MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Rabu, 28 Juni 2017 14:05
Stigmasisasi

OLEH: JAYA SUPRANA*

Jaya Suprana

PROKAL.CO, JURUS stigmasisasi dilancarkan terhadap para warga yang akan digusur sebagai warga liar, kaum kriminal perampas tanah negara, pelacur, mucikari, pejudi, pengguna dan pengedar narkoba, penyebab banjir, biang kemacetan lalu lintas dan stigma buruk lain sebagainya.

Terkesan segenap stigmasisasi itu memang benar-benar perlu demi membenarkan penggusuran yang akan dilakukan terhadap warga atas nama pembangunan.

Berkat keberhasilan mempengaruhi opini publik (yang tidak tergusur) bahwa warga yang digusur memang hukumnya wajib sangat layak untuk digusur maka pihak penggusur dapat secara leluasa lahir batin melakukan penggusuran terhadap warga yang telah terstigmasisasi.

Naas nasib rakyat sudah digusur masih dihujat bukan cuma sebagai penghambat pembangunan namun juga sebagai warga liar seolah bukan manusia tetapi satwa.

Masih ditambah stigmasisasi sebagai kaum kriminal yang mengancam keamanan serta ketenteraman kehidupan masyarakat.

Membenarkan

Stigmasisasi memang manjur untuk membenarkan kebijakan-kebijakan yang sebenarnya tidak benar.

Misalnya jurus stigmasisasi pernah sukses dilakukan oleh Adolf Hitler terhadap kaum Yahudi sehingga Hitler didukung mayoritas rakyat Jerman dalam mewujudkan semangat membasmi habis kaum Yahudi di dalam maupun di luar kamp-kamp konsentrasi secara sangat mengerikan. Sampai masa kini masih ada pihak yang membenarkan pembantaian Hitler terhadap kaum Yahudi.

Jurus stigmasisasi Islam sebagai agama berbahaya didayagunakan demi memuluskan sepak terjang angkara murka kolonialisme Belanda menjajah pulau Jawa dan Sumatera.

Jurus stigmasisasi juga gilang gemilang sukses mendukung gerakan Revolusi Kebudayaan Republik Rakyat China menganiaya para seniman, budayawan, cendekiawan atau siapa saja yang distigmasisasi sebagai pengkhianat kebudayaan negara, bangsa dan rakyat China.

Agar tidak bisa main piano lagi , seorang sanak keluarga saya yang kebetulan seorang pianis berbakat dihancurkan jari jemari pada kedua tangannya dengan popor bedil oleh para pelaksana Revolusi Kebudayaan RRC!

Akibat warga keturunan China di pulau Bali distigmasisasi sebagai kaum komunis maka ayah kandung saya yang hanya seorang pengusaha biasa yang tidak paham komunis sebenarnya mahluk apa, terpaksa ikut jatuh sebagai korban pembantaian massal pada masa kemelut G-30-S . Sampai kini jenazah beliau belum diketemukan.

Kemanusiaan

Desa My Lai, Vietnam distigmasisasi sebagai markas besar Viet Cong maka pada tanggal 16 Maret 1968 serdadu Amerika Serikat ganas membantai ratusan warga sipil desa My Lai yang sama sekali tidak bersenjata. Para warga yang dibantai termasuk kaum perempuan dan anak-anak yang sebenarnya bukan Viet Cong.

Para ibu dan balita yang bermukim di kolong tol Kalijodo - Jakarta Utara sebenarnya bukan kriminal, pelacur atau pengguna apalagi pengedar narkoba namun harus ikut tergusur pada tanggal 13 Juni 2017 mulai pukul 23.30 Waktu Indonesia Barat.

Penggusuran dilakukan pada bulan suci Ramadhan sehingga para ibu dan balita tidak bisa menunaikan sahur akibat sama sekali tidak memiliki sesuap nasi dan seteguk air minum. [***]

*) Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Maret 2018 10:25

Plasma, Nikmatnya setelah Meninggal

PROGRAM kemitraan perusahaan besar swasta (PBS) sawit melalui plasma masih menjadi polemik. Plasma yang…

Senin, 12 Februari 2018 02:00
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (3)

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

Minggu 11 feb 2017 Semua itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba…

Senin, 12 Februari 2018 01:56
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (2)

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…

Senin, 12 Februari 2018 01:51
Catatan Aortic Dissection (1)

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

SAYA jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani Umroh bersama keluarga.…

Minggu, 11 Februari 2018 07:41

Ketika Sembako Mengalir Sampai Jauh

Kolom Happy Monday tanggal 6 Pebruari 2018 yang lalu sungguh menarik. Terutama jika kita juga ikut melihat…

Selasa, 06 Februari 2018 15:23

Seruyan (Masih) Tertinggal 

SEBUAH video yang diupload oleh akun facebook Salidin Akhmad mendadak viral dua pekan terakhir. Video…

Senin, 08 Januari 2018 14:06
Happy Monday

Belajarlah Dulu

TULISAN ini terkesan cukup mendadak dibuat. Hanya sekitar dua jam sebelum jadwal deadline. Bukan karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .