MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Kamis, 08 Juni 2017 23:05
Wadooww...! Harga BBM dan Tarif Listrik Terancam Naik Lagi
Ilustrasi

PROKAL.CO, HARGA bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik di tanah air terancam akan kembali naik. Hal itu dampak konflik di Timur Tengah yang makin memanas.

Setelah ada aksi pemutusan hubungan diplomatik antara Arab Suadi, Uni Emirat Arab, sampai Mesir kepada Qatar, giliran Iran yang diserang aksi teror. Umumnya, konflik seperti itu akan memicu naiknya harga minyak dunia karena komoditas emas hitam banyak diproduksi di Timur Tengah.

Hari ini, Kamis (8/6) harga minyak dunia jenis brent berada di level USD 48.56 per barel. Naik tipis dari Rabu (7/6) yang masih dihargai USD 48 per barel. Respon yang sama juga ditunjukkan untuk minyak jenis WTI yang naik dari USD 46.12 dari harga Rabu sebesar USD 46 per barel.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro kepada JawaPos.com mengatakan, konflik yang terjadi sebenarnya bisa berdampak dua hal pada Indonesia. Pertama, harga minyak makin murah karena Qatar bisa mengancam keluar dari OPEC (organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi).

“Mereka bisa menggenjot produksi karena tidak terikat batasan lagi. Qatar juga butuh banyak uang karena kondisi saat menuntut kebutuhan fiskal lebih banyak bagi mereka,” ujarnya, Kamis (7/6).

Sisi yang kedua, harga minyak dunia bisa melonjak makin mahal kalau konflik tidak segera tertangani dan makin meruncing. Yang dikhawatirkan Komaidi, konflik itu berujung pada aksi militer yang mengancam infrastruktur migas. Atau, hal lain yang memicu tersendatnya distribusi migas dari Qatar.

Kata dia, produksi minyak Qatar saat ini menembus 2 juta barel per hari. Jumlah yang sangat besar dan bisa mempengaruhi harga minyak dunia kalau sampai hal itu bisa terjadi. ’’Biasanya, konflik yang menyebabkan produksi turun seperti perang. Bisa juga ketegangan wilayah yang menyebabkan jalur distribusi migas terganggu,’’ imbuhnya.

Kalau itu sampai terjadi, bisa berakibat buruk pada Indonesia. Tarif listrik dan BBM bisa makin mencekik. Seperti diketahui, sebagai negara importir minyak, Indonesia sangat bergantung pada harga minyak dunia. Jika harga turun, berbagai komoditas bisa dipastikan tidak melonjak naik. Tapi kalau minyak dunia naik, listrik dan BBM bisa ikut naik.

Untuk penentuan tarif dasar listrik misalnya. PLN menggunakan tiga faktor penentu. Yakni, harga minyak, inflasi, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Sedangkan BBM, sudah lazim diketahui kalau Indonesia punya ketergantungan terhadap minyak dunia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam waktu singkat ada manfaat yang bisa diambil Indonesia dari konflik Qatar itu. Prediksinya, harga minyak akan turun. Apalagi, kalau Qatar sampai keluar dari OPEC. “Sebagai konsumen, kita bisa membeli dengar harga murah. Tapi, itu jadi pukulan bagi industri migas nasional,” terangnya.

Namun, dia memperkirakan Qatar tidak sampai keluar dari OPEC. Sebab, pangkal konflik Timur Tengah kali ini awalnya dari kesalapahaman saja. Harusnya, bisa diselesaikan dalam waktu dekat. “Konflik ini beda dari biasanya. Keluar dari OPEC juga masih sebatas rencana,” tuturnya. (dim/JPK/nto)


BACA JUGA

Jumat, 15 September 2017 06:51

Orangutan Asal Kalteng Diajak Warga Naik Motor di Kuwait

SAMPIT-Setelah beberapa bulan berada di wilayah Negara Timur Tengah bayi orangutan bernama Taymur (3)…

Minggu, 10 September 2017 21:29

Politikus Gerindra: Polisi Semakin Tak Adil

CARA-cara Kepolisian dalam menegakkan hukum semakin mendapat sorotan. Karena aparat tidak adil dalam…

Selasa, 05 September 2017 23:21

PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tak mau tinggal diam menyikapi krisis kemanusiaan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 20:01

Wew...! Uang Hasil Tuyul Bisa Kena Pajak Juga Loh...

PERISTIWA lucu belum lama ini terjadi pada akun milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 19:43

Sekolah Bayar SPP? Seperti Jaman Orde Baru Saja

BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi menilai, keberadaan pungutan SPP di SMA/SMK merupakan kemunduran…

Rabu, 16 Agustus 2017 01:00

BNN Sebut 66 Narkoba Jenis Baru Sudah Masuk Indonesia, Ini Namanya

BADAN Narkotika Nasional (BNN) mengkonfirmasi bila telah ada narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia.…

Selasa, 08 Agustus 2017 12:20
DPRD Kota

Pemko Diminta Sediakan Anggaran Tiga Sektor Penting

PALANGKA RAYA - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Rusliansyah, meminta Pemerintah Kota (Pemko)…

Senin, 07 Agustus 2017 13:37

Ormas Berseragam Mirip TNI Bakal Ditindak Tegas

MARAKNYA organisasi masyarakat (ormas) yang berseragam lengkap mirip dengan Tentara Nasional Indonesia…

Minggu, 30 Juli 2017 22:46

Mendagri: Lembaga Dayak Kekuatan NKRI

KEBERADAAN lembaga adat dan kelompok adat sejak dulu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pembangunan.…

Kamis, 27 Juli 2017 22:00

CATAT NIH..!!! Jadwal dan Syarat Pendaftaran CPNS Kemenkum HAM 2017

PENDAFTARAN Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dan Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .