MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 10 Juni 2017 19:09
17 Tahun Masrani dan Santi Bersepeda Keliling Indonesia Mencari Obat Epilepsi
PANTANG MENYERAH: Masrani bersama Santi saat singgah di Gedung Biru Kalteng Pos sebelum melanjutkan misi perjalanan mereka keliling Indonesia, Jumat (9/6). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Tekad yang kuat bahkan bisa dibilang nekat, aksi Masrani benar-benar heroik. Pria 48 tahun itu lupa kata putus asa. Warga Jalan Gunung Sari VII/11 Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, ini berkeinginan kuat. Ia bersama sang anak gadisnya terus keliling Indonesia. Bukan untuk wisata apalagi menikmati santai di perjalanan, tetapi mencari obat bagi si buah hati tercinta.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

SANTI sejak lahir menderita epilepsi. Sang ibu meninggal saat melahirkannya. Mereka menggunakan sepeda ontel. Pulau Jawa, Bali, dan Papua sudah diseberanginya.

Kisah perjalanan Masrani dan Santi membuat bulu kuduk berdiri. Adrenalin mendesir kencang. Bahkan sesekali mata ikut membendung pilu. Ratusan bahkan jutaan kilo jarak ditempuhnya. Mengayuh sepeda ontel dengan semangat tak kenal lelah, semakin membulatkan tekadnya.

Keinginannya berkeliling Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2000 lalu. Saat itu, Santi masih berusia 2 tahun. Kini, Santi sudah beranjak meninggalkan masa remaja. Usianya kini hampir dua puluh tahun. Kesehariannya berbeda dengan pemuda seusianya yang sekolah dan bermain.

“Saya ingin mengelilingi Indonesia sambil mencari orang pintar dan obat untuk menyembuhkan penyakit epilepsi yang diderita oleh anak saya Santi, yang telah dideritanya sejak lahir,” kata Masrani sambil memandang wajah polos anak gadisnya.

Semenjak ditinggal pergi istri tercipta karena sakit usai melahirkan anaknya yang kedua tersebut, ia harus bekerja sembari menjaga dan merawat buah hatinya itu. Hidup serba keterbatasan. Sementara anak sulungnya sudah bekerja dan hidup berkeluarga.

“Anak saya Santi tidak mau tinggal dengan kakaknya, dan karena mengalami penyakit tersebut maka saya memilih merawat dia sendiri, hingga memutuskan untuk berkeliling Indonesia sambil menggendong anak saya yang masih berusia 2 tahun saat itu,” ungkapnya dengan nada sedih.

Sebelum memutuskan keliling Indonesia, ia berupaya mengobati anaknya. Dibawa ke dokter maupun orang pintar (paranormal). Belum ada tanda-tanda kesembuhan Santi.

Beberapa pulau sudah diseberangi. Hingga suatu waktu ia bertemu orang bersedia mengobati Santi. Namun, persyaratan yang diminta tidak sesuai dengan pemikirannya yang masih waras. Ia diminta (maaf) mengencingi kepala anaknya sampai disuruh makan daging babi. Keyakinannya sebagai seorang muslim, membuatnya tidak melanjutkan pengobatan dengan cara tersebut.

Keliling Indonesia memang tujuan akhir kebahagiaan ketika anaknya sembuh. Namun kesembuhan Santi masih sebatas mimpi. Bahkan, ironisnya, penyakit epilepsi (ayan) anaknya kambuh saat mereka sedang bersepeda. Dengan penuh kesabaran, ia mencoba menenangkan diri dengan membaca salawat sembari menemani anaknya dalam situasi apapun.

Dalam hati kecilnya ia tak ingin merepotkan orang lain. Selama perjalanan mereka hanya mengandalkan belaskasihan dan sedekah mulai dari makan, minum dan tempat beristiharat.

“Kalau capek, kami memilih untuk beristirahat di masjid ataupun musala yang ada,” lanjutnya.

Dengah wajah polos, Santi memotong perbincangan kami. Santi menceritakan perjalanannya keliling Indonesia bersama sang ayah tercinta, masuk dalam acara Hitam Putih yang disiarkan stasiun televisi swasta nasional.

“Kami pernah masuk televisi mas, dan itu sudah beberapa waktu lalu,” celetuk putri kedua Masrani tersebut sambil tersenyum.

Sebelum mengakhiri perbincangannya, Masrani mengakui walaupun ia seorang muslim, terpaksa tidak menjalankan ibadah puasa selamam bulan Ramadan ini, karena merasa harus mengumpulkan tenaga untuk mengayuh sepeda ontel tersebut. Dengan jarak tak terhingga. Sampai waktu tak menentu.

“Saya tidak puasa mas. Karena apabila puasa, maka bisa-bisa saya lemas dan tidak dapat mengayuh sepeda serta melanjutkan perjalanan kami lagi,” tutupnya ketika berbincang-bincang di Gedung Biru Kalteng Pos, kemarin pagi.

Beberapa daerah yang pernah dilalui mereka diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Palu, Bali, Makassar, Papua dan lainnya. Saat ini, mereka sedang menjadwalkan untuk mengunjungi Pulau Maluku. Senantiasa sehat selalu. Semoga anaknya sembuh. (*/c2/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .