MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 08 Juni 2017 21:38
RENUNGAN RAMADAN
Makan dan Mimumlah yang Halal

Oleh: Dr Ir H Syamsuri Yusup MSi

Dr Ir H Syamsuri Yusup MSi

PROKAL.CO, BULAN suci Ramadan bulan yang penuh berkah, aktivitas, amaliyah dan makan-minum memiliki keberkahan. Pedagang takjil dengan aneka menu pada sore hari menyongsong persiapan berbuka puasa menuai rezeki. Begitu pula bagi pedagang sembako pada umumnya, relatif meningkat penjualannya.

Sebagaimana Firman Allah SWT “ Dialah Allah, yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu”(QS Al-Baqarah : 29).Ladang amal bagi mereka yang ingin berinfak dan bersedekah dengan menyediakan makanan-minuman untuk berbuka puasa, tadarusan, pesantren Ramadan dan sebagainya.

Terkait dengan makanan-minuman tersebut, Allah SWT berfirman dalam QS Al-A’raf ayat 157 “…dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…”.dan dalam QS Al-Baqarah ayat 168.“ Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu”.

Tersedianya aneka menu makanan-minuman siap saji, selanjutnya bagaimana dalam konteks “halalan dan thayyiban”, karena makanan-minuman yang kita konsumsi sangat berpengaruh pada tumbuh-kembang fisik dan kecerdasan otak, sifat dan perilaku, perkembangan janin (anak), diterima atau ditolaknya permohonan/doa, kehidupan dunia dan akhirat.

Berkaitan dengan hal tersebut, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan-minuman dengan membudayakan moto 4 sehat, 5 sempurna, 6 halal dan 7 thayyib (baik) serta tidak berlebih-lebihan.

Makanan dan minuman halal karena dua hal yaitu faktor internal dan eksternal.Faktor eksternal, berdasarkan Alquran bangkai, darah, babi, sembelihan atas nama selain Allah, sembelihan untuk berhala (Al-Baqarah: 173 dan Al-Ma’idah: 3), Khamar (Al Ma’idah: 90), sesuatu yang membahayakan, segala yang menjijikkan dan kotor. Menurut Hadis, bagian yang dipotong dari binatang yang hidup, binatang buas yang bertaring, burung buas bercakar, jalallah, yang diperintahkan untuk dibunuh dan yang dilarang membunuh. Sedangkan faktor eksternal yaitu makanan-minuman hasil kejahatan, konsumsi berlebihan, tercampur barang haram atau najis.

Pengetahuan tentang makanan dan minuman yang halal lagi baik (thayyib) sebagaimana termaktub dalam Alquran. Perlu diketahui oleh masyarakat muslim, apakah yang dimaksud dengan halal dengan tanda “halal 100 persen” ataukah yang menjadi pedagang sudah dipastikan beragam Islam ataukah yang seperti apa yang mesti diketahui oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia.

Kehalalan suatu makanan dan minuman secara legal telah dilakukan oleh Ormas Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui kajian teknis oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM) di seluruh Provinsi di Indonesia. Sudah lebih dari 25 tahun MUI menjalankan amanah dan perannya mengeluarkan sertifikasi halal. Selanjutnya, atas izin BPOM (Balai Pengawas Obat dan Makanan) suatu produk dapat mencantumkan ‘label halal’ berlambang logo MUI.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sistem kerja LPPOM MUI dengan cara melakukan penyelidikan dan pemeriksaan (audit) terhadap makanan-minuman, mulai dari bahan yang digunakan (bahan utama, bahan tambahan dan bahan penolong), cara dan proses pengolahan, hingga timbangan dan pengemasan.

Sebelum MUI memfatwakan status “kehalalan” suatu produk makanan-minuman dan kosmetika, terlebih dahulu dilakukan proses pemeriksaan dari BPOM dan atau Dinas Kesehatan setempat (dengan surat keterangan PIRT). Selanjutnya dilakukan audit oleh LPPOM MUI Provinsi.

Beberapa bahan makanan yang perlu kita ketahui seperti Gelatin: bisa berasal dari babi atau sapi atau hewan lain. Sistein: dapat dibuat dari rambut manusia. Produksi keju perlu enzim untuk koagulasi susu: enzim rennet dapat berasal dari sapi atau babi. Shortening: bisa mengandung lemak dari babi. Daging: pemotongannya bisa dengan penyembelihan atau pemingsanan. Alat penyaring air, terbuat dari karbon aktif (arang aktif), bisa berasal dari kayu (serbuk kayu) atau dari tulang babi.

Sosis/bologna: dagingnya? Lemaknya? Bumbu masak masako/sajiku dan vitsin berasal dari daging. Roti/donat, menggunakan ragi. Ragi padat dapat mengandungemulsifier; begitu pula dengan anti gumpal. Anti gumpal seperti edible bone phosphate (E542),bias berasal dari tulang hewan. Magnesium stearat sebagai bahan pelincir pada tablet: dapat berasal dari hewan atau tumbuhan.

Pengetahuan lain yang perlu diperhatikan yaitu bahan-bahan yang kritis: Produk Roti/cake: tepung terigu, ragi/yiest (fermipan, pakmaya, pinnacle dsbnya), butter (palmia BOS, butter unsalted, buttersub, dsbnya), emulsifier (Rimulsoft, Friedly SB, TBM, palmcentrate dsbnya), Improver (alfasoft, speed88, alfagell, sponge 28, Mauri Cake, Dyna 100, edna bread improver dsbnya), margarine, keju, Berbagai jenis pengisi roti (sele, cream dsbnya), Berbagai jenis aroma/flavor (aroma strawberry dsbnya). Bahan Pengembang (Xena, enzimax, Lapisa, Alpina, Hercules dsbnya), Berbagai Jenis produk Coklat, Wipping cream, baking powder, dan rum (tidak boleh digunakan).

Produk Kripik tempe, produk kripik lain, snack dan produk yang digoreng lainnya: minyak goreng, MSG (vitsin) jika menggunakan dan berbagai bumbu seperti perasa barbeque, perasa ayam dan lainnya.

Produk Terasi: penggunaan pewarna untuk bahan kain / tekstil. Kecap: MSG (vitsin), bumbu pelezat lainnya. Produk sambel pecel: penggunaan MSG (vitsin) dan terasi. Produk bumbu masak seperti minyak goreng, MSG (vitsin), masako, Ribotede (semacam ajiplus), HVP dan terasi. Mie: Tepung terigu, minyak goreng, MSG (vitsin), masako, kaldu, dsbnya (untuk mie yang masak seperti pangsit, mie goring dan sebagainya).

Semoga pengetahuan ini bermanfaat dan menjadi perhatian bagi kita semua dalam memilih dan mengonsumsi makanan-minuman. Pilihlah dan konsumsilah yang halal dan thayyib serta tidak kadaluwarsa (expired), sehingga segala yang masuk ke dalam anggota tubuh kita terutama di bulan suci Ramadan menjadi berkah lahir dan batin, semoga amal ibadah kita diterima diridhai Allah SWT. Amiin.

Pemerintah RI telah mengeluarkan Undang Undang No. 33 Tahun 2014, yang intinya setiap produsen berkewajiban (sifatnya mandatory) untuk mengajukan permohonan sertifikasi halal atas produknya. (*/nto)


BACA JUGA

Rabu, 01 November 2017 14:49
Happy Monday

“PAD Haram”

SEBULAN yang lalu, tepatnya 28 September 2017, sebanyak 47 wartawan di Kalteng mengikuti Uji Kompetensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .