MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 10 Juni 2017 19:09
17 Tahun Masrani dan Santi Bersepeda Keliling Indonesia Mencari Obat Epilepsi
PANTANG MENYERAH: Masrani bersama Santi saat singgah di Gedung Biru Kalteng Pos sebelum melanjutkan misi perjalanan mereka keliling Indonesia, Jumat (9/6). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Tekad yang kuat bahkan bisa dibilang nekat, aksi Masrani benar-benar heroik. Pria 48 tahun itu lupa kata putus asa. Warga Jalan Gunung Sari VII/11 Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, ini berkeinginan kuat. Ia bersama sang anak gadisnya terus keliling Indonesia. Bukan untuk wisata apalagi menikmati santai di perjalanan, tetapi mencari obat bagi si buah hati tercinta.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

SANTI sejak lahir menderita epilepsi. Sang ibu meninggal saat melahirkannya. Mereka menggunakan sepeda ontel. Pulau Jawa, Bali, dan Papua sudah diseberanginya.

Kisah perjalanan Masrani dan Santi membuat bulu kuduk berdiri. Adrenalin mendesir kencang. Bahkan sesekali mata ikut membendung pilu. Ratusan bahkan jutaan kilo jarak ditempuhnya. Mengayuh sepeda ontel dengan semangat tak kenal lelah, semakin membulatkan tekadnya.

Keinginannya berkeliling Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2000 lalu. Saat itu, Santi masih berusia 2 tahun. Kini, Santi sudah beranjak meninggalkan masa remaja. Usianya kini hampir dua puluh tahun. Kesehariannya berbeda dengan pemuda seusianya yang sekolah dan bermain.

“Saya ingin mengelilingi Indonesia sambil mencari orang pintar dan obat untuk menyembuhkan penyakit epilepsi yang diderita oleh anak saya Santi, yang telah dideritanya sejak lahir,” kata Masrani sambil memandang wajah polos anak gadisnya.

Semenjak ditinggal pergi istri tercipta karena sakit usai melahirkan anaknya yang kedua tersebut, ia harus bekerja sembari menjaga dan merawat buah hatinya itu. Hidup serba keterbatasan. Sementara anak sulungnya sudah bekerja dan hidup berkeluarga.

“Anak saya Santi tidak mau tinggal dengan kakaknya, dan karena mengalami penyakit tersebut maka saya memilih merawat dia sendiri, hingga memutuskan untuk berkeliling Indonesia sambil menggendong anak saya yang masih berusia 2 tahun saat itu,” ungkapnya dengan nada sedih.

Sebelum memutuskan keliling Indonesia, ia berupaya mengobati anaknya. Dibawa ke dokter maupun orang pintar (paranormal). Belum ada tanda-tanda kesembuhan Santi.

Beberapa pulau sudah diseberangi. Hingga suatu waktu ia bertemu orang bersedia mengobati Santi. Namun, persyaratan yang diminta tidak sesuai dengan pemikirannya yang masih waras. Ia diminta (maaf) mengencingi kepala anaknya sampai disuruh makan daging babi. Keyakinannya sebagai seorang muslim, membuatnya tidak melanjutkan pengobatan dengan cara tersebut.

Keliling Indonesia memang tujuan akhir kebahagiaan ketika anaknya sembuh. Namun kesembuhan Santi masih sebatas mimpi. Bahkan, ironisnya, penyakit epilepsi (ayan) anaknya kambuh saat mereka sedang bersepeda. Dengan penuh kesabaran, ia mencoba menenangkan diri dengan membaca salawat sembari menemani anaknya dalam situasi apapun.

Dalam hati kecilnya ia tak ingin merepotkan orang lain. Selama perjalanan mereka hanya mengandalkan belaskasihan dan sedekah mulai dari makan, minum dan tempat beristiharat.

“Kalau capek, kami memilih untuk beristirahat di masjid ataupun musala yang ada,” lanjutnya.

Dengah wajah polos, Santi memotong perbincangan kami. Santi menceritakan perjalanannya keliling Indonesia bersama sang ayah tercinta, masuk dalam acara Hitam Putih yang disiarkan stasiun televisi swasta nasional.

“Kami pernah masuk televisi mas, dan itu sudah beberapa waktu lalu,” celetuk putri kedua Masrani tersebut sambil tersenyum.

Sebelum mengakhiri perbincangannya, Masrani mengakui walaupun ia seorang muslim, terpaksa tidak menjalankan ibadah puasa selamam bulan Ramadan ini, karena merasa harus mengumpulkan tenaga untuk mengayuh sepeda ontel tersebut. Dengan jarak tak terhingga. Sampai waktu tak menentu.

“Saya tidak puasa mas. Karena apabila puasa, maka bisa-bisa saya lemas dan tidak dapat mengayuh sepeda serta melanjutkan perjalanan kami lagi,” tutupnya ketika berbincang-bincang di Gedung Biru Kalteng Pos, kemarin pagi.

Beberapa daerah yang pernah dilalui mereka diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Palu, Bali, Makassar, Papua dan lainnya. Saat ini, mereka sedang menjadwalkan untuk mengunjungi Pulau Maluku. Senantiasa sehat selalu. Semoga anaknya sembuh. (*/c2/nto)


BACA JUGA

Rabu, 28 Juni 2017 10:59
Ketika Momen Lebaran Terlewatkan Demi Tugas

Hanya Telepon Jadi Sarana Obati Kerinduan

Hari raya merupakan momen yang indah untuk berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman. Namun…

Rabu, 28 Juni 2017 09:19
Open House Lebaran, Rumah Jabatan Bupati Ramai Tamu

Berharap Kebersamaan Tetap Terjalin

Rumah jabatan Bupati Seruyan di Jalan A Yani Kuala Pembuang ramai tamu saat digelar acara open house…

Sabtu, 24 Juni 2017 08:00
Wakapolres dan Kasat Binmas Polres Seruyan Berganti

Nandang: Jaga Amanah Sebaik-baiknya

Pejabat Wakapolres dan Kasat Binmas Polres Seruyan mengalami pergeseran. Wakapolres yang sebelumnya…

Jumat, 23 Juni 2017 07:30
Mengikuti Silaturahmi Bupati dengan Mahasiswa

Harapkan Peran Pemuda dalam Membangun Daerah

Silaturahmi dengan semua elemen masyarakat Kabupaten Seruyan, termasuk dengan pemuda dan mahasiswa,…

Kamis, 22 Juni 2017 12:35

Jangan Ciptakan Jurang dengan Pembaca

Membuat berita itu menulis untuk orang lain, bukan untuk sendiri. Karenanya, kata dan kalimat yang dipilih…

Rabu, 21 Juni 2017 23:01
UKBI dan Diskusi Terpumpun bagi Wartawan se-Kota Palangka Raya (1)

Memartabatkan Bahasa Indonesia Melalui Tulisan

Wartawan adalah profesi yang paling tinggi keterlibatannya dengan bahasa Indonesia. Setiap hari harus…

Minggu, 18 Juni 2017 15:39
Mengenal Fahrizal Fitri, Kepala DLH Kalimantan Tengah yang Baru Dilantik (2/Habis)

Mendorong Investasi tetapi Lingkungan Tetap Lestari

Ketika resmi menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, Fahrizal Fitri sudah menyiapkan agenda…

Sabtu, 17 Juni 2017 13:08
Mengenal Fahrizal Fitri, Kepala DLH Kalimantan Tengah yang Baru Dilantik (1)

10 Piala Adipura Diraih, Fokus Wujudkan Kalteng BERKAH

Sosok Fahrizal Fitri sangat fenomenal di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Raihan piala Adipura…

Selasa, 06 Juni 2017 09:19
Kapolres Bersama Pegawai Disperindagsar Cek Harga Sembako di Kalangan Pedagang

Kaget Harga Berbeda, Polisi Lakukan Penyelidkan dan Satgas Mafia Pangan Mendalami

Puasa Ramadan sudah berjalan selama sepuluh hari. Satgas Mafia Pangan terus menjalankan fungsinya. Mengawasi…

Senin, 05 Juni 2017 22:22

Cara Masyarakat Bumi Tambun Bungai Mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika (2/habis)

Musala Noor Hidayah II Jalan S Parman Palangka Raya dibangun pada 1970. Tempat ibadah yang kini di bawah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .