MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 30 Juni 2017 17:50
LIPUTAN KHUSUS
Sejarah, Potensi dan Nilai Ekonomi Kerbau Rawa Jenamas
Sekelompok kerbau rawa milik peternak di Jenamas Kabupaten Barito Selatan. (AGUS PECE/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KERBAU rawa Jenamas awalnya dikembangkan atau dibawa oleh pendatang dari Kalimantan Selatan pada awal 1960-an. Kala itu ia menitipkan enam ekor kerbau rawa untuk dikembangbiakkan. H Idar, yang merupakan kakek dari H Isran menjadi pelaku sejarah kerbau rawa.

H Idar meninggal di usia 125 tahun pada 1990 itu menjadi penggembala pertama. Sistem bagi hasil diterapkan dengan warga pendatang yang namanya sudah tak diingat lagi. Jika indukan beranak dua ekor, dibagi satu untuk pemilik dan satu buat penggembala. Sistem (paruh) itu juga masih dilestarikan sampai saat ini.

Dari enam ekor tersebut, setiap tahunnya jumlahnya kian bertambah. Dijualbelikan ke masyarakat Jenamas. Sampai akhirnya populasinya meningkat pesat. Efek berantai. Roda ekonomi sedikit terdorong.

"Dulu keluarga saya yang paling banyak punya kerbau, sampai 300 ekor lebih," ujar pria berkumis tipis ini yang sudah belajar menggembala kerbau sejak usia 12 tahun itu.

Potensi dan nilai ekonomi kerbau berwarna abu-abu gelap juga sangat menjanjikan. Harga satu ekor kerbau dewasa gemuk mencapai Rp23 juta. Untuk yang masih berusia 2 tahun, sudah setara harga sepeda motor jenis matik baru.

Komposisi daging kerbau rawa ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan ternak besar lainnya. Seekor kerbau dewasa bisa sampai 150 kg dari bobot maksimal 400-450 kg. Kadar lemak dan protein lebih tinggi dibadingkan dengan sapi. Bobot lahir saja sudah mencapai 30-40 kg. Jarak kelahiran sekali dalam dua tahun, umur melahirkan pertama 4-5 tahun, umur produktif 10-12 tahun.

Data dari peternak, menyebut populasi kerbau rawa mencapai tujuh ribu ekor lebih (2014 dan 2015). Memelihara kerbau sudah diwariskan secara turun-temurun. Jumlah peternak lebih 100 orang. Terus bertambah sejak awal 1960-an hingga sekarang.

Nilai ekonomis bak berbanding terbalik bagi Pemkab Barsel. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bocor. Tapi halus. Imbas belum ada langkah nyata membangun dan mengelola wisata kerbau rawa. Bahkan, hasil penjualan kerbau rawa itu mengalir ke Kalimantan Selatan.

Untungnya, kebocoran kecil ditemukan. Ada pada surat-menyurat. Ternyata, selain surat jalan yang dikeluarkan kepala desa, peternak membutuhkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas terkait untuk menjual ternak. Baik dijual di wilayah Barsel maupun ke Kalsel yang menjadi pasar utama. Syarat itu mutlak harus dilengkapi. Jika tidak, kerbau yang dijual dianggap ilegal. Jeleknya lagi, dianggap kerbau curian.

“Selama ini kita memang nggak mendapatkan surat itu dari dinas yang ada di Barsel. Hanya surat jalan dari kepala desa," ujar H Isran pemilik 175 ekor kerbau rawa.

Selama ini, transaksi tetap berjalan karena peternak mendapatkan SKKH di Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel. Lebih mudah, cepat dan efisien. Danau Panggang merupakan kecamatan yang berbatasan langsung dengan Jenamas. Jarak tempuh paling lambat 90 menit melalui jalur sungai. Jika menuju ke Ibu Kota Barsel, Buntok, menempuh waktu sampai tiga jam.

Untuk mendapatkan SKKH dihitung per ekor. Satu ekor kerbau rawa, peternak harus mengeluarkan biaya sebesar Rp15 ribu (2016) dan Rp20 ribu (2017) kepada Dinas Peternakan Hulu Sungai Utara.
Dalam setahun, peternak di Jenamas bisa menjual kerbau sampai 1.000 ekor. Jika dikalikan Rp15 ribu saja, sudah Rp15 juta. Belum lagi 1.000 dikalikan harga jual Rp23 juta, hasilnya mencapai Rp23.000.000.000.

Nominal itu memang jauh dibanding PAD yang diserap dari perusahaan tambang batu bara yang eksis di Kabupaten berjuluk Dahai Dahanai Tuntung Tulus itu. Para peternak menginginkan dinas terkait menempatkan petugasnya di Kecamatan Jenamas. Seperti yang pernah dirasakan 10 tahun silam. Peternak dengan mudah mendapatkan SKKH. Waktu itu masih Rp2.500 per ekor saja.

“Kita para peternak juga sedih melihat situasi seperti ini. Inginnya kita bisa berkontribusi buat daerah,” kata bapak berusia 56 tahun itu diamini peternak lainnya saat berbincang-bincang di pondok yang ada di tengah-tengah hamparan rawa.

Camat Jenamas, Haitani, mengungkapkan selama ini para peternak mendapatkan SKKH dari Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel. Masalah jarak tempuh ke Jenamas menuju Buntok menjadi kendala. Begitu juga tidak adanya petugas dari dinas terkait di kecamatan melayani surat-menyurat. Dengan kondisi seperti ini, menurutnya Pemkab Barsel tidak bisa menyerap PAD dari kerbau rawa.

“Kita sudah sering sampaikan ke dinas, tapi tidak ada tindak lanjutnya,” katanya.  (ram/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .