MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 05 Juli 2017 13:29
Cerita Agustiar tentang Sugianto Sabran

Sangat Hormat dengan Orangtua, Pekerja Keras dan Berjiwa Sosial Tinggi

Sugianto Sabran tanpa segan mencium kaki sang ibunda dengan takzim, meskipun itu dilakukan di depan khalayak dalam salah satu acara di kediaman pribadinya di Pangkalan Bun beberapa waktu lalu. (JONY/KALTENG POS)

PROKAL.CO, SOSOK Sugianto Sabran bagi sang kakak, Agustiar Sabran, bukan hanya sekadar adik tapi juga teman dan sahabat. Tak heran jika banyak yang menyebut, dimana ada Sugianto, maka disitu ada Agustiar.

“Pekerja keras, pantang menyerah dan jiwa sosialnya tinggi,” begitulah kata Agustiar menggambarkan sang adik yang lahir di Sampit 5 Juli 1973 silam itu.

Keuletan dan sifat pantang menyerah Sugianto, menurut Agustiar, sudah terlihat sejak kecil. Sejak kecil, meskipun hidup dengan serba keterbatasan dan kekurangan secara ekonomi, tidak membuatnya berkecil hati dan menyerah begitu saja dengan keadaan.

Upaya tak pernah lelah pelan namun pasti, setamat SMK Sugianto muda pun mendapat kepercayaan pamannya H. Abdul Rasyid untuk menakhodai PT. Tanjung Lingga. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhutanan yang memiliki omset miliaran bahkan triliunan. Bahkan akhirnya ia dipercaya menduduki posisi puncak sebagai direktur utama.

Saat kini sang adik telah menjadi orang nomor satu di Provinsi Kalimantan Tengah, Agustiar mengaku tidak banyak yang berubah dari sang adik.

Dibalik berbagai kesuksesan yang diraih hingga kini genap berusia 44 tahun, salah satu keteladanan yang patut dicontoh dari Sugianto adalah sikap hormatnya kepada orangtua.

Menurut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng itu, bagi Sugianto, orangtua itu seperti jimat yang harus selalu dijaga dan dihormati kapan saja dan dimana saja. Dia orangnya pemberani, siapa pun akan dihadapi.

“Satu-satunya orang yang paling ditakuti dan dihormatinya adalah orangtuanya. Karena dia berprinsip bahwa apapun yang didapat di dunia ini, tidak pernah lepas dari doa restu orangtua,” pungkas Agustiar.

Secara singkat Agustiar pun menceritakan bagaimana kehidupan keluarga mereka saat masih anak-anak hingga remaja. “Pokoknya, siang malam banting tulang demi kelangsungan hidup. Satu kali gagal, bukan berarti akhir semuanya,” ujarnya, Selasa (4/5).

Sebagai seorang kakak, Agustiar juga mengakui salah satu sifat lain Sugianto yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang adalah jiwa sosial yang tinggi. Meski setelah dewasa, Sugianto bukan lagi seorang yang bergelut dengan kesusahan. Sebaliknya bergelimang harta, tak membuatnya sombong.

“Memang dari kecil orangnya punya jiwa sosial yang tinggi, tak bisa melihat orang lain susah. Berusaha ramah dengan siapa saja dan tak mau berhitung kalau untuk menolong orang,” imbuh dia.

Terhadap sifat sosialnya itu, kata Agustiar, Sugianto memiliki prinsip yang selalu dipegang teguh. “Jangan pernah menyesal dan berhitung kalau menolong sesama, itu prinsipnya yang dari dulu dia pegang dan juga berusaha ditularkan kepada keluarga-keluarga yang lain,” ungkap Agustiar. (nto)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .