MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 03 Juli 2017 17:12
Arti Pakaian Dinas di Mata Purnawirawan Polri
Hargai dan Jangan Melukai Seragammu
Tice H Senas merapikan seragam Polri yang dikenakan suaminya Aiptu Ayandi T Bingan, beberapa waktu lalu. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Makna Tribata jangan hanya diucap secara lisan. Jangan hanya diucapkan saat masa-masa pendidikan. Tetapi pedoman hidup Polri itu harus melekat di hati. Sampai pensiun. Bahkan sampai akhir hayat.

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

DIBERI kepercayaan mengabdi selama 38 tahun 11 bulan merupakan sebuah kebanggaan bagi Aiptu Purnawirawan (purn) Ayandi T Bingan. Tertanggal 1 Juni lalu sudah memasuki masa purna tugas alias pensiun.

Berat. Berat sekali. Harus menanggalkan seragam yang selalu ia hargai itu. Setiap pagi, pergi ke kantor dengan gagahnya seragam itu dikenakannya. Kini, memakai seragam warna cokelat itu tinggal kenangan.

Terakhir, di saat masa purnatugas, dia diberi kesempatan memakainya kembali 1 Juli lalu, saat diundang oleh Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko bersama purnawirawan lainnya menghadiri perayaan HUT ke-71 Bhayangkara di Mapolda Kalteng.

Momen itu tak disia-siakan. Istrinya, Tice H Senas, tak lupa merapikan seragam dan tanda pangkat yang dikenakan sang suami sebelum berangkat. Kangen itu terobati, lantaran seragam itu tak dipakai suaminya sebulan terakhir ini. Tak lupa, diabadikan dengan dengan kamera handphone produksi Jepang miliknya sebelum berangkat.

Setelah acara di Mapolda Kalteng, Kalteng Pos menyempatkan berbincang-bincang di rumahnya, Jalan Anggrek III. Di bawah pondok ukuran 4x4 meter itu, kakek enam cucu itu berbagi pengalaman selama bertugas menjadi abdi negara. Sudah pasti, suka dan duka dirasakan.

Pertama kali dinas tahun 1978. Setelah menyelesaikan pendidikan di SPN Banjarbaru. Petualangannya mengenakan seragam diawali saat berdinas di Komando Resort (Kores) 1309 Palangka Raya. Pernah juga bertugas di Polsek Tumbang Miri tahun 2000. Belum adanya akses jalan dan alat komunikasi yang canggih seperti saat ini, tak menghentikan langkahnya untuk menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Pernah, harus menempuh perjalanan enam jam naik kelotok untuk menuju ke TKP. Melewati curam dan arus sungai yang deras,”kata purnawirawan yang mempunyai basic reskrim itu.

Seragam Polri tak ubahnya kulit baginya. Melekat. Menyatu dalam tubuhnya. Tribata menjadi pedoman moral dan penuntun nurani yang selalu ia jaga.

“Kalau melupakan itu (Tribata), pasti menyimpang,” ucapnya.

Menurut sang istri, suaminya adalah orang yang menerapkan sikap disiplin dalam keluarga maupun saat bertugas. Tidak ada istilah bangun siang.

“Jam 4 subuh sudah bangun,” sambung Tice yang duduk di samping kiri sang suami.

Kepercayaan dan dukungan juga diberikan sepenuhnya saat bertugas. Tidak ada rasa curiga. Pernah dalam mendampingi sang suami, selama dua bulan ditinggal tugas di Gunung Mas, hanya sesekali mengirim surat untuk mengabarkan kondisinya.

Sebagai bhayangkari, dia selalu menyematkan pesan saat sang suami berangkat tugas, yakni, menghargai seragam yang dikenakan.

“Saya selalu percaya sama bapak. Saya tahu tekad dalam hati bapak, adalah menjalankan tugas,”kata perempuan yang sudah pensiun tiga tahun lalu dari Dinas Pendidikan Kalteng.

Ayandi, terakhir bertugas selama 12 tahun di Polsek Pahandut. Tugasnya sebagai fungsi Binmas mengharuskan untuk lebih banyak bersosialisasi dengan masyarakat. Kesehariannya memberikan imbauan kamtibmas dan menyaring informasi dari masyarakat dijalaninya dengan ikhlas.

Dia hanya berharap seluruh peluh dan tetesan keringat yang dikeluarkan dalam mengabdi senantiasa berkah bagi institusi dan keluarganya.

“Semua kalau dijalani dengan ikhlas dan tanpa mengeluh, saya yakin hidup kita tenang,” imbuhnya sambil menunjukkan lembaran kertas berisi imbauan larangan membakar lahan tertanda tangan Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko.

“Ini (lembaran kertas imbauan, red) saya simpan buat kenang-kenangan dan saya perbanyak, buat dibagikan ke masyarakat, kalau ada kesempatan,” tambahnya.

Secinta apa dengan polri? Pertanyaan itulah yang membuat Aiptu (purn) Ayandi T Bingan terdiam sejenak. Tangan kanannya mengambil selembar tisu di atas meja. Lalu, menyeka air matanya yang tak kuasa bergulir di pipinya.

“Tak bisa diuraikan dengan kata-kata. Pasti bangga,” ucapnya lirih.

Meski sudah purna tugas, Tribata masih ada di hatinya. Bahkan melekat erat. Dia berpesan dan tidak ada maksud untuk menggurui, jika keikhlasan dan disiplin, penting bagi anggota Polri. Di usia Bhayangkara yang sudah 71 tahun ini, dia berharap Polri lebih dicintai masyarakat. Semakin menunjukkan kinerja yang profesional.

“Jangan melukai seragam yang kau kenakan,” tutupnya. Dirgahayu Bhayangkara. (*/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .