MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 10 Juni 2017 19:09
17 Tahun Masrani dan Santi Bersepeda Keliling Indonesia Mencari Obat Epilepsi
PANTANG MENYERAH: Masrani bersama Santi saat singgah di Gedung Biru Kalteng Pos sebelum melanjutkan misi perjalanan mereka keliling Indonesia, Jumat (9/6). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Tekad yang kuat bahkan bisa dibilang nekat, aksi Masrani benar-benar heroik. Pria 48 tahun itu lupa kata putus asa. Warga Jalan Gunung Sari VII/11 Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, ini berkeinginan kuat. Ia bersama sang anak gadisnya terus keliling Indonesia. Bukan untuk wisata apalagi menikmati santai di perjalanan, tetapi mencari obat bagi si buah hati tercinta.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

SANTI sejak lahir menderita epilepsi. Sang ibu meninggal saat melahirkannya. Mereka menggunakan sepeda ontel. Pulau Jawa, Bali, dan Papua sudah diseberanginya.

Kisah perjalanan Masrani dan Santi membuat bulu kuduk berdiri. Adrenalin mendesir kencang. Bahkan sesekali mata ikut membendung pilu. Ratusan bahkan jutaan kilo jarak ditempuhnya. Mengayuh sepeda ontel dengan semangat tak kenal lelah, semakin membulatkan tekadnya.

Keinginannya berkeliling Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2000 lalu. Saat itu, Santi masih berusia 2 tahun. Kini, Santi sudah beranjak meninggalkan masa remaja. Usianya kini hampir dua puluh tahun. Kesehariannya berbeda dengan pemuda seusianya yang sekolah dan bermain.

“Saya ingin mengelilingi Indonesia sambil mencari orang pintar dan obat untuk menyembuhkan penyakit epilepsi yang diderita oleh anak saya Santi, yang telah dideritanya sejak lahir,” kata Masrani sambil memandang wajah polos anak gadisnya.

Semenjak ditinggal pergi istri tercipta karena sakit usai melahirkan anaknya yang kedua tersebut, ia harus bekerja sembari menjaga dan merawat buah hatinya itu. Hidup serba keterbatasan. Sementara anak sulungnya sudah bekerja dan hidup berkeluarga.

“Anak saya Santi tidak mau tinggal dengan kakaknya, dan karena mengalami penyakit tersebut maka saya memilih merawat dia sendiri, hingga memutuskan untuk berkeliling Indonesia sambil menggendong anak saya yang masih berusia 2 tahun saat itu,” ungkapnya dengan nada sedih.

Sebelum memutuskan keliling Indonesia, ia berupaya mengobati anaknya. Dibawa ke dokter maupun orang pintar (paranormal). Belum ada tanda-tanda kesembuhan Santi.

Beberapa pulau sudah diseberangi. Hingga suatu waktu ia bertemu orang bersedia mengobati Santi. Namun, persyaratan yang diminta tidak sesuai dengan pemikirannya yang masih waras. Ia diminta (maaf) mengencingi kepala anaknya sampai disuruh makan daging babi. Keyakinannya sebagai seorang muslim, membuatnya tidak melanjutkan pengobatan dengan cara tersebut.

Keliling Indonesia memang tujuan akhir kebahagiaan ketika anaknya sembuh. Namun kesembuhan Santi masih sebatas mimpi. Bahkan, ironisnya, penyakit epilepsi (ayan) anaknya kambuh saat mereka sedang bersepeda. Dengan penuh kesabaran, ia mencoba menenangkan diri dengan membaca salawat sembari menemani anaknya dalam situasi apapun.

Dalam hati kecilnya ia tak ingin merepotkan orang lain. Selama perjalanan mereka hanya mengandalkan belaskasihan dan sedekah mulai dari makan, minum dan tempat beristiharat.

“Kalau capek, kami memilih untuk beristirahat di masjid ataupun musala yang ada,” lanjutnya.

Dengah wajah polos, Santi memotong perbincangan kami. Santi menceritakan perjalanannya keliling Indonesia bersama sang ayah tercinta, masuk dalam acara Hitam Putih yang disiarkan stasiun televisi swasta nasional.

“Kami pernah masuk televisi mas, dan itu sudah beberapa waktu lalu,” celetuk putri kedua Masrani tersebut sambil tersenyum.

Sebelum mengakhiri perbincangannya, Masrani mengakui walaupun ia seorang muslim, terpaksa tidak menjalankan ibadah puasa selamam bulan Ramadan ini, karena merasa harus mengumpulkan tenaga untuk mengayuh sepeda ontel tersebut. Dengan jarak tak terhingga. Sampai waktu tak menentu.

“Saya tidak puasa mas. Karena apabila puasa, maka bisa-bisa saya lemas dan tidak dapat mengayuh sepeda serta melanjutkan perjalanan kami lagi,” tutupnya ketika berbincang-bincang di Gedung Biru Kalteng Pos, kemarin pagi.

Beberapa daerah yang pernah dilalui mereka diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Palu, Bali, Makassar, Papua dan lainnya. Saat ini, mereka sedang menjadwalkan untuk mengunjungi Pulau Maluku. Senantiasa sehat selalu. Semoga anaknya sembuh. (*/c2/nto)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 06:51
Cara Dandim 1014/PBN Memperingati Hari Juang Kartika

Ajak Warga Bersihkan Fasilitas Desa, Nobar Film Perjuangan

Peringatan Hari Juang Kartika tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Kodim 1014 Pangkalan Bun, di Kabupaten…

Rabu, 13 Desember 2017 07:23
Mengikuti Patroli Srikandi Polwan Polres Kobar

Tunggangi Motor, Datangi Pusat Rawan Kriminalitas

Setelah dibina dan dididik selama sebulan penuh di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Tjilik Riwut Polda…

Kamis, 07 Desember 2017 06:27
Menengok Lokasi Wisata Batu Batungkat dan Negeri di Atas Awan

Tempat Pemujaan untuk Meraih Kesuksesan

Potensi wisata alam di Kabupaten Lamandau sebenarnya tak kalah indah dari daerah yang sudah sukses memajukan…

Rabu, 06 Desember 2017 06:00
Ketika Pemerintah Sudah Bosan dengan Pelanggaran Reklame

AWAS ! Pasang Sembarangan Diproses Hukum, Denda Rp50 Juta

Ketidakpatuhan masyarakat terhadap berbagai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah masih sering dijumpai…

Senin, 04 Desember 2017 06:27
Pasca Terjadinya Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kabupaten Katingan

6 Bangunan Rusak, Termasuk Rujab Bupati

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (2/12) sore, menyebabkan fasilitas umum hingga…

Kamis, 30 November 2017 07:06
Melihat Terobosan Pemerintah Mempercepat Pengurusan Tanah

Program PTSL Berikan Jaminan atas Kepemilikan Lahan

Satu lagi program dari pemerintah dalam pengurusan kepemilikan lahan atau tanah. Program baru ini sangat…

Rabu, 29 November 2017 06:32
Pengakuan Duriyanto, Pencuri Sawit di Kebun Perusahaan

Beraksi dalam Kondisi Mabuk, Termakan Bujuk Rayu Temannya

Penyesalan mendalam dirasakan oleh Muhammad Duriyanto alias Duri (27), pria ini “Terjebak”…

Senin, 27 November 2017 06:02
Ketika Aksi Pencurian Helm di Tempat Hiburan Marak

Jukir Tak Bertanggung Jawab, Lokasi Parkiran tanpa CCTV

Kasus pencurian helm di Pangkalan Bun kembali meresahkan, meskipun ada juru parkir (Jukir) yang menata…

Jumat, 24 November 2017 22:39
Melihat Hasil Operasi Zebra Telabang 2017

Jaring 900 Pelanggar, Hasilkan Rp82 Juta

Operasi Zebra Telabang 2017 yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim) telah…

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .