Terhadap sifat sosialnya itu, kata Agustiar, Sugianto memiliki prinsip yang selalu dipegang teguh. “Jangan pernah menyesal dan berhitung kalau menolong sesama, itu prinsipnya yang dari dulu dia pegang dan juga berusaha ditularkan kepada keluarga-keluarga yang lain,” ungkap Agustiar. (nto)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .