MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 03 Juli 2017 17:12
Arti Pakaian Dinas di Mata Purnawirawan Polri
Hargai dan Jangan Melukai Seragammu
Tice H Senas merapikan seragam Polri yang dikenakan suaminya Aiptu Ayandi T Bingan, beberapa waktu lalu. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Makna Tribata jangan hanya diucap secara lisan. Jangan hanya diucapkan saat masa-masa pendidikan. Tetapi pedoman hidup Polri itu harus melekat di hati. Sampai pensiun. Bahkan sampai akhir hayat.

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

DIBERI kepercayaan mengabdi selama 38 tahun 11 bulan merupakan sebuah kebanggaan bagi Aiptu Purnawirawan (purn) Ayandi T Bingan. Tertanggal 1 Juni lalu sudah memasuki masa purna tugas alias pensiun.

Berat. Berat sekali. Harus menanggalkan seragam yang selalu ia hargai itu. Setiap pagi, pergi ke kantor dengan gagahnya seragam itu dikenakannya. Kini, memakai seragam warna cokelat itu tinggal kenangan.

Terakhir, di saat masa purnatugas, dia diberi kesempatan memakainya kembali 1 Juli lalu, saat diundang oleh Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko bersama purnawirawan lainnya menghadiri perayaan HUT ke-71 Bhayangkara di Mapolda Kalteng.

Momen itu tak disia-siakan. Istrinya, Tice H Senas, tak lupa merapikan seragam dan tanda pangkat yang dikenakan sang suami sebelum berangkat. Kangen itu terobati, lantaran seragam itu tak dipakai suaminya sebulan terakhir ini. Tak lupa, diabadikan dengan dengan kamera handphone produksi Jepang miliknya sebelum berangkat.

Setelah acara di Mapolda Kalteng, Kalteng Pos menyempatkan berbincang-bincang di rumahnya, Jalan Anggrek III. Di bawah pondok ukuran 4x4 meter itu, kakek enam cucu itu berbagi pengalaman selama bertugas menjadi abdi negara. Sudah pasti, suka dan duka dirasakan.

Pertama kali dinas tahun 1978. Setelah menyelesaikan pendidikan di SPN Banjarbaru. Petualangannya mengenakan seragam diawali saat berdinas di Komando Resort (Kores) 1309 Palangka Raya. Pernah juga bertugas di Polsek Tumbang Miri tahun 2000. Belum adanya akses jalan dan alat komunikasi yang canggih seperti saat ini, tak menghentikan langkahnya untuk menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Pernah, harus menempuh perjalanan enam jam naik kelotok untuk menuju ke TKP. Melewati curam dan arus sungai yang deras,”kata purnawirawan yang mempunyai basic reskrim itu.

Seragam Polri tak ubahnya kulit baginya. Melekat. Menyatu dalam tubuhnya. Tribata menjadi pedoman moral dan penuntun nurani yang selalu ia jaga.

“Kalau melupakan itu (Tribata), pasti menyimpang,” ucapnya.

Menurut sang istri, suaminya adalah orang yang menerapkan sikap disiplin dalam keluarga maupun saat bertugas. Tidak ada istilah bangun siang.

“Jam 4 subuh sudah bangun,” sambung Tice yang duduk di samping kiri sang suami.

Kepercayaan dan dukungan juga diberikan sepenuhnya saat bertugas. Tidak ada rasa curiga. Pernah dalam mendampingi sang suami, selama dua bulan ditinggal tugas di Gunung Mas, hanya sesekali mengirim surat untuk mengabarkan kondisinya.

Sebagai bhayangkari, dia selalu menyematkan pesan saat sang suami berangkat tugas, yakni, menghargai seragam yang dikenakan.

“Saya selalu percaya sama bapak. Saya tahu tekad dalam hati bapak, adalah menjalankan tugas,”kata perempuan yang sudah pensiun tiga tahun lalu dari Dinas Pendidikan Kalteng.

Ayandi, terakhir bertugas selama 12 tahun di Polsek Pahandut. Tugasnya sebagai fungsi Binmas mengharuskan untuk lebih banyak bersosialisasi dengan masyarakat. Kesehariannya memberikan imbauan kamtibmas dan menyaring informasi dari masyarakat dijalaninya dengan ikhlas.

Dia hanya berharap seluruh peluh dan tetesan keringat yang dikeluarkan dalam mengabdi senantiasa berkah bagi institusi dan keluarganya.

“Semua kalau dijalani dengan ikhlas dan tanpa mengeluh, saya yakin hidup kita tenang,” imbuhnya sambil menunjukkan lembaran kertas berisi imbauan larangan membakar lahan tertanda tangan Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko.

“Ini (lembaran kertas imbauan, red) saya simpan buat kenang-kenangan dan saya perbanyak, buat dibagikan ke masyarakat, kalau ada kesempatan,” tambahnya.

Secinta apa dengan polri? Pertanyaan itulah yang membuat Aiptu (purn) Ayandi T Bingan terdiam sejenak. Tangan kanannya mengambil selembar tisu di atas meja. Lalu, menyeka air matanya yang tak kuasa bergulir di pipinya.

“Tak bisa diuraikan dengan kata-kata. Pasti bangga,” ucapnya lirih.

Meski sudah purna tugas, Tribata masih ada di hatinya. Bahkan melekat erat. Dia berpesan dan tidak ada maksud untuk menggurui, jika keikhlasan dan disiplin, penting bagi anggota Polri. Di usia Bhayangkara yang sudah 71 tahun ini, dia berharap Polri lebih dicintai masyarakat. Semakin menunjukkan kinerja yang profesional.

“Jangan melukai seragam yang kau kenakan,” tutupnya. Dirgahayu Bhayangkara. (*/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .