MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 15 Juni 2017 16:17
RENUNGAN RAMADAN
Mangkuk, Madu dan Sehelai Rambut

Oleh: Surya Sukti

Surya Sukti

PROKAL.CO, DALAM riwayat sirah nabawiyah disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah Saw mengajak Abubakar, Umar dan Usman ra (radhiyallaahu ‘anhum) bertamu ke rumah putrinya Fatimah ra. Kebetulan Ali pun sedang ada di rumah. Setelah semuanya duduk, Fatimah menghidangkan untuk mereka madu dalam sebuah mangkuk yang cantik. Ketika mangkuk madu itu dihidangkan, sehelai rambut jatuh ke dalam mangkuk tersebut.

Rasulullah Saw lalu meminta semua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut – mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut. Rasulullah Saw meminta Abubakar yang mulai berbicara, disusul oleh yang lainnya.

Abubakar lalu berkata, “Iman itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. Orang yang beriman itu lebih manis daripada madu, dan mempertahankan iman itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.”

Umar berkata, “Kerajaan itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. Seorang raja itu lebih manis daripada madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.”

Usman tak mau kalah, ia pun berkata, “Ilmu itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. Orang yang menuntut ilmu itu lebih manis daripada madu dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.”

Sedangkan Ali berkata, “Tamu itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu itu lebih manis daripada madu, dan membuat tamu senang sampai pulang kembali ke rumahnya adalah lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.

Rasulullah Saw mengarahkan pandangnnya ke arah Fatimah, memintanya untuk membuat perbandingan juga. Dengan sigap Fatimah berkata, “Seorang wanita itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik. Wanita yang berhijab itu lebih manis daripada madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.”

Akhirnya, Rasulullah Saw berkata, “seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. Beramal dengan amal yang baik itu lebih manis daripada madu, dan beramal dengan ikhlas lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.”

Malaikat Jibril as berkata, “Menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik daripada sebuah mangkuk yang cantik. Menyerahkan diri, harta dan waktu untuk agama lebih manis daripada madu, dan mempertahankan agama sampai akhir hayat lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.”

Maka, Allah berfirman, “Surga-Ku lebih cantik daripada mangkuk yang cantik itu. Kenikmatan surga-Ku lebih manis daripada madu, dan menuju surga-Ku adalah lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.”

Apabila direnungkan riwayat tersebut kita akan mendapat pelajaran bahwa dalam kehidupan ini disediakan keindahan dan kemuliaan. Namun untuk mencapai keindahan dan kemuliaan itu membutuhkan suatu perjuangan yang harus ditempuh dengan berbagai kesulitan. Dalam berbagai entitas kehidupannya, manusia akan menghadapi hal-hal tersebut. Para sahabat hanya menyebutkan beberapa di antaranya.

Pertama, Abubakar menyebutkan bahwa iman adalah sesuatu yang indah, orang yang beriman lebih manis daripada madu. Iman adalah spirit keagamaan yang harus dijaga dan ditumbuhkan di dalam rohani. Manusia beriman akan menghadapi berbagai cobaan hidup yang harus dihadapi dengan sabar dan tawakkal kepada Allah. Kesabaran menjadi nilai perjuangan bagi seorang mukmin.

Kedua, Umar menyebutkan kerajaan, maksudnya adalah kekuasaan dan jabatan adalah sesuatu yang indah dan seseorang yang memiliki kekuasaan atau jabatan lebih manis daripada madu karena akan selalu dikerubuti dan didekati oleh orang-orang yang ingin dekat kepadanya. Namun, kekuasaan itu hanya berarti apabila ia jalankan dengan adil. Menegakkan keadilan dan amanah itu adalah suatu perjuangan.

Ketiga, Usman menyebutkan ilmu itu adalah sesuatu yang indah dan orang yang menuntut ilmu itu lebih manis daripada madu. Namun, terkadang untuk menerapkan suatu ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat membutuhkan langkah-langkah yang penuh dengan pengorbanan.

Keempat, Ali menyebutkan tamu itu sesuatu yang indah, indahnya silaturahmi baik dalam hubungan tetangga maupun keluarga, dan menggembirakan tamu adalah lebih manis daripada madu. Namun bagaimana agar tamu merasa terhormat dan senang sampai ia kembali ke rumahnya memerlukan cara tersendiri yang tidak mudah dilakukan.

Kelima, Fatimah menyebutkan wanita itu adalah sesuatu yang indah dan wanita berhijab itu lebih manis daripada madu. Seorang wanita lebih sering menjadi pusat perhatian daripada seorang pria. Namun, wanita yang menjaga diri dan kepribadiannya di tengah pergaulan yang luas memerlukan perjuangan yang tidak mudah.

Keenam, Rasulullah saw pun membuat perumpamaan bahwa orang yang mendapat taufik untuk beramal kebajikan adalah lebih cantik daripada mangkuk yang cantik dan lebih manis daripada madu. Segala amal kebajikan bernilai keindahan dan kemuliaan.

Ketujuh, Jibril menyebutkan bahwa menegakkan pilar-pilar agama itu adalah sesuatu yang indah. Menegakkan nilai-nilai agama di tengah kehidupan adalah lebih manis daripada madu dan mempertahankannya sampai akhir hayat adalah suatu perjuangan.

Akhirnya, Allah akan memberi imbalan rahmat kepada hamba-Nya berupa surga yang kenikmatannya tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati. Namun, untuk mencapai semua itu memerlukan perjuangan, kesabaran dan keikhlasan.

Apabila terus kita renungkan tentu lebih banyak hikmah yang akan didapatkan. Semoga Ramadhan 1438 H / 2017 ini dapat meningkatkan nilai-nilai kejuangan kita untuk memperoleh keindahan dan kemuliaan itu. Amin. (*/nto)


BACA JUGA

Selasa, 13 Maret 2018 10:25

Plasma, Nikmatnya setelah Meninggal

PROGRAM kemitraan perusahaan besar swasta (PBS) sawit melalui plasma masih menjadi polemik. Plasma yang…

Senin, 12 Februari 2018 02:00
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (3)

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

Minggu 11 feb 2017 Semua itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba…

Senin, 12 Februari 2018 01:56
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (2)

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…

Senin, 12 Februari 2018 01:51
Catatan Aortic Dissection (1)

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

SAYA jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani Umroh bersama keluarga.…

Minggu, 11 Februari 2018 07:41

Ketika Sembako Mengalir Sampai Jauh

Kolom Happy Monday tanggal 6 Pebruari 2018 yang lalu sungguh menarik. Terutama jika kita juga ikut melihat…

Selasa, 06 Februari 2018 15:23

Seruyan (Masih) Tertinggal 

SEBUAH video yang diupload oleh akun facebook Salidin Akhmad mendadak viral dua pekan terakhir. Video…

Senin, 08 Januari 2018 14:06
Happy Monday

Belajarlah Dulu

TULISAN ini terkesan cukup mendadak dibuat. Hanya sekitar dua jam sebelum jadwal deadline. Bukan karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .