MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 30 Juni 2017 17:57
LIPUTAN KHUSUS
Permasalahan Pengembangan Kerbau Rawa Jenamas
Salah satu kandang kerbau rawa milik warga di Jenamas, Kabupaten Barito Selatan. (AGUS PECE/KALTENG POS)

PROKAL.CO, MENGEMBANGKAN populasi tujuh ribu kerbau rawa agar bisa dijadikan lokasi wisata, baik bagi masyarakat lokal maupun mancanegara, terbentur permasalahan kompleks. Masalah paling utama adalah jarak tempuh sangat jauh.

Meski begitu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Barsel H Raden Sudarto mengatakan, dalam kurung waktu empat tahun terakhir ini pihaknya sudah melakukan peninjauan tempat atau lokasi hingga potensi yang katanya akan dijadikan objek wisata.

“Yang pasti kita tahu bahwa tempat penangkaran kerbau rawa itu semuanya di atas permukaan sungai, tepatnya di Desa Tampulangit dan beberapa desa lainnya di Wilayah Kecamatan Jenamas,” ucap Raden saat ditemui Kalteng Pos di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dari hasil peninjauan selama empat tahun terakhir itu juga, lanjut pria akrab disapa Haji Alek itu, Disparbud yang kemudian berganti nama Disporaparbud, seringkali mengusulkan kepada lembaga legislatif, agar populasi kerbau rawa bisa dijadikan tempat atau lokasi objek wisata, yang kemudian pengembangannya bisa diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Pada intinya permasalahanya tidak adanya dana anggaran untuk bisa mengembangkan kerbau rawa menjadi tempat atau lokasi wisata. Sebab dalam setiap tahunnya, hanya lokasi wisata Sanggu saja yang memberikan kontribusi terbesar bagi PAD,”ujarnya mengakhiri.

Di tempat terpisah, Ramin Hanan Kepala Bappeda Barito Selatan (Barsel) mengakui, untuk mengembangkan kerbau rawa menjadi tempat atau lokasi wisata permanen sama sekali tidak mudah. “Memerlukan biaya besar. Satu-satunya cara untuk mengembangkan bidang kepariwisataan di Barsel, yakni adanya pihak ketiga (investor),” singkat mantan Kadis PU Barsel itu.

Ketika solusi anggaran sudah ada gambaran dari pengusaha, masalah lain harus diselesaikan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPP) Barsel Rusdhaasyoqa Eak, justru secara tidak langsung enggan mengakui jika kerbau-kerbau yang ada di Kecamatan Jenamas itu asli dimiliki warga Barsel. Selama ini, juga tidak ada yang bisa dihasilkan bagi Pemkab Barsel dari kerbau rawa.
“Kerbau rawa yang diternak di sana, kebanyakan milik Kalsel sehingga tidak ada PAD bagi Barsel, karena milik Kalsel,”celetuknya.

Penjelasan berbeda dilontarkan Kabid Peternakan DKPP Barsel Hevijanto. Menurutnya, yang menjadi kendala sehubungan surat-menyurat dikeluarkan DKPP Barsel untuk proses penjualan kerbau rawa tidak berlaku ketika memasuki Kalsel.

“Kawan-kawan di UPT Pos Kesehatan Hewan dan Pengembangan Bibit Hijau Makanan Ternak di Jenamas, sudah berusaha menata. Artinya terkait dengan surat-menyurat dibuatkan di Barsel. Tetapi pada praktiknya surat dan keterangan itu tidak laku di Kalsel,” paparnya.

Sebelumnya, pernah disosialisasikan kepada masyarakat dengan konsep. Minimal pihaknya mengantongi data berapa kerbau yang keluar ke Kalsel. Tapi, ujung-ujungnya terbentur persoalan surat-menyurat tadi, yang mengharuskan diganti dengan surat dari Kalsel.

Sehingga serapan PAD memang tidak ada dari kerbau rawa tersebut. Keuntungannya hanya dinikmati peternak kerbau. Sebab pembelinya sudah rutin berasal dari Kalsel. Konsumen yang memerlukan dan terbiasa mengonsumsi kerbau rawa itu hanya berasal dari Kalsel.

"Sementara masyarakat Barsel sendiri tidak terbiasa. Kalau pun ada, mungkin sewaktu ada acara adat,"sebutnya.

Di sisi lain, banyaknya masalah dan kebutuhan mewujudkan objek wisata, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah yang mewacanakannya. Peternak terus berharap tidak dibiarkan berjalan sendiri. Dengan segala upaya, yang awalnya sebatas katanya wisata kerbau rawa, benar-benar nyata dan apa adanya. (ner/tha/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .