MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 06 Juni 2017 09:19
Kapolres Bersama Pegawai Disperindagsar Cek Harga Sembako di Kalangan Pedagang
Kaget Harga Berbeda, Polisi Lakukan Penyelidkan dan Satgas Mafia Pangan Mendalami
Kapolres Kotim AKBP Muchtar Siregar bersama pegawai Disperindagsar saat melakukan pengecekan bawang merah di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Senin pagi (5/6). //SONY/KALTENG POS

PROKAL.CO, Puasa Ramadan sudah berjalan selama sepuluh hari. Satgas Mafia Pangan terus menjalankan fungsinya. Mengawasi lonjakan harga sembako dan mencium jika ada praktik kotor para spekulan. Kini, aroma itu mulai tercium. Di mana harga di tingkat eceran sudah berbeda.

SONY, Sampit

Kapolres Kotim AKBP Muchtar Siregar memimpin langsung sidak di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM). Bersama pihak dari Disperindagsar Kotim, mengecek langsung harga sembako di kalangan pedagang. Mantan Kapolres Lamandau itu pun kaget. Setelah mendengar langsung penuturan para pedagang soal harga bawang merah. Dari sidak pedagang satu ke pedagang lain, berbeda harganya.

Adanya perbedaan harga ini akan mempersulit dan membuat masyarakat merasa bingung dan kesulitan. Diketahui, harga bawang merah Rp28 ribu per kilogram, yang didatangkan dari Banjarmasin. Sedangkan bawang merah dari Pulau Jawa dijual di PPM seharga Rp35 ribu per kilogram. “Kami akan mencari penyebabnya. Tentu ini membuat masyarakat resah dengan perbedaan harga yang sangat signifikan. Kami akan segera melakukan penyelidikan dan Satgas Mafia Pangan juga akan segera mendalami,”kata Muchtar, kemarin pagi (5/6) di sela-sela pengecekan.

Dalam waktu dekat ini, polisi segera akan memanggil dan meminta keterangan kepada para pedagang dan agen bawang merah. Pihaknya merasa curiga dan akan segera melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab perbedaan harga ini. Muchtar juga menegaskan, polisi tidak akan pernah main-main dan akan menindak tegas bagi siapa saja yang mencoba-coba melakukan penyelewengan terhadap persiapan pangan ini. Apalagi pada saat bulan Ramadan ini pihaknya sudah meminta jajaran Satreskrim untuk selalu memantau dan turun ke lapangan setiap harinya.“Sampai saat ini polisi memang belum menemukan atau laporan adanya penimbunan bahan pokok pangan. Bagi yang terbukti kami akan kenakan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,”pungkasnya.(ram/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .