MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Senin, 12 Juni 2017 03:21
Institute Tingang Borneo Teater (ITBT) Palangka Raya
Kahiu Manangis; Satu Level Menuju Kepunahan Orangutan
ATRAKTIF: Pada Festival Teater Cirebon 3 (2017) menghadirkan 16 pertunjukan teater perwakilan 5 pulau dan 11 provinsi di Indonesia, termasuk ITBT Palangka Raya, 2-11 April 2017 lalu. ((Foto: DOK. ITBT PALANGKA RAYA)

PROKAL.CO, CERITA Kahiu Manangis berisi tentang level “Criticaly Endangered” alias sudah tinggal satu level lagi orangutan punah. Pesan moral dalam Kahiu Manangis, mengisahkan orangutan bukan sekadar hewan atau pelengkap hutan saja, tetapi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Bahkan lebih dari itu.

Pementasan teater dengan judul Kahiu Manangis, menganggap orangutan sebagai sebuah kebudayaan. Sekarang mereka (orangutan) sedang menangis ketakutan bercampur rasa khawatir dan kecewa. Mereka mati dibantai di tanah kelahirannya sendiri.

Naskah garapan Institute Tingang Borneo teater (ITBT) Palangak Raya, dipentaskan pada Festival Teater Cirebon, yang diselenggarakan kelompok teater Tjaroeban setiap April sejak 2015 silam. Festival berisi diskusi tentang seni dan budaya, workshop teater dan pertunjukan seni dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pada Festival Teater Cirebon 3 (2017) ini, menghadirkan 16 pertunjukan teater dari 5 pulau dan 11 provinsi di Indonesia. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Kalimantan, Nangroe Aceh Darussalan, Sumatera Barat, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Festival ini juga menyajikan workshop artistik oleh Joko Kurnain tentang tata letak panggung dan lighting. Penampilan pertunjukan 3 bintang tamu; Rachman Sabur (Teater Payung Hitam), Nano Riantiarno (Teater Koma), dan Putu Wijaya (Teater Mandiri).

Selama 10 hari mulai 2-11 April 2017 di Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang, Cirebon, Jawa Barat, festival mengusung tema "Membumikan Tradisi". Mengangkat manusia, local genius dan kebijaksanaan lokal sebagai fokus tematik baik secara bentuk, cerita maupun konsep, menjadi sebuah narasi besar yang menarik untuk di kaji, dan menjadi sebuah tawaran pertunjukan yang dekat dengan publiknya.

Dibuka ketua Disporbudpar Kota Cirebon Dana Kartiman dan Keraton Kanoman Mama Pati Qadiron, pada 2 April 2017, ditutup Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada 11 April 2017.

Institute Tingang Borneo Teater (ITBT) Palangka Raya sebagai perwakilan kelompok teater dari pulau Kalimantan, mempersembahkan naskah berjudul "Kahiu Manangis" sutradara Abdul Khafidz Amrullah, Minggu 9 April 2017. Dengan pimpinan produksi Lusy Oklivtita, pemain Noventri Andika, Dava Malik Ibrahim dan Julius Leonard Margana Simanjuntak, penata musik Khara Makrothomia Toda dan Lampang  Sastra Wijaya.

Lusy Oklivtita selaku Pimpinan Produksi Kahiu Manangis mengatakan, pementasan dari ITBT Palangka Raya mendapat respons positif dari masyarakat Cirebon.

“Seusai pementasan kita adakan sesi diskusi bersama para penonton. Di sesi diskusi banyak yang bertanya apakah benar orangutan di Kalimantan banyak yang dibantai? Apakah benar status orangutan sekarang sudah hampir punah? Apa yang bisa kita lakukan dari Cirebon untuk dapat turut menjaga kelestarian orangutan? Dan banyak lagi pertanyaan mereka tentang orangutan,” ucapnya.

Menurutnya hal seperti ini menarik. Tadinya masyarakat Cirebon tidak terlalu memahami banyak tentang orangutan, setelah menonton pementasan mendapat gambaran terkait kondisi alam dan budaya yang harus dijaga bersama, di mana pun berada.

Selain pementasan dari kelompok-kelompok teater yang ada di Indonesia, di penutupan juga ada diskusi dan pementasan dari maestro teater Indonesia Nano Riantiarno dan Putu Wijaya.

“Kita senang ITBT Palangka Raya bisa satu event bersama para maestro ini, dan kita juga merasa beruntung dapat berdiskusi dengan mereka. Palangka Raya mendapat salam dari Mas Nano dan Mas Putu,” ucap Khara Makrothomia Toda yang terlibat sebagai Penata Musik Kahiu Manangis.

Terinspirasi dari Festival Teater Cirebon 2017, Institute Tingang Borneo Theater Palangka Raya sedang mempersiapkan sebuah even serupa di Kota Palangka Raya. Menurut dia, Palangka Raya perlu sebuah acara yang dapat menjadi tempat penggiat teater berapresiasi bersama seperti daerah-daerah lainnya.

"Dan kita sedang mempersiapkan Festival Teater Palangka Raya yang pertama, Festival ini akan kita selenggarakan di tahun 2018, mengingat banyak hal yang perlu kita persiapkan, kita publish dari sekarang agar para penggiat teater, sanggar-sanggar teater di Palangka Raya dapat mempersiapkan karya dan Kelompoknya,” kata Ketua ITBT Palangka Raya Abdul Khafidz. (ita/abe/nto)


BACA JUGA

Kamis, 08 Februari 2018 12:36

Tim Medis Hadapi Bencana Banjir

PALANGKA RAYA - Upaya penyelamatan korban terdampak banjir penting adanya dilakukan oleh tim medis…

Kamis, 08 Februari 2018 12:35

Pelajar MTs Annur Ikuti Seleksi MTQ Kecamatan

PALANGKA RAYA - Musabawah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Palangka Raya sebentar lagi digelar,…

Kamis, 08 Februari 2018 12:35

Berikan Pelatihan Pengembangan Sumber Pendapatan Alternatif

PALANGKA RAYA - Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas…

Selasa, 06 Februari 2018 11:46

UM PalangkarayaTeken MoU dengan Kampus Korsel

PALANGKA RAYA - Kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri sudah dibangun Universitas Muhammadiyah…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

PTGMI Perbaharui Ilmu dan Pengembangan

PALANGKA RAYA - Guna meningkatkan terapis gigi dan mulut di era milenial, Perastuan Terapis Gigi dan…

Selasa, 06 Februari 2018 11:40

RSI PKU Muhammadiyah Gelar Gladi Lapang

PALANGKA RAYA - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, bersama Rumah Sakit…

Senin, 05 Februari 2018 12:45

PAN Batara Serahkan Verifikasi Faktual

MUARA TEWEH – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Barito Utara (Batara) menyerahkan…

Senin, 05 Februari 2018 12:42

Pentingnya Menyiapkan Generasi yang Kuat

PALANGKA RAYA – Menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat secara batin juga sehat fisiknya…

Senin, 05 Februari 2018 12:40

Siap Menangkan Yulhaidir- Iswanti

KUALA PEMBUANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Seruyan menggelar Rapat Kerja Cabang Khusus…

Minggu, 04 Februari 2018 12:32

Dokteroid Sudah Taraf Mengkhawatirkan

Fenomena dokteroid sudah pada taraf mengkhawatirkan. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .