MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Sabtu, 27 Mei 2017 08:53
RENUNGAN RAMADAN
Puasa dan Hikmahnya
Drs Rois Mahfud MPd

PROKAL.CO, MARHABAN Ya Ramadan. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena Dia masih memberikan umur panjang sehingga dapat bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah dan ampunan ini untuk melaksanakan kewajiban ibadah puasa tahun 1438 H.

Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan Ash Shiyaamatau Ash Shaum. Secara bahasa, Ash Shiyam artinya adalah al imsaak yaitu menahan diri. Sedangkan secara istilah, Ash shiyaam artinya: beribadah kepada Allah SWT dengan menahan diri dari makan, minum dan pembatal puasa lainnya, sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Puasa Ramadan hukumnya wajib berdasarkan firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa” (S.Al Baqarah: 183).

Puasa Ramadan juga adalah salah satu dari rukun Islam yang kelima. Nabi Saw bersabda:  “Islam dibangun di atas lima rukun: syahadat laa ilaaha illallah Muhammadur rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadan” (HR.Bukhari–Muslim).

Adapun keutamaan puasa adalah ibadah yang tidak ada tandingannya sebagaimana sabda Rasulullah Saw  kepada Abu Umamah Al Bahili:  “Hendaknya engkau berpuasa karena puasa itu ibadah yang tidak ada tandingannya” (HR.Ahmad, An Nasa-i). Allah SWT menyandarkan puasa kepada diri-Nya. Sebagaimana terdapat dalam hadits Nabi Muhammad Saw: “Allah ‘azza wa jalla berfirman: Setiap amalan manusia itu bagi dirinya, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalas pahalanya” (HR. Bukhari–Muslim).

Puasa menggabungkan 3 jenis kesabaran: sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi hal yang dilarang Allah dan sabar terhadap takdir Allah atas rasa lapar dan kesulitan yang ia rasakan selama puasa.

Selain itu pula, orang yang berpuasa akan diganjar dengan ampunan dan pahala yang besar.  Sebagaimana Allah SWT berfirman lihat dalam surah Al Ahzab ayat 35. Puasa juga sebagai dinding dari api neraka. Rasulullah Saw bersabda: “Puasa adalah perisai” (HR. Bukhari–Muslim). Puasa adalah sebab masuk ke dalam surga. Rasulullah Saw bersabda: “Di surga ada delapan pintu, di antaranya ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan. Tidak ada yang bisa memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa” (HR. Bukhari).

Hikmah disyariatkannya puasa adalah; 1) sebagai wasilah untuk mengokohkan ketaqwaan kepada Allah SWT; 2) membuat orang sangat merasakan nikmat dari Allah SWT.; 3) mendidik manusia dalam mengendalikan keinginan dan sabar dalam menahan diri; 4) menahan godaan setan; 5) rasa iba dan sayang kepada kaum miskin; 6) membersihkan badan dari elemen-elemen yang tidak baik dan membuat badan sehat lahir batin.

Puasa dalam ilmu kedokteran dan kesehatan berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon, yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus-menerus selama kurang lebih 14-18 jam. Dalam surat Al Baqarah ayat 184 Allah SWT berfirman, “... “Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Dokter Yahmin Setiawan menjelaskan, menurut ilmu kedokteran dari beberapa penelitian, ternyata puasa baik untuk kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut:  Pertama, ketika seseorang menjalankan ibadah puasa selama 12-14 jam, sesungguhnya tubuh kita dapat melakukan proses detoksifikasi yaitu pembuangan zat-zat racun, gula, garam dan kholestrol. 

Kedua, selain proses detoksifikasi yang optimal, ketika menjalankan ibadah puasa, sel-sel dalam organ tubuh kita dapat melakukan proses regenerasi (pembaharuan sel) dengan baik. Artinya sel-sel baru pada organ tubuh kita dapat terbentuk dengan baik dan membuat organ tubuh kita menjadi “baru” dan lebih optimal kerjanya.

Ketiga, orang yang menjalankan ibadah puasa, dituntut dan dibiasakan untuk lebih sabar atau tidak mudah marah, suka berzikir. Dengan lebih sabar, membuat kadar zat kathekolamin akan rendah sehingga terhindar dari stroke. Keempat,  dengan berpuasa dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh di mana fungsi dari sel-sel getah bening akan membaik 10 kali lipat. Hal tersebut akan meningkatkan reaksi ketahanan tubuh dari penyakit mag dan berbagai penyakit lainnya. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*