MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 06 Juni 2017 09:19
Kapolres Bersama Pegawai Disperindagsar Cek Harga Sembako di Kalangan Pedagang
Kaget Harga Berbeda, Polisi Lakukan Penyelidkan dan Satgas Mafia Pangan Mendalami
Kapolres Kotim AKBP Muchtar Siregar bersama pegawai Disperindagsar saat melakukan pengecekan bawang merah di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Senin pagi (5/6). //SONY/KALTENG POS

PROKAL.CO, Puasa Ramadan sudah berjalan selama sepuluh hari. Satgas Mafia Pangan terus menjalankan fungsinya. Mengawasi lonjakan harga sembako dan mencium jika ada praktik kotor para spekulan. Kini, aroma itu mulai tercium. Di mana harga di tingkat eceran sudah berbeda.

SONY, Sampit

Kapolres Kotim AKBP Muchtar Siregar memimpin langsung sidak di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM). Bersama pihak dari Disperindagsar Kotim, mengecek langsung harga sembako di kalangan pedagang. Mantan Kapolres Lamandau itu pun kaget. Setelah mendengar langsung penuturan para pedagang soal harga bawang merah. Dari sidak pedagang satu ke pedagang lain, berbeda harganya.

Adanya perbedaan harga ini akan mempersulit dan membuat masyarakat merasa bingung dan kesulitan. Diketahui, harga bawang merah Rp28 ribu per kilogram, yang didatangkan dari Banjarmasin. Sedangkan bawang merah dari Pulau Jawa dijual di PPM seharga Rp35 ribu per kilogram. “Kami akan mencari penyebabnya. Tentu ini membuat masyarakat resah dengan perbedaan harga yang sangat signifikan. Kami akan segera melakukan penyelidikan dan Satgas Mafia Pangan juga akan segera mendalami,”kata Muchtar, kemarin pagi (5/6) di sela-sela pengecekan.

Dalam waktu dekat ini, polisi segera akan memanggil dan meminta keterangan kepada para pedagang dan agen bawang merah. Pihaknya merasa curiga dan akan segera melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab perbedaan harga ini. Muchtar juga menegaskan, polisi tidak akan pernah main-main dan akan menindak tegas bagi siapa saja yang mencoba-coba melakukan penyelewengan terhadap persiapan pangan ini. Apalagi pada saat bulan Ramadan ini pihaknya sudah meminta jajaran Satreskrim untuk selalu memantau dan turun ke lapangan setiap harinya.“Sampai saat ini polisi memang belum menemukan atau laporan adanya penimbunan bahan pokok pangan. Bagi yang terbukti kami akan kenakan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,”pungkasnya.(ram/dar)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)

Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum

Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .