MANAGED BY:
RABU
26 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 30 Juni 2017 17:57
LIPUTAN KHUSUS
Permasalahan Pengembangan Kerbau Rawa Jenamas
Salah satu kandang kerbau rawa milik warga di Jenamas, Kabupaten Barito Selatan. (AGUS PECE/KALTENG POS)

PROKAL.CO, MENGEMBANGKAN populasi tujuh ribu kerbau rawa agar bisa dijadikan lokasi wisata, baik bagi masyarakat lokal maupun mancanegara, terbentur permasalahan kompleks. Masalah paling utama adalah jarak tempuh sangat jauh.

Meski begitu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Barsel H Raden Sudarto mengatakan, dalam kurung waktu empat tahun terakhir ini pihaknya sudah melakukan peninjauan tempat atau lokasi hingga potensi yang katanya akan dijadikan objek wisata.

“Yang pasti kita tahu bahwa tempat penangkaran kerbau rawa itu semuanya di atas permukaan sungai, tepatnya di Desa Tampulangit dan beberapa desa lainnya di Wilayah Kecamatan Jenamas,” ucap Raden saat ditemui Kalteng Pos di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dari hasil peninjauan selama empat tahun terakhir itu juga, lanjut pria akrab disapa Haji Alek itu, Disparbud yang kemudian berganti nama Disporaparbud, seringkali mengusulkan kepada lembaga legislatif, agar populasi kerbau rawa bisa dijadikan tempat atau lokasi objek wisata, yang kemudian pengembangannya bisa diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Pada intinya permasalahanya tidak adanya dana anggaran untuk bisa mengembangkan kerbau rawa menjadi tempat atau lokasi wisata. Sebab dalam setiap tahunnya, hanya lokasi wisata Sanggu saja yang memberikan kontribusi terbesar bagi PAD,”ujarnya mengakhiri.

Di tempat terpisah, Ramin Hanan Kepala Bappeda Barito Selatan (Barsel) mengakui, untuk mengembangkan kerbau rawa menjadi tempat atau lokasi wisata permanen sama sekali tidak mudah. “Memerlukan biaya besar. Satu-satunya cara untuk mengembangkan bidang kepariwisataan di Barsel, yakni adanya pihak ketiga (investor),” singkat mantan Kadis PU Barsel itu.

Ketika solusi anggaran sudah ada gambaran dari pengusaha, masalah lain harus diselesaikan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPP) Barsel Rusdhaasyoqa Eak, justru secara tidak langsung enggan mengakui jika kerbau-kerbau yang ada di Kecamatan Jenamas itu asli dimiliki warga Barsel. Selama ini, juga tidak ada yang bisa dihasilkan bagi Pemkab Barsel dari kerbau rawa.
“Kerbau rawa yang diternak di sana, kebanyakan milik Kalsel sehingga tidak ada PAD bagi Barsel, karena milik Kalsel,”celetuknya.

Penjelasan berbeda dilontarkan Kabid Peternakan DKPP Barsel Hevijanto. Menurutnya, yang menjadi kendala sehubungan surat-menyurat dikeluarkan DKPP Barsel untuk proses penjualan kerbau rawa tidak berlaku ketika memasuki Kalsel.

“Kawan-kawan di UPT Pos Kesehatan Hewan dan Pengembangan Bibit Hijau Makanan Ternak di Jenamas, sudah berusaha menata. Artinya terkait dengan surat-menyurat dibuatkan di Barsel. Tetapi pada praktiknya surat dan keterangan itu tidak laku di Kalsel,” paparnya.

Sebelumnya, pernah disosialisasikan kepada masyarakat dengan konsep. Minimal pihaknya mengantongi data berapa kerbau yang keluar ke Kalsel. Tapi, ujung-ujungnya terbentur persoalan surat-menyurat tadi, yang mengharuskan diganti dengan surat dari Kalsel.

Sehingga serapan PAD memang tidak ada dari kerbau rawa tersebut. Keuntungannya hanya dinikmati peternak kerbau. Sebab pembelinya sudah rutin berasal dari Kalsel. Konsumen yang memerlukan dan terbiasa mengonsumsi kerbau rawa itu hanya berasal dari Kalsel.

"Sementara masyarakat Barsel sendiri tidak terbiasa. Kalau pun ada, mungkin sewaktu ada acara adat,"sebutnya.

Di sisi lain, banyaknya masalah dan kebutuhan mewujudkan objek wisata, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah yang mewacanakannya. Peternak terus berharap tidak dibiarkan berjalan sendiri. Dengan segala upaya, yang awalnya sebatas katanya wisata kerbau rawa, benar-benar nyata dan apa adanya. (ner/tha/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Senin, 24 Juli 2017 21:06

Indahnya Keakraban Sugianto Sabran, Ussy dan Andhika

Terputusnya hubungan percintaan bahkan perkawinan sekalipun, semestinya tidak turut memutuskan jalinan.…

Sabtu, 08 Juli 2017 23:32
Lebih Dekat dengan Nenek Salamah, Penghuni Panti Trisna Werdha (2/habis)

Tidak Ingin Merepotkan Anak dan Cucu, Siapkan Peralatan Ketika Meninggal

Sejatinya di usia senjanya nenek Salamah ingin hidup bahagia bersama anak dan cucunya. Namun apa daya?…

Jumat, 07 Juli 2017 21:24
Lebih Dekat dengan Nenek Salamah Penghuni Panti Trisna Werdha (1)

Pilih Tinggal di Panti Sampai Mati Daripada Hidup Bersama sang Anak

Ada tiga fase besar dalam kehidupan manusia, yakni lahir, hidup dan mati. Ketiga fase ini akan dilalui…

Rabu, 05 Juli 2017 13:29

Cerita Agustiar tentang Sugianto Sabran

SOSOK Sugianto Sabran bagi sang kakak, Agustiar Sabran, bukan hanya sekadar adik tapi juga teman dan…

Rabu, 05 Juli 2017 12:35

Melihat Permainan Baru Yang Menyedot Perhatian Anak-Anak

Eksavator mini tenaga air sedang digemari anak-anak. Mainan kecil yang sedang booming di daerah lain…

Senin, 03 Juli 2017 17:12
Arti Pakaian Dinas di Mata Purnawirawan Polri

Hargai dan Jangan Melukai Seragammu

Makna Tribata jangan hanya diucap secara lisan. Jangan hanya diucapkan saat masa-masa pendidikan. Tetapi…

Senin, 03 Juli 2017 16:48

Kisah Unik Usai Lebaran, Perjaka yang Nikahi Dua Gadis Sekaligus

Idulfitri 1438 Hijriyah ini tampaknya betul-betul membawa berkah bagi Dialah Senum (22). Bagaimana tidak,…

Sabtu, 01 Juli 2017 17:50
Melihat Objek Wisata Pantai di Kabupaten Kobar

Jadi Andalan Destinasi Wisata, Masyarakat Masih Buang Sampah Sembarangan

Dibalik indahnya pantai di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ada pekerjaan rumah bagi pemerintah…

Sabtu, 01 Juli 2017 10:00
Ziarah Warnai Peringatan HUT ke-71 Bhayangkara di Seruyan

Generasi Muda Diharapkan Miliki Semangat Seperti Pahlawan

Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kijang Kencana Kuala Pembuang mewarnai rangkaian peringatan Hari…

Jumat, 30 Juni 2017 17:57
LIPUTAN KHUSUS

Permasalahan Pengembangan Kerbau Rawa Jenamas

MENGEMBANGKAN populasi tujuh ribu kerbau rawa agar bisa dijadikan lokasi wisata, baik bagi masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .