MANAGED BY:
JUMAT
18 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 10 Juni 2017 19:09
17 Tahun Masrani dan Santi Bersepeda Keliling Indonesia Mencari Obat Epilepsi
PANTANG MENYERAH: Masrani bersama Santi saat singgah di Gedung Biru Kalteng Pos sebelum melanjutkan misi perjalanan mereka keliling Indonesia, Jumat (9/6). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Tekad yang kuat bahkan bisa dibilang nekat, aksi Masrani benar-benar heroik. Pria 48 tahun itu lupa kata putus asa. Warga Jalan Gunung Sari VII/11 Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, ini berkeinginan kuat. Ia bersama sang anak gadisnya terus keliling Indonesia. Bukan untuk wisata apalagi menikmati santai di perjalanan, tetapi mencari obat bagi si buah hati tercinta.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

SANTI sejak lahir menderita epilepsi. Sang ibu meninggal saat melahirkannya. Mereka menggunakan sepeda ontel. Pulau Jawa, Bali, dan Papua sudah diseberanginya.

Kisah perjalanan Masrani dan Santi membuat bulu kuduk berdiri. Adrenalin mendesir kencang. Bahkan sesekali mata ikut membendung pilu. Ratusan bahkan jutaan kilo jarak ditempuhnya. Mengayuh sepeda ontel dengan semangat tak kenal lelah, semakin membulatkan tekadnya.

Keinginannya berkeliling Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2000 lalu. Saat itu, Santi masih berusia 2 tahun. Kini, Santi sudah beranjak meninggalkan masa remaja. Usianya kini hampir dua puluh tahun. Kesehariannya berbeda dengan pemuda seusianya yang sekolah dan bermain.

“Saya ingin mengelilingi Indonesia sambil mencari orang pintar dan obat untuk menyembuhkan penyakit epilepsi yang diderita oleh anak saya Santi, yang telah dideritanya sejak lahir,” kata Masrani sambil memandang wajah polos anak gadisnya.

Semenjak ditinggal pergi istri tercipta karena sakit usai melahirkan anaknya yang kedua tersebut, ia harus bekerja sembari menjaga dan merawat buah hatinya itu. Hidup serba keterbatasan. Sementara anak sulungnya sudah bekerja dan hidup berkeluarga.

“Anak saya Santi tidak mau tinggal dengan kakaknya, dan karena mengalami penyakit tersebut maka saya memilih merawat dia sendiri, hingga memutuskan untuk berkeliling Indonesia sambil menggendong anak saya yang masih berusia 2 tahun saat itu,” ungkapnya dengan nada sedih.

Sebelum memutuskan keliling Indonesia, ia berupaya mengobati anaknya. Dibawa ke dokter maupun orang pintar (paranormal). Belum ada tanda-tanda kesembuhan Santi.

Beberapa pulau sudah diseberangi. Hingga suatu waktu ia bertemu orang bersedia mengobati Santi. Namun, persyaratan yang diminta tidak sesuai dengan pemikirannya yang masih waras. Ia diminta (maaf) mengencingi kepala anaknya sampai disuruh makan daging babi. Keyakinannya sebagai seorang muslim, membuatnya tidak melanjutkan pengobatan dengan cara tersebut.

Keliling Indonesia memang tujuan akhir kebahagiaan ketika anaknya sembuh. Namun kesembuhan Santi masih sebatas mimpi. Bahkan, ironisnya, penyakit epilepsi (ayan) anaknya kambuh saat mereka sedang bersepeda. Dengan penuh kesabaran, ia mencoba menenangkan diri dengan membaca salawat sembari menemani anaknya dalam situasi apapun.

Dalam hati kecilnya ia tak ingin merepotkan orang lain. Selama perjalanan mereka hanya mengandalkan belaskasihan dan sedekah mulai dari makan, minum dan tempat beristiharat.

“Kalau capek, kami memilih untuk beristirahat di masjid ataupun musala yang ada,” lanjutnya.

Dengah wajah polos, Santi memotong perbincangan kami. Santi menceritakan perjalanannya keliling Indonesia bersama sang ayah tercinta, masuk dalam acara Hitam Putih yang disiarkan stasiun televisi swasta nasional.

“Kami pernah masuk televisi mas, dan itu sudah beberapa waktu lalu,” celetuk putri kedua Masrani tersebut sambil tersenyum.

Sebelum mengakhiri perbincangannya, Masrani mengakui walaupun ia seorang muslim, terpaksa tidak menjalankan ibadah puasa selamam bulan Ramadan ini, karena merasa harus mengumpulkan tenaga untuk mengayuh sepeda ontel tersebut. Dengan jarak tak terhingga. Sampai waktu tak menentu.

“Saya tidak puasa mas. Karena apabila puasa, maka bisa-bisa saya lemas dan tidak dapat mengayuh sepeda serta melanjutkan perjalanan kami lagi,” tutupnya ketika berbincang-bincang di Gedung Biru Kalteng Pos, kemarin pagi.

Beberapa daerah yang pernah dilalui mereka diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Palu, Bali, Makassar, Papua dan lainnya. Saat ini, mereka sedang menjadwalkan untuk mengunjungi Pulau Maluku. Senantiasa sehat selalu. Semoga anaknya sembuh. (*/c2/nto)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .