MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Jumat, 09 Juni 2017 09:11
RENUNGAN RAMADAN
Bacalah Alquran

Oleh: Dr Hj Zainap Hartati Syamsuri MAg

Dr Hj Zainap Hartati Syamsuri MAg

PROKAL.CO, BULAN suci Ramadan merupakan bulan Alquran. Pada bulan inilah Alquran diturunkan oleh Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 185: "Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)".

Dalam QS Al-Alaq, yang merupakan surat  pertama kali diturunkan pada Rasul Saw (merupakan surah Makkiyyah). Di awal surat berisi perintah membaca, dengan membaca dapat diketahui perintah dan larangan Allah SWT. Ketahuilah…!!! manusia bukanlah dicipta begitu saja di dunia, namun ia juga diperintah dan dilarang. Itulah urgensi membaca, maka Iqra !, bacalah!, bacalah!.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan” (ayat 1). Yang dimaksud menciptakan di sini adalah menciptakan makhluk secara umum, tetapi yang dimaksudkan secara khusus di sini adalah manusia. Manusia diciptakan dari segumpal darah sebagaimana disebut dalam ayat selanjutnya: “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah” (ayat 2). Manusia bukan hanya dicipta, namun ia juga diperintah dan dilarang. Untuk menjelaskan perintah dan larangan ini, diutuslah Rasul dan diturunkanlah Alkitab (Alquran). Oleh karena itu, setelah menceritakan perintah untuk membaca, disebutkan mengenai penciptaan manusia.

Di sepanjang bulan Ramadan, pagi, siang bahkan malam hari terdengar lantunan ayat-ayat Alquran. Di Masjid, di Musala, dan di rumah-rumah umat muslim…. bahkan di  madrasah-madrasah menjelang awal Ramadan dengan agenda “Pesantren Ramadan”, bagi siswa-siswi madrasah diberikan bekal tadarusan (membaca Iqra maupun Alquran), serta ditambahkan ilmu pengetahuan agama praktis lainnya.

Agenda cerdas lainnya seperti “Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemar Mengaji)” yang dicanangkan dan diagendakan Kementerian Agama RI , yang dapat dilaksanakan di Masjid, Musala juga di rumah. Agenda ini merupkan implementasi dari Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama  RI Nomor 128 Tahun 1982/44A tentang “Usaha peningkatan kemampuan baca tulis huruf Alquran bagi umat Islam dalam rangka peningkatan penghayatan dan pengamalan Alquran dalam kehidupan sehari-hari”.  Penguatan aktualisasi tersebut pada saat ini disikapi secara positif melalui “Gemar Mengaji”, dan ditetapkan semenjak tahun 2013.

Sungguh upaya yang cerdas dan bijaksana gerakan tersebut. Terlebih pada saat bulan suci Ramadan lebih ditingkatkan kembali gerakan tersebut. Indah dan merdu alunan ayat-ayat suci Alquran dibaca, dipahami dan lebih mulia diamalkan apa yang menjadi kandungannya.

Alquran Turun sebagai Kasih Sayang pada Manusia

Ibnu Katsir ra berkata, “Alquran yang pertama kali turun adalah ayat-ayat ini. Inilah rahmat dan nikmat pertama yang Allah berikan pada para hamba. Dalam awal surat tersebut terdapat pelajaran bahwa manusia pertama tercipta dari ‘alaqoh (segumpal darah). Di antara bentuk kasih sayang Allah SWT adalah ia mengajarkan pada manusia apa yang tidak mereka ketahui.”Di antara amal ibadah yang sangat ditekankan untuk diperbanyak pada bulan suci Ramadan adalah membaca (tilawah/tartil) Alquranul Karim. Banyak sekali hadis-Nabi Saw yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Alquran. Di antaranya: pertama, "Bacalah oleh kalian Alquran. Karena ia (Alquran) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya." (HR. Muslim).

Nabi Saw memerintahkan untuk membaca Alquran dengan bentuk perintah yang bersifat mutlak, sehingga membaca Alquran diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan suci Ramadan. Nanti pada hari Kiamat, Allah SWT akan menjadikan pahala membaca Alquran sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah SWT kepada orang yang rajin membacanya.

Kedua, "Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya. (HR. Muslim).

Ketiga, "Akan didatangkan Alquran pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya." (HR. Muslim).

Pada hadis ini Rasulullah Saw memberitakan bahwa surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran akan membela orang-orang yang rajin membacanya, namun mempersyaratkan dengan dua hal, yaitu : 1) Membaca Alquran, dan 2) Beramal dengannya.

Sungguh luar biasa…. Alquran sebagai pedoman hidup umat Islam  jika dibaca, dipahami dan diamalkan, akan mewujudkan mukjizat Alquran tersebut dan memberikan manfaat bagi umat  Islam yang membaca dan mengamalkan isi kandungan Alquran tersebut. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Rabu, 01 November 2017 14:49
Happy Monday

“PAD Haram”

SEBULAN yang lalu, tepatnya 28 September 2017, sebanyak 47 wartawan di Kalteng mengikuti Uji Kompetensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .