MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Rabu, 24 Mei 2017 13:21
Mantan Kepala BIN Sebut Dahlan Iskan sedang Dizalimi
Hendropriyono bersama Dahlan Iskan saat sedang mengemudikan mobil listrik Tesla di kediamannya di Surabaya, Selasa (23/5). (Foto: GALIH COKRO/JAWA POS)

PROKAL.CO, SURABAYA - A.M.Hendropriyono mengunjungi Dahlan Iskan di kediamannya di Surabaya kemarin (23/5). Pertemuan itu menjadi semacam reuni bagi sahabat yang lama tidak bersua tersebut.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu datang ke rumah Dahlan bersama fungsionaris Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang dia pimpin.

Ada Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional PKPI Imam Anshori Saleh, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi PKPI Jatim Irjen Pol (pur) Hadiatmoko, dan sejumlah pengurus lainnya.

”Beliau (Dahlan, Red) teman lama saya,” ucap Hendro.

Reuni dadakan itu terlihat sangat gayeng. Dahlan dan Hendro berbicara banyak hal. Mulai masa lalu mereka, keluarga, sampai persoalan bangsa.

Bagi Dahlan, Hendro meninggalkan kesan mendalam. Mantan menteri BUMN itu masih ingat betul ketika tokoh intelijen dan militer Indonesia tersebut tiba-tiba mendatangi dirinya saat menjalani perawatan di Tiongkok.

Dahlan sempat bertanya kepada Hendro tujuan kedatangannya yang mendadak saat itu.

"Ternyata beliau datang ke Tiongkok khusus untuk menjenguk saya,” kata Dahlan yang disambut tawa Hendro.

Reuni semakin gayeng ketika Nafsiah Dahlan ikut bergabung. Hendro dan Nafsiah sama-sama menguasai bahasa Banjar.

Keduanya terlibat percakapan dengan menggunakan bahasa daerah di Kalimantan itu sembari menikmati makan siang masakan Nafsiah.

Hendro mengatakan, tujuan kedatangannya kali ini adalah mengobrol dan menghibur Dahlan. Menurut pria yang mendapat gelar profesor intelijen pertama di dunia itu, Dahlan sedang mendapat musibah. Dizalimi. ”Yang menimpa Pak Dahlan, saya tidak terima,” tegasnya.

Hendro mengungkapkan, Dahlan dizalimi karena dia orang yang lurus, baik, dan berkibar-kibar. Hendro mengibaratkan sahabatnya itu seperti pohon yang tinggi menjulang, maka didera angin yang keras.

Meski begitu, Dahlan tidak boleh menyerah begitu saja. Menurut Hendro, ada waktunya untuk melakukan sesuatu.

Terkadang melangkah mundur untuk maju menendang. ”Terkadang ada kalanya menghemat tenaga dan kekuatan, kemudian mengonsentrasikan keduanya,” paparnya.

Hendro merasa lega setelah bertemu Dahlan. ”Saya senang sekali. Bisa ngobrol masa lalu. Indah. Ternyata beliau (Dahlan, Red) sama sekali tidak stres,” ucap pria yang pernah menempuh pendidikan di Australian Intelligence Course, Woodside, pada 1971 itu.

Hendro mengatakan, usia Dahlan memang lebih muda. Tetapi, pemikirannya sangat bagus untuk kemaslahatan bangsa.

Dia memberikan penilaian tersebut setelah mengamati Dahlan saat menjadi menteri dan pejabat tinggi instansi beberapa tahun lalu.

”Saya melihat orang ini (Dahlan, Red) muslim, nasionalis, yang punya rasa kebangsaan yang tebal. Dia banyak mengambil langkah-langkah yang bisa menjadi teladan untuk bawahan dan teman-temannya,” ucap Hendro.

Perkembangan bangsa terkait dengan kondisi SARA yang dijadikan alasan perpecahan membuat mereka prihatin.

”Kami membahas ini sebagai rakyat biasa yang dulu pernah sama-sama di kabinet. Beliau menteri BUMN, saya kepala BIN. Kami membahas apa yang bisa dikerjakan sekarang dalam posisi sekarang sebagai rakyat biasa,” ujarnya.

Di sela-sela kunjungannya, Hendro menjajal untuk menaiki mobil listrik Tesla milik Dahlan. Mantan Dirut PLN itu mengemudikan sendiri mobil buatan Amerika Serikat tersebut, mengantar Hendro hingga gedung Graha Pena Surabaya.

”Saya membeli bukan karena ingin membeli. Saya ingin menunjukkan bahwa mobil listrik sekarang benar-benar sudah ada dan sudah diproduksi masal,” ucap Dahlan.

Hendro juga melihat Selo, mobil listrik karya anak bangsa, yang dipajang di halaman gedung Graha Pena. Penjelasan Dahlan tentang mobil listrik generasi kedua itu membuat Hendro kagum. Dia juga menyempatkan diri mengunjungi ruang redaksi Jawa Pos. (eko/c7/ang/jpnn/nto)


BACA JUGA

Selasa, 14 November 2017 14:04

Wah..yang Bener Nih, Mbak Mega Ingin Maju di Pilkada?

ADA yang menarik dalam acara pengumuman calon gubernur dan wakil gubernur Bali yang digelar PDIP. Ketum…

Selasa, 14 November 2017 14:00

Komisioner KPU Dilarang Merangkap Anggota Ormas

SELURUH anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ada di Indonesia, baik di pusat maupun di daerah diminta…

Sabtu, 11 November 2017 13:21

Walaah... Merasa Tak Dihargai Saat Pidato, Dandim Tampar Kades

KOMANDAN Distrik Militer (Dandim) 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady menjadi bahan omongan setelah…

Kamis, 02 November 2017 23:36

KPU Akan Pantau Kebijakan Petahana

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memantau petahana yang akan maju pada Pilkada Bekasi 2018. Salah satu…

Minggu, 29 Oktober 2017 12:01

Zulkifli Hasan: Pemuda Harus Rajin dan Berani Bersaing

YOGYAKARTA - Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BMPAN) Kalimantan…

Selasa, 26 September 2017 23:10

KPK Resmi Tetapkan Bupati Kukar Sebagai Tersangka

BUPATI Kutai Kertanegara Rita Widyasari resmi berstatus tersangka, Selasa (26/9). Rita Widyasari ditetapkan…

Jumat, 22 September 2017 22:25

Hasil Pemilu 2019, Diprediksi Hanya Segini Parpol yang Lolos ke Senayan

KEBERADAAN Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu akan mengurangi peluang partai politik kecil lolos…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .