MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 03 Juli 2017 17:12
Arti Pakaian Dinas di Mata Purnawirawan Polri
Hargai dan Jangan Melukai Seragammu
Tice H Senas merapikan seragam Polri yang dikenakan suaminya Aiptu Ayandi T Bingan, beberapa waktu lalu. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Makna Tribata jangan hanya diucap secara lisan. Jangan hanya diucapkan saat masa-masa pendidikan. Tetapi pedoman hidup Polri itu harus melekat di hati. Sampai pensiun. Bahkan sampai akhir hayat.

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

DIBERI kepercayaan mengabdi selama 38 tahun 11 bulan merupakan sebuah kebanggaan bagi Aiptu Purnawirawan (purn) Ayandi T Bingan. Tertanggal 1 Juni lalu sudah memasuki masa purna tugas alias pensiun.

Berat. Berat sekali. Harus menanggalkan seragam yang selalu ia hargai itu. Setiap pagi, pergi ke kantor dengan gagahnya seragam itu dikenakannya. Kini, memakai seragam warna cokelat itu tinggal kenangan.

Terakhir, di saat masa purnatugas, dia diberi kesempatan memakainya kembali 1 Juli lalu, saat diundang oleh Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko bersama purnawirawan lainnya menghadiri perayaan HUT ke-71 Bhayangkara di Mapolda Kalteng.

Momen itu tak disia-siakan. Istrinya, Tice H Senas, tak lupa merapikan seragam dan tanda pangkat yang dikenakan sang suami sebelum berangkat. Kangen itu terobati, lantaran seragam itu tak dipakai suaminya sebulan terakhir ini. Tak lupa, diabadikan dengan dengan kamera handphone produksi Jepang miliknya sebelum berangkat.

Setelah acara di Mapolda Kalteng, Kalteng Pos menyempatkan berbincang-bincang di rumahnya, Jalan Anggrek III. Di bawah pondok ukuran 4x4 meter itu, kakek enam cucu itu berbagi pengalaman selama bertugas menjadi abdi negara. Sudah pasti, suka dan duka dirasakan.

Pertama kali dinas tahun 1978. Setelah menyelesaikan pendidikan di SPN Banjarbaru. Petualangannya mengenakan seragam diawali saat berdinas di Komando Resort (Kores) 1309 Palangka Raya. Pernah juga bertugas di Polsek Tumbang Miri tahun 2000. Belum adanya akses jalan dan alat komunikasi yang canggih seperti saat ini, tak menghentikan langkahnya untuk menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Pernah, harus menempuh perjalanan enam jam naik kelotok untuk menuju ke TKP. Melewati curam dan arus sungai yang deras,”kata purnawirawan yang mempunyai basic reskrim itu.

Seragam Polri tak ubahnya kulit baginya. Melekat. Menyatu dalam tubuhnya. Tribata menjadi pedoman moral dan penuntun nurani yang selalu ia jaga.

“Kalau melupakan itu (Tribata), pasti menyimpang,” ucapnya.

Menurut sang istri, suaminya adalah orang yang menerapkan sikap disiplin dalam keluarga maupun saat bertugas. Tidak ada istilah bangun siang.

“Jam 4 subuh sudah bangun,” sambung Tice yang duduk di samping kiri sang suami.

Kepercayaan dan dukungan juga diberikan sepenuhnya saat bertugas. Tidak ada rasa curiga. Pernah dalam mendampingi sang suami, selama dua bulan ditinggal tugas di Gunung Mas, hanya sesekali mengirim surat untuk mengabarkan kondisinya.

Sebagai bhayangkari, dia selalu menyematkan pesan saat sang suami berangkat tugas, yakni, menghargai seragam yang dikenakan.

“Saya selalu percaya sama bapak. Saya tahu tekad dalam hati bapak, adalah menjalankan tugas,”kata perempuan yang sudah pensiun tiga tahun lalu dari Dinas Pendidikan Kalteng.

Ayandi, terakhir bertugas selama 12 tahun di Polsek Pahandut. Tugasnya sebagai fungsi Binmas mengharuskan untuk lebih banyak bersosialisasi dengan masyarakat. Kesehariannya memberikan imbauan kamtibmas dan menyaring informasi dari masyarakat dijalaninya dengan ikhlas.

Dia hanya berharap seluruh peluh dan tetesan keringat yang dikeluarkan dalam mengabdi senantiasa berkah bagi institusi dan keluarganya.

“Semua kalau dijalani dengan ikhlas dan tanpa mengeluh, saya yakin hidup kita tenang,” imbuhnya sambil menunjukkan lembaran kertas berisi imbauan larangan membakar lahan tertanda tangan Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko.

“Ini (lembaran kertas imbauan, red) saya simpan buat kenang-kenangan dan saya perbanyak, buat dibagikan ke masyarakat, kalau ada kesempatan,” tambahnya.

Secinta apa dengan polri? Pertanyaan itulah yang membuat Aiptu (purn) Ayandi T Bingan terdiam sejenak. Tangan kanannya mengambil selembar tisu di atas meja. Lalu, menyeka air matanya yang tak kuasa bergulir di pipinya.

“Tak bisa diuraikan dengan kata-kata. Pasti bangga,” ucapnya lirih.

Meski sudah purna tugas, Tribata masih ada di hatinya. Bahkan melekat erat. Dia berpesan dan tidak ada maksud untuk menggurui, jika keikhlasan dan disiplin, penting bagi anggota Polri. Di usia Bhayangkara yang sudah 71 tahun ini, dia berharap Polri lebih dicintai masyarakat. Semakin menunjukkan kinerja yang profesional.

“Jangan melukai seragam yang kau kenakan,” tutupnya. Dirgahayu Bhayangkara. (*/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .