MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Minggu, 18 Juni 2017 12:54
RENUNGAN RAMADAN
Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

Oleh: Dr Ir H Rajudinnor, M.Si

Dr Ir H Rajudinnor, M.Si

PROKAL.CO, KITA telah melewati sebagian besar dari hari-hari Ramadan. Sekarang kita telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Barangsiapa di antara kita yang mampu menunaikan hari-hari tersebut sesuai dengan keagungannya, maka tunaikanlah dengan sempurna. Pujilah Allah karena bertemu dengannya. Mintalah kepada-Nya agar menerima amalan di dalamnya.

Adapun bagi mereka yang menyia-nyiakannya, maka bertaubatlah kepada Allah. Karena pintu taubat itu terbuka. Hindarilah bermalas-malasan dan kemaksiatan sebelum datang di mana kaki-kaki terhimpit, ruh telah sampai di tenggorokan, dan sebelum jasad berserah menuju kubur. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah At Tahrim ayat 8.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai..” (QS. At-Tahrim: 8).

Kita telah sampai pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Hari-hari yang begitu baik, penuh keberkahan dan keutamaan. Isilah dengan ketaatan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Agung. Berpuasalah dengan sebaik-baik puasa di hari-hari tersebut. Cerahkanlah malam-malamnya dengan cahaya salat. Makmurkan siang dan malamnya dengan membaca Alquran, istighfar, dzikir dan doa.

Betapa banyak orang yang dianugerahi menjumpai sepuluh hari terakhir, namun mereka tidak mendapati apapun. Tidak ada tambahan amal ketaatan dan taubat, yang ada hanya kesia-siaan dan kemalasan. Dan kita sekarang telah mendapatkannya dalam keadaan sehat, kuat dan memiliki kemampuan.

Rasulullah Saw sangat memuliakan sepuluh hari terakhir Ramadan. Beliau benar-benar memberi perhatian yang mendalam apabila masa itu tiba dengan bersungguh-sungguh dan memperbanyak ibadah di dalamnya. Beliau khususkan saat-saat tersebut untuk beri’tikaf di masjid, menyendiri beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT. Beliau bersemangat mengisi malam lailatul qadr yang sangat agung kedudukannya. Allah SWT berfirman dalam surah Al Qadr ayat 3-5.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5).

Maknanya adalah malam tersebut lebih baik dari pada kurang lebih 30.000 malam atau lebih kurang 83 tahun, 4 bulan.  Lebih baik dalam keberkahan, ganjaran pahala, rahmat, ampunan, pengkabulan doa dan diterimanya amal.

Oleh karena itu, hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam mengisinya, bersemangat di kesepuluh hari tersebut. Hidupkan malamnya dengan salat, dzikir dan doa.

Nabi Muhammad Saw bersabda yang artinya : “Barangsiapa yang salat di malam lailatul qadr karena keimanan dan berharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR Buchari Muslim).

Apabila masuk sepuluh hari terakhir, Nabi Muhammad Saw sangat bersungguh-sungguh. Beliau hidupkan malam-malamnya dengan ibadah kepada Rabbnya. Beliau melakukan kesungguhan yang sangat tersebut padahal telah diampuni segala dosa dan kesalahannya yang lalu maupun yang akan datang. Beliau melakukan hal itu, dan beliaulah orang yang paling bertakwa dan takut kepada Allah. Lalu bagaimana keadaannya dengan kita? yang banyak kekurangan dan banyak berdosa.

Karena itu, hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam menjemput malam yang penuh kemuliaan tersebut. Mengisi malam-malam tersebut, menjemput keberkahan dan kebaikannya dengan menjaga salat-salat yang diwajibkan, memperbanyak salat, bersedekah, menjaga puasa dari hal-hal yang mengurangi pahalanya, mengerjakan banyak ketaatan, menjauhi perbuatan dosa, menjauhi permusuhan, menjauhi saling benci dan dendam. Karena dendam adalah salah satu sebab seseorang diharamkan dari mendapatkan keutamaan lailatul qadr.

Nabi Muhammad Saw suatu hari keluar dari rumahnya untuk mengabarkan kepada sahabatnya tentang lailatul qadr. Lalu ada dua orang laki-laki muslim yang terlibat cekcok dan perselisihan, lalu keberkahan tersebut terangkat (sirna). Nabi bersabda yang artinya : “Aku keluar untuk mengabarkan kepada kalian (kapan terjadinya) lailatul qadr lalu si Fulan dan Fulan berselisih? Sudah diangkat, dan mudah-mudahan hal itu lebih baik untuk kalian.”

KAPAN MALAM LAILATUL QADR ITU TERJADI?

Rasululah Saw bersabda yang artinya: “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan (HR. Bukhari no. 2020)

Imam Al Ghazali dan ulama yang lain berkata; “ Sesungguhnya laitul qadr itu bisa diketahui dari awal hari permulaan Ramadan. Jika awal Ramadan jatuh pada hari Senin, maka lailatul qadr jatuh pada malam ke-21.  Jika awal Ramadan jatuh pada hari Kamis, maka lailatul qadr jatuh pada malam ke-25. Jika awal Ramadan jatuh pada hari Selasa atau Jumat, maka lailatul qadr jatuh pada malam ke-27. Jika awal jatuhnya Ramadan pada hari Ahad atau Rabu, maka lailatul qadr jatuh pada malam ke-29.  Jika awal Ramadan jatuh pada hari Sabtu, maka lailatul qadr jatuh pada malam ke-23.

Syekh Abul Hasan As Syadzali berkata: “Semenjak saya menginjak usia dewasa, lailatul qadr tidak pernah meleset dari jadwal tersebut”. Namun kapan pastinya malam lailatul qadr itu. Hanya Allah yang persis mengetahuinya. Wallahu A’lam.

Marilah kita berusaha dengan segala cara untuk mendapatkan malam lailatul qadr tersebut yang lebih baik dari 1.000 bulan. Kalau tidak sekarang kapan lagi.  Bisa jadi hari ini atau esok lusa maut menjemput kita, lalu apa amal baik yang akan dibawa? Manfaatkan kesempatan yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.(*/c3/nto)


BACA JUGA

Rabu, 28 Juni 2017 14:05

Stigmasisasi

JURUS stigmasisasi dilancarkan terhadap para warga yang akan digusur sebagai warga liar, kaum kriminal…

Jumat, 23 Juni 2017 11:25

Perpecahan Demi Monumen Sang Ayah

MENGAPA perpecahan keluarga Lee Kuan Yew terjadi sekarang? Bukan tahun lalu? Bukan tahun depan? Saya…

Selasa, 20 Juni 2017 15:08

Efek Medsos

MUNCULNYA kasus persekusi di medsos ini sebenarnya sudah cukup lama. Bermula sejak persidangan kasus…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:37

Bung Karno dan Prinsip Ketuhanan

MEMASUKI pertengahan Juni, bulan ini sering disebut sebagai Bulan Bung Karno. Bulan di mana Bung Karno…

Jumat, 16 Juni 2017 16:18

Plagiarisme: Noktah Hitam dalam Dunia Literasi

KASAK-kusuk mengenai plagiarisme yang dilakukan oleh Afi, seleb sosial media yang terkenal lewat tulisan-tulisannya…

Kamis, 15 Juni 2017 16:17
RENUNGAN RAMADAN

Mangkuk, Madu dan Sehelai Rambut

DALAM riwayat sirah nabawiyah disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah Saw mengajak Abubakar, Umar dan…

Kamis, 15 Juni 2017 13:42
RENUNGAN RAMADAN

MENGENAL SETAN

SETAN atau syaitan berasal dari kata “syathatha” atau “syathana” yang berarti…

Selasa, 13 Juni 2017 11:38
Lebih Fokus Dengan Raja Media Dahlan Iskan

Wartawan Kalah Jasa Dengan Jenderal ?

SEHARI bersama Dahlan Iskan, melahirkan cukup banyak cerita yang layak dijadikan tulisan.  Sehari…

Senin, 12 Juni 2017 17:07

MEMPERKOKOH UKHUWAH ISLAMIYAH, WAHTANIYAH, DAN BASYARIYAH DI BULAN PENUH BERKAH

Civitas Akademika FKIP Universitas Palangka Raya (UPR)  Rabu (7/6) yang lalu telah melaksanakan…

Minggu, 11 Juni 2017 21:15
RENUNGAN RAMADAN

Buta Mata VS Buta Hati

LELAKI buta itu bersegera mendatangi Rasulullah SAW. Dadanya bergemuruh. Keinginannya sangat kuat untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .