MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 05 Juni 2017 22:22
Cara Masyarakat Bumi Tambun Bungai Mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika (2/habis)

Musala yang Dibangun Tokoh Lintas Agama

Penjaga Musala Noor Hidayah II atau Masjid Nurul Amin, Endang Suroso mengurus dan membersihkan musala di Jalan S Parman Palangka Raya, Sabtu (3/6). (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Musala Noor Hidayah II Jalan S Parman Palangka Raya dibangun pada 1970. Tempat ibadah yang kini di bawah Yayasan Al-Firdaus Masjid Nurul Amin itu, tetap lestari dijaga marbot yang keterbatasan fisik. Namun, siapa sangka musala di bawah Jembatan Kahayan itu dibangun oleh tokoh lintas agama.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

MUSALA Noor Hidayah II memiliki kisah menarik. Terletak di antara Jembatan Kahayan dan Tugu Pancasila Jalan S Parman. Kawasan itu dulu disebut pembatas. Bukan membatasi perbedaan, melainkan sebagai pertanda kawasan saat itu banyak dihuni masyarakat pengerajin batako dan lainnya.

“Para tukang bata sengaja ditempatkan di situ, dengan tujuan agar lebih dekat dengan pusat kota. Namun setelah persiapan pembangunan Jembatan Kahayan pada 1996, kemudian warga dipindahkan dari lokasi tersebut,” kata Ki Anom Suharno (68) saat berbincang dengan Kalteng Pos, Selasa (30/5) di Jalan Sabaru.

Anom yang saat pembangunan masjid menjabat sebagai Lurah Palangka (1986-1999) tersebut mengisahkan, pembangunan masjid tersebut merupakan suatu cerminan dari kerukunan umat beragama yang patut dicontoh.

Pasalnya, bukan hanya umat yang beragama muslim saja yang membangun, tetapi tokoh Hindu, Kristen, Kaharingan dan Katolik bersatu gotong royong ambil bagian. Bahkan, kata Anom, ketua panitia dan bendahara pembangunan musala itu adalah umat Katolik.

“Pada saat peresmian Kakanwil Depag Kalteng Dr Samsudin Tohir, ia sangat terharu karena pembangunan yang melibatkan umat beragama. Hal itu tentu menunjukkan kerukunan yang luar biasa dengan tidak membedakan satu sama lain. Hal ini tentu hendaknya menjadi contoh untuk masyarakat,” tuturnya.

Ia menilai, musala tersebut dianggap salah satu tempat ibadah bersejarah yang di Kota Palangka Raya, tetap dipelihara dan dipertahankan sebagai simbol kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, kondisi bagunan diakuinya tidak banyak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal pembangunan sampai saat ini.

Sementara itu, di balik keberadaan musala tersebut, seorang marbot atau penjaga musala bernama Endang Suroso sudah bertahun-tahun menjaga kebersihan hingga mengelola musala tersebut.

Menurut penuturan Endang, jemaah yang salat di musala tersebut memang tidak banyak, hanya beberapa warga sekitar terutama pedagang yang ada di wisata kuliner bawah jembatan yang mempergunakannya.

“Memang jemaahnya tidak banyak hanya orang di sekitar, tapi ramai biasanya kalau liburan biasanya wisatawan yang mau salat memilih di sini sembari berwisata di bawah jembatan,” ujar bapak 1 anak ini.

Walaupun dengan keterbatasan fisik, bagi Endang tidak membuat patah bersemangat beribadah sembari mengurus musala dan membersihkan lingkungan sekitar agar tetap bersih dan terjaga. “Setiap hari mulai dari jam 7 pagi hingga sore selesai salat isya, dibersihkan. Dulu sempat tinggal di sini namun sudah pindah ke tempat tinggal yang baru,” ujar Endang sembari mnyapu halaman musala.

Dia berharap pemerintah ada perhatian dengan kondisi musala sekarang. Sempat ada renovasi kecil bagian depan, membuat musala tersebut lebih indah dipandang. “Saya dengar pemerintah memang ada wacana untuk merenovasi lagi mudah-mudahan itu bisa tercapai,” harapnya. (ena/c2/abe/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .