MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 15 Juni 2017 13:55
ASTAGA! Ternyata Ini Alasan Bocah Nekat Malak Temannya dan Menganiaya Hingga Pingsan
Kapolres Bartim AKBP Raden Petit Wijaya SIK saat mengunjungi korban yang kondisinya sudah membaik, Selasa malam (14/6). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA - Belakangan kenakalan remaja kembali mencuat. Ulah anak di bawah umur itu telah menimbulkan korban. Dugaan pengeroyokan yang melibatkan teman sebaya di Kabupaten Bartim, menyita perhatian masyarakat Kalteng.

Apalagi, alasan kedua pelaku A (16) dan D (11) dianggap tega melakukan mengeroyok setelah tidak mendapat uang yang diinginkan. Ironisnya, rencana nekat kedua pelaku memalak SAM (10) lantaran ketagihan (mabuk) mengisap lem fox.

Kedua pelaku memang diamankan melalui cara pendekaten persuasif. Mereka mengaku kesal kepada korban lantaran korban tidak memberinya uang. Hingga A diduga kuat melayangkan pukulan dengan tangan dan kayu, dibantu D yang diduga memukul hingga korban tidak sadarkan diri.

“Pelaku juga dendam karena disalahkan oleh ustaz masjid atas tindakan korban yang melempar batu, sehingga sempat dimarahi,” ungkap Kapolres Bartim AKBP Raden Petit Wijaya SIK saat dikonfirmasi Kalteng Pos, Rabu (14/6).

Prarekonstruksi kejadian dilakukan pihak penyidik, dengan cara menggiring pelaku dengan membujuk secara halus (persuasif), didampingi pihak keluarga. Dugaan aksi pengeroyokan tersebut diproses sesuai aturan dengan terlebih dahulu memediasi atau diversi. Apabila tidak menemukan titik temu, sebut kapolres, pihaknya akan membawanya ke proses hukum dengan berkoordinasi para pihak terkait.

Salah satu bentuk kenakalan remaja yang melanggar hukum, perlu mendapat penanganan khusus. “Karena baik korban dan pelaku sama-sama di bawah umur,” timpalnya sembari mengatakan pihaknya juga mengamankan barang bukti batang kayu sepanjang 60 centimeter berdiameter 3 centimter serta kayu bulat panjang 40 centimeter berdiameter 5 centimeter.

Meski begitu, kabar baik datang dari SAM. Korban dugaan penganiayaan itu sudah membaik dan dapat diajak berkomunikasi.

Kabid Diklit Pengembangan SDM dan Humas RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya dr Theodorus Sapta Atmadja MM mengatakan, hasil pemeriksaan fisik dengan CTScan, menunjukkan adanya keretakan dan pendarahan pada bagian kepala SAM.

“Kasus tersebut biasanya kita tidak melakukan operasi karena keretakan yang dialami hanya berkisar 5-10 milimeter. Tetapi apabila dalam perkembangan mengalami kondisi yang tidak membaik, maka kita akan melakukan CTScan ulang bersifat konservatif,” kata dr Theo.

Usia anak di bawah umur atau belum mencapai 18 tahun sampai dianggap dewasa, menjadi faktor mudahnya pengaruh negatif. Apalagi kenakalan remaja tidak memandang status ekonomi. “Oleh karena itu sebagai rasa solidaritas kita, bersama seluruh warga ikut berpartisipasi mengumpulkan dana senilai Rp 2.560.000 dan diberikan langsung kepada ayah korban,” kata mantan Kepala Desa Tumpung Ulung, Mahlangi. (log/nue/c2/abe/nto)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 10:03

Diburu 6 Paranormal, Diduga Diserang Ular Phyton Hingga Buaya

PANGKALAN BUN-Hingga saat ini Tim SAR masih belum menemukan titik terang terhadap keberadaan Rusli (60).…

Minggu, 21 Januari 2018 10:00

Gunakan ADD dan DD untuk Kemakmuran Masyarakat Desa

KASONGAN – Hingga saat ini penggunaan dana desa terus menjadi perhatian khusus, tidak hanya penerimanya…

Minggu, 21 Januari 2018 09:55

Polisi Siap Amankan Pilkada

NANGA BULIK –Berbagai persiapan terus dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah…

Minggu, 21 Januari 2018 08:23

PARAH ! Bolos Sekolah, Delapan Pelajar Malah Pesta Miras dan Ngelem

SAMPIT- Entah apa yang dipikirkan oleh delapan orang pelajar disalah satu sekolah di wilayah Kotawaringin…

Minggu, 21 Januari 2018 08:08

Tidak Main-Main, Bandar Narkoba Terus Diburu

SAMPIT-Rupanya Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kotim tidak main-main dalam melakukan pengungkapan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:10
Pemkab Pulang Pisau

Pemerintah Nepal Berkunjung ke Pulpis

PULANG PISAU - Pemerintah Negara Nepal berkunjung ke Desa Garantung Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:06
Pemkab Gunung Mas

Waspadai Penggunaan Mercury Berlebih

KUALA KURUN - Polsek Tewah terus mewujudkan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Salah satu…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:44
Pemkab Katingan

Masyarakat Diminta Tingkatkan Pengawasan Pada Anak

KASONGAN  –  Selama beberapa hari terakhir ini kondisi debit air di DAS Katingan cenderung…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:01

Terpeleset di Lanting, Nyawa Bocah Perempuan Tak Terselamatkan

TINGGINYA debit air Sungai Kahayan menelan korban jiwa. Seorang bocah berusia 3 tahun ditelan arus sungai…

Sabtu, 20 Januari 2018 08:14

Istri Hamil Muda, Suami Pulang Tak Bernyawa

SAMPIT-Yoga Saputra (23) hanya terbujur kaku di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .