MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 15 Juni 2017 13:42
RENUNGAN RAMADAN
MENGENAL SETAN

Oleh: Akhmad Supriadi

Akhmad Supriadi

PROKAL.CO, SETAN atau syaitan berasal dari kata “syathatha” atau “syathana” yang berarti “jauh, sesat, berkobar, dan terbakar.”

Setan diciptakan dari api, berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah dan malaikat dari cahaya. Karena diciptakan dari api, iblis selaku nenek moyang setan merasa lebih terhormat dan mulia.

Asal usul penciptaan ini pula yang menjadikan iblis enggan untuk sujud kepada Nabi Adam as. Ia merasa takabbur, sehingga diusir dari surga: QS. Shad (38) :71-78: Allah berfirman: "Hai iblis, Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) Termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"; iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Dia Engkau ciptakan dari tanah";  Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; Sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk; Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".

Iblis pada awalnya adalah satu komunitas dari jin. Namun karena kedurhakaannya maka ia dan balatentaranya yakni setan dianggap sebagai makhluk yang ingkar: dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.( QS. al-Kahfi (38) :50:)

Informasi dalam QS. an-Nas juga menyebutkan bahwa setan sebagai para penggoda manusia berasal dari dua golongan yaitu yang berasal dari golongan jin dan manusia: Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia; raja manusia; sembahan manusia; dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi; yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia; dari (golongan) jin dan manusia.

Setan telah berkomitmen untuk senantiasa menngoda dan menggelincirkan manusia dari kebenaran sampai kiamat tiba. Sesaat setelah menolak untuk sujud kepada Adam, Allah memvonisnya untuk keluar dari surga dan dianggap sebagai makhluk yang tersesat dan kufur. Mendengar putusan tersebut, Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan bersungguh-sungguh (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. al-A’raf: 16-17)

Sebagian mufassir menjelaskan bahwa yang dimaksud dari depan adalah bahwa setan menghalangi manusia untuk beribadah kepada Allah sebagai bekal menuju akhirat. Bukankah depan adalah simbol dari akhirat, yakni kehidupan masa depan yang akan kita tuju kelak?

Arah belakang adalah simbol dunia, yakni sesuatu yang akan kita ditinggalkan. Setan berupaya  menggoda, melengahkan dan menyesatkan manusia dengan kesenangan dunia yang bersifat sementara dengan aneka rupa materi, harta, jabatan, kesenangan, hiburan dan lain sebagainya.

Adapun arah sebelah kiri merupakan simbol keburukan di mana manusia selalu diajak untuk melakukan beragam kesenangan yang berbau maksiat seperti judi, menipu, narkoba. Kita juga dibisikkan dengan sifat kebencian, rasa dengki, sombong dan lain-lain. Adapun arah kanan adalah  simbol kebajikan. Di sini setan berupaya masuk dengan membisikkan rasa ujub, riya dan lain-lain kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.  “Luar biasa hebatnya ibadah Anda”, atau “anda adalah orang yang paling khusyu shalat dan ikhlas bersedekah” bisik setan kepada manusia.

Nabi saw menjelaska dalam sebuah hadis tentang bagaimana setan menghalangi kita dari beribadah kepada Allah SWT: "Syaitan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, syaitan mengikatnya sedemikian rupa sehingga setiap ikatan diletakkan pada tempatnya lalu (dikatakan) 'Kamu akan melewati malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.' Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudlu' maka lepaslah tali yang lainnya dan bila ia mendirikan shalat lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan seperti itu, maka pagi harinya jiwanya merasa tidak segar dan menjadi malas beraktifitas".(HR. al-Bukhari)

Bagaimana upaya kita agar selamat dari tipu daya dan godaan syaitan? Pertama, memunculkan kesadaran bahwa setan adalah musuh manusia yang senantiasa berupaya mengajak kepada kemaksiatan dan dosa yang berujung kepada neraka: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. QS. Fathir (35) : 6.

Kedua, kita diajarkan oleh al-Qur’an untuk berlindung dari godaan dan gangguang setan dengan berlindung kepada Allah salah satunya denganmembaca ta’awudz yakni a’udzu billah min al-syaitan al-rajim (QS. al-A’raf [7]: 200-201).

Ketiga, kita juga dianjurkan untuk selalu berzikir dan beristighfar serta membaca surah-surah tertentu sebagai pelindung seperti surat al-Ikhlas, al-Falaq dan An-Nas (al-Mu’awwidzatain), ayat kursi dan bacaan-bacaan lainnya yang diajarkan oleh Nabi saw.

Keempat, berwudhu ketika ditimpa kemarahan, karena rasa marah adalah berasal dari setan: "Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan diciptakan dari api, sementara api akan mati dengan air, maka jika salah seorang dari kalian marah hendaklah berwudhu."(HR. Abu Dawud)

Terdapat sebuah hadis Nabi yang menyatakan bahwa setan telah terbelenggu di bulan Ramadhan, sehingga tidak berdaya menggoda: "Apabila datang bulan Ramadlan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari).

Jika setan telah dipenjara atau diborgol, mengapa masih  banyak manusia yang masih melakukan maksiat dan munkarat di bulan Ramadhan? Hal itu boleh jadi menunjukkan bahwa hawa nafsunya lebih dominan ketimbang tarikan hati dan akalnya. Atau juga boleh jadi dirinya telah berubah menjadi sosok setan berwujud manusia yang memiliki kesamaan karakater dan sifat dengan setan meski secara fisik biologis masih berwujud manusia (QS. al-An’am [6]: 112).

Boleh jadi juga manusia telah bersahabat dengan setan sehingga meski Ramadhan tiba, setan enggan pergi karena telah menjadi sahabat setianya, sebagaimana al-Quran menyatakan dalam QS. an-Nisa [4]: 38: “Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, Maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya (sa’a qarina). (*/nto)


BACA JUGA

Rabu, 01 November 2017 14:49
Happy Monday

“PAD Haram”

SEBULAN yang lalu, tepatnya 28 September 2017, sebanyak 47 wartawan di Kalteng mengikuti Uji Kompetensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .