MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 30 Juni 2017 17:46
LIPUTAN KHUSUS
Katanya Wisata Kerbau Rawa
Seorang peternak sedang mengawasi kerbau rawa di daerah Jenamas Kabupaten Barito Selatan (AGUS PECE/KALTENG POS)

PROKAL.CO, LEBIH dari 100 orang peternak menjaga populasi kerbau rawa hingga kini berjumlah sekitar 7.000 ekor. Bahkan Pemkab Barito Selatan (Barsel) tergiur membuat Kecamatan Jenamas menjadi kawasan wisata kerbau rawa (Bubalus bubalis).

Setiap tahun, muncul wacana hingga katanya wisata kerbau rawa akan dikembangkan. Nyatanya, mahal tak dapat dibeli dan murah tak dapat diminta. Peribahasa bilang sulit.

Kalteng Pos mencoba menelusuri lokasi budi daya kerbau rawa tersebut beberapa waktu lalu. Melihat respons masyarakat dan memberi gambaran di lokasi peternakan. Alih-alih mencoba menikmati yang katanya wisata.

Ibu Kota Kabupaten Barsel, Buntok, berjarak sekitar 175 Km dari Kota Palangka Raya. Dilanjutkan dari Buntok ke Kecamatan Jenamas hanya bisa melalui jalur sungai, sekitar 150 Km waktu tempuh sampai empat jam.

Petualangan semakin menantang. Speedboat berkapasitas 15 penumpang berangkat dari Pelabuhan Lama, Buntok, tepat pukul 08.12 WIB. Telat 12 menit dari jadwal keberangkatan. Alunan lagu ‘Akhirnya Ku Menemukanmu’ milik grub band Naff dan deru mesin 200 Pk siap menyusuri Sungai Barito, berebut masuk telinga.

Perkampungan terapung menjadi obat kantuk selama perjalanan. Hilir mudik tongkang batu bara terlihat setiap 15 menit. Sampai akhirnya speedboat berlabuh di Kelurahan Rantau Kujang. Warga sekitar meminta agar menemui H Isran sang peternak kerbau rawa. Pria 56 tahun itu bersedia menemani melihat lokasi yang katanya wisata kerbau rawa. Satu jam perjalanan ditempuh dengan menggunakan kelotok (perahu mesin). Melewati hamparan rawa luas.

Populasi kerbau rawa ada di Kelurahan Rantau Kujang; Desa Rangga Ilung, Rantau Bahuang, Tampulang dan Tabatan. Habitat kerbau rawa berkembang biak berupa padang rumput kumpai dengan luasan sekitar 30 km2. "Kalau kita melihat semuanya, nggak cukup waktu sehari," ucap H Isran tetap menjaga pandangannya lurus ke depan sembari tangannya mengendalikan kemudi.

Sesuai prediksi awal, kondisi rawa sedang banjir. Kanal-kanal eks Proyek Lahan Gambut (PLG) tak begitu terlihat. Beberapa kawanan kerbau rawa terlihat dari kejauhan. Saat mulai mendekat, mereka tampak asyik mencari makan. Ada juga yang bermanja-manja dengan anaknya. Burung jalak, menjadi teman setia yang tanpa malu hinggap di atas punggung kerbau.

Paket wisata lengkap. Flora dan fauna menyatu. Rawa, kerbau, padang rumput dan desiran angin memanjakan mata. Angin membawa aroma lumpur bercampur kotoran kerbau menyapa hidung.

Fakta unik lainnya, kerbau milik peternak satu dengan lain jarang sekali bergerombol mencari makan di tempat sama. Kalaupun bisa bersama, akhirnya akan kembali lagi ke kelompok asal. Penggembala tak kesulitan jika seekor kerbau tak kembali pulang atau ikut dengan gerombolan kerbau lain.

"Ada tanda bekas irisan di telinga yang sudah dibuat sejak lahir," kata H Isran.

Jika dalam kondisi banjir, kerbau-kerbau itu akan berenang dan menyelam saat mencari makan. Jenis makanan tersedia di rawa adalah padi hiyang kumpai dan beberapa jenis rumput. "Masa-masa sulit kita ketika memasuki kemarau, bisa kekurangan makanan," sebut bapak tiga anak yang sudah naik haji sebanyak tiga kali itu.

Kerbau rawa diternak dengan sistem kalang atau setengah liar. Dibiarkan berada di alam bebas pada siang hari. Memasuki senja, digiring masuk ke dalam kandang kayu seperti permanen di atas rawa. Setiap kandang bisa menampung lebih dari 100 ekor kerbau. Di setiap kandang, ada pondok kecil tempat penggembala kerbau melepas lelah.

Di hari itu, mereka berkeluh kesah. Soal wacana kawasan wisata, disambut baik oleh mereka. Meski ada rasa pesimistis menghantuinya. Selama ini, mereka tidak merasakan hadirnya pemerintah. Saran dan kritikan sering disampaikan. Mulai dari akses jalan raya, pendirian pasar ternak, masalah kesehatan ternak dan masalah pangan. Permasalahannya serba kompleks.

“Sulit sekali diperoleh. Padahal, akses jalan raya sangat berarti bagi masyarakat Jenamas,” sebut H Sar'i (50) pemilik 250 ekor kerbau rawa yang turut nimbrung dalam obrolan.

Akses jalan raya menuju Jenamas sebenarnya sudah ada upaya pemerintah yang mulai dirintis dari Kecamatan Pasar Panas. Namun pembangunan terhenti. Akses jalan sangat memungkinkan direalisasikan jika menghubungkan antara Kecamatan Jenamas dan Kecamatan Danau Panggang, yang masuk di Provinsi Kalsel. Alangkah baiknya kedua provinsi itu sepakat membangun jalan lintas kecamatan itu.(ram/c3/abe/nto)

 


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .