MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Senin, 12 Juni 2017 03:21
Institute Tingang Borneo Teater (ITBT) Palangka Raya
Kahiu Manangis; Satu Level Menuju Kepunahan Orangutan
ATRAKTIF: Pada Festival Teater Cirebon 3 (2017) menghadirkan 16 pertunjukan teater perwakilan 5 pulau dan 11 provinsi di Indonesia, termasuk ITBT Palangka Raya, 2-11 April 2017 lalu. ((Foto: DOK. ITBT PALANGKA RAYA)

PROKAL.CO, CERITA Kahiu Manangis berisi tentang level “Criticaly Endangered” alias sudah tinggal satu level lagi orangutan punah. Pesan moral dalam Kahiu Manangis, mengisahkan orangutan bukan sekadar hewan atau pelengkap hutan saja, tetapi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Bahkan lebih dari itu.

Pementasan teater dengan judul Kahiu Manangis, menganggap orangutan sebagai sebuah kebudayaan. Sekarang mereka (orangutan) sedang menangis ketakutan bercampur rasa khawatir dan kecewa. Mereka mati dibantai di tanah kelahirannya sendiri.

Naskah garapan Institute Tingang Borneo teater (ITBT) Palangak Raya, dipentaskan pada Festival Teater Cirebon, yang diselenggarakan kelompok teater Tjaroeban setiap April sejak 2015 silam. Festival berisi diskusi tentang seni dan budaya, workshop teater dan pertunjukan seni dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pada Festival Teater Cirebon 3 (2017) ini, menghadirkan 16 pertunjukan teater dari 5 pulau dan 11 provinsi di Indonesia. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Kalimantan, Nangroe Aceh Darussalan, Sumatera Barat, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Festival ini juga menyajikan workshop artistik oleh Joko Kurnain tentang tata letak panggung dan lighting. Penampilan pertunjukan 3 bintang tamu; Rachman Sabur (Teater Payung Hitam), Nano Riantiarno (Teater Koma), dan Putu Wijaya (Teater Mandiri).

Selama 10 hari mulai 2-11 April 2017 di Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang, Cirebon, Jawa Barat, festival mengusung tema "Membumikan Tradisi". Mengangkat manusia, local genius dan kebijaksanaan lokal sebagai fokus tematik baik secara bentuk, cerita maupun konsep, menjadi sebuah narasi besar yang menarik untuk di kaji, dan menjadi sebuah tawaran pertunjukan yang dekat dengan publiknya.

Dibuka ketua Disporbudpar Kota Cirebon Dana Kartiman dan Keraton Kanoman Mama Pati Qadiron, pada 2 April 2017, ditutup Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada 11 April 2017.

Institute Tingang Borneo Teater (ITBT) Palangka Raya sebagai perwakilan kelompok teater dari pulau Kalimantan, mempersembahkan naskah berjudul "Kahiu Manangis" sutradara Abdul Khafidz Amrullah, Minggu 9 April 2017. Dengan pimpinan produksi Lusy Oklivtita, pemain Noventri Andika, Dava Malik Ibrahim dan Julius Leonard Margana Simanjuntak, penata musik Khara Makrothomia Toda dan Lampang  Sastra Wijaya.

Lusy Oklivtita selaku Pimpinan Produksi Kahiu Manangis mengatakan, pementasan dari ITBT Palangka Raya mendapat respons positif dari masyarakat Cirebon.

“Seusai pementasan kita adakan sesi diskusi bersama para penonton. Di sesi diskusi banyak yang bertanya apakah benar orangutan di Kalimantan banyak yang dibantai? Apakah benar status orangutan sekarang sudah hampir punah? Apa yang bisa kita lakukan dari Cirebon untuk dapat turut menjaga kelestarian orangutan? Dan banyak lagi pertanyaan mereka tentang orangutan,” ucapnya.

Menurutnya hal seperti ini menarik. Tadinya masyarakat Cirebon tidak terlalu memahami banyak tentang orangutan, setelah menonton pementasan mendapat gambaran terkait kondisi alam dan budaya yang harus dijaga bersama, di mana pun berada.

Selain pementasan dari kelompok-kelompok teater yang ada di Indonesia, di penutupan juga ada diskusi dan pementasan dari maestro teater Indonesia Nano Riantiarno dan Putu Wijaya.

“Kita senang ITBT Palangka Raya bisa satu event bersama para maestro ini, dan kita juga merasa beruntung dapat berdiskusi dengan mereka. Palangka Raya mendapat salam dari Mas Nano dan Mas Putu,” ucap Khara Makrothomia Toda yang terlibat sebagai Penata Musik Kahiu Manangis.

Terinspirasi dari Festival Teater Cirebon 2017, Institute Tingang Borneo Theater Palangka Raya sedang mempersiapkan sebuah even serupa di Kota Palangka Raya. Menurut dia, Palangka Raya perlu sebuah acara yang dapat menjadi tempat penggiat teater berapresiasi bersama seperti daerah-daerah lainnya.

"Dan kita sedang mempersiapkan Festival Teater Palangka Raya yang pertama, Festival ini akan kita selenggarakan di tahun 2018, mengingat banyak hal yang perlu kita persiapkan, kita publish dari sekarang agar para penggiat teater, sanggar-sanggar teater di Palangka Raya dapat mempersiapkan karya dan Kelompoknya,” kata Ketua ITBT Palangka Raya Abdul Khafidz. (ita/abe/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 13:49

Kalteng Masih Daerah Endemis Rabies

PALANGKA RAYA - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kalteng mencatat, hingga Mei…

Sabtu, 18 November 2017 13:45

Doris Sylvanus Terus Jalin Kerjasama

PALANGKA RAYA - RSUD dr Doris Sylvanus sebagai salah satu rumah sakit pusat rujukan di Kalimantan Tengah,…

Sabtu, 18 November 2017 13:41

Teaching Factory dan LSP-P1 SMKN 3 Palangka Raya

PALANGKA RAYA - SMK Negeri 3 Palangka Raya terus melakukan langkah nyata untuk meningkatkan lulusan…

Sabtu, 18 November 2017 13:38

Ayo! Hadiri Musikal Abu Dzar Al-Ghifari

PALANGKA RAYA - Momentum yang sangat jarang ada di Palangka Raya, sebuah pementasan teater musikal yang…

Jumat, 17 November 2017 14:11

PT BCL dan Warga Solid

TAMIANG LAYANG- PT Bhadra Cemerlang (BCL) dan masyarakat Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten…

Jumat, 17 November 2017 14:07

Mahasiswa Harus Kuasai Ilmu Retorika

PALANGKA RAYA - Kemampuan berbicara yang dimiliki seseorang dapat menentukan eksistensinya. Karenanya…

Jumat, 17 November 2017 14:03

UM Palangkaraya Nyaris Raih Akreditasi A

PALANGKA RAYA - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UM Palangkaraya) sebagai Universitas Swasta Terbaik…

Jumat, 17 November 2017 13:58

Gubernur Apresiasi Program Upsus

PALANGKA RAYA - Program Upaya Khusus (Upsus) yang diterapkan di Kalteng menunjukan perkembangan yang…

Kamis, 16 November 2017 15:17

Wujudkan Kalteng Swasembada Pangan

PALANGKA RAYA - Pengembangan komuditas padi organik di Provinsi Kalteng sebesar 300 ribu hektar. Itu…

Kamis, 16 November 2017 15:15

BNNK Rehab 37 Penyalahguna Narkoba

PALANGKA RAYA - Sejak Januari-November 2017, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Palangka Raya telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .