MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Senin, 22 Mei 2017 14:46
Pelajaran Menikmati Diri Sendiri
Dahlan Iskan

PROKAL.CO, INILAH salah satu kesibukan utama saya selama diperkarakan oleh Kejati Jatim: nonton Dangdut Academy 4. Di Indosiar. Hampir tiap malam. Selama hampir empat bulan.

Saya hafal nama-nama pesertanya. Wajah-wajahnya. Asal daerahnya. Dewan jurinya. Komentatornya. Host-nya. Dan iklan-iklannya. Kalau sudah nonton DA4, saya lupa jaksa-jaksa yang menuntut saya.

Ada pelajaran penting yang saya peroleh dari DA4: menyanyi itu ternyata sulit. Lebih sulit dari yang saya bayangkan. Cengkok. Nada. Vibra. Dan banyak lagi. Bahkan, suara itu ternyata tidak hanya dari mulut. Ada suara perut segala. Di samping ada suara diafragma. Menjadi menteri, rasanya, tidak sesulit itu.

Saya juga baru tahu Iyeth Bustami itu ternyata pinter sekali. Juri yang satu ini bisa seperti dokter. Mendiagnosis suara penyanyi: suara perut atau diafragma. Dengan cara menyuruh peserta telentang di lantai. Lalu, Iyeth meletakkan tangannya di ulu hati peserta.

Iyeth ternyata juga modis sekali. Keharusan agamanya untuk menutup rambut dia siasati secara kreatif. Bukan membuat rambut palsu, tapi rambut imajinasi. Jilbabnyalah yang diimajinasikan sebagai rambut. Dengan model yang terus berganti. Juga warnanya.

Puncak mode penampilan Iyeth terjadi saat tampil minggu lalu. Menyanyikan Sudahlah bersama Fildan dari Kota Bau-Bau. Iyeth tampil dengan kreasi mode kelas dunia: headpiece. Ala Maleficient. Tokoh Disney. Lihatlah YouTube-nya.

Juri Inul Daratista juga orang cerdas. Inul bisa tahu mengapa juri memberi empat lampu merah pada Fildan. Saat Fildan tampil di tiga besar. Padahal, biasanya Fildan dapat lima lampu hijau. ''Pendukung Fildan sendiri yang merugikan. Lagu ini memerlukan suasana hening. Tapi, pendukungnya terus bersorak,'' ujar Inul. Sejak itu, pendukung Fildan menjadi penonton yang proporsional. Fildan pun dapat lima lampu hijau lagi. Dan masuk grand final.

Soimah juga sosok istimewa. Dialah yang bisa mengoreksi Fildan. Yang punya kecenderungan selalu tampil dengan alat musik. ''Seharusnya kamu tidak memaksakan berseruling saat membawakan lagu ini. Tidak cocok,'' ujar Soimah.

Sejak itu Fildan berubah. Dia memang piawai bernyanyi sambil bergitar, berseruling, berpiano, dan bahkan ngedrum. Tapi, sejak fatwa Soimah, Fildan tidak lagi begitu. Sayangnya, di grand final dia kumat lagi. Menyandang gitar. Yang talinya merusak mode bajunya.

Puncak kekaguman saya adalah pada sosok yang satu ini: Ivan Gunawan. Saya adalah orang yang sembrono dalam tata busana. Selama empat bulan nonton DA4, saya seperti ditegur Ivan setiap malam. Begitu jeli Ivan melihat busana. Dari segala aspeknya. Kadang muncul keinginan saya agar Ivan bisa hadir di setiap persidangan pengadilan saya. Agar bisa menilai jalannya sidang itu. Dari sisi penampilan busana saya.

Di saat penonton (dan saya) terkagum akan penampilan Fildan, Ivan tidak terpengaruh. Dia menyuruh Fildan duduk di kursi. Ketahuanlah warna kaus kakinya tidak serasi. Sudah kusut pula. Begitu Fildan ganti kaus kaki, langsung terasa bedanya.

Demikian juga saat Ivan mencopot aksesori yang memenuhi kerah Fildan. Sosok Fildan langsung berubah. Begitu besar pe­ngaruh busana. Saya menjadi sadar. Ivan..., saya kagum pada kehebatan Anda.

Pelajaran lain yang saya dapat adalah ini: kemampuan tim Indosiar menjadikan DA4 sebagai drama besar. Ada tawa. Ada duka. Ada gembira. Ada derai air mata. Tim Indosiar juga mampu membuat tim juri dan komentator sebagai part of the show. Mereka bisa terus menyenangkan penonton dengan cara mereka sendiri berhasil menikmati peran masing-masing. Mereka merasa terhibur oleh diri sendiri. Ini jugalah kunci sukses Srimulat generasi Surabaya. Pemain bisa menikmati guyonan mereka sendiri.

DA4 ini luar biasa. Seandainya saya jurinya, juara satunya 10 orang. Bahkan mungkin 12 orang. Termasuk Fiko yang dari Bangka dan Sheila yang dari Klaten. Putri tukang parkir yang cantik itu.

Tapi, akhirnya saya memang cocok. Fildan-lah yang jadi juara. Putri juara dua. Suara Putri yang dari Balikpapan itu memang sebening salju. Tapi, Fildan lebih komplet. Genre musik apa pun dia lalap: Selamat Malam yang mendayu, Tum Hi Ho yang India, Mbah Dukun yang metal, dan Maskurane yang dibuat blues-jazz. ''Kamu ini sudah sah menjadi rocker,'' ujar Inul setelah Fildan menyanyikan rock.

Melihat Fildan yang juara dan Putri yang runner-up, saya lega. Februari lalu, ketika DA4 baru dimulai, saya kirim dua WA. Satu ke Irwan, Dirut Kendari Post, koran terbesar di provinsinya Fildan. Satu lagi ke Ivan, Dirut Kaltim Post, koran terbesar di provinsinya Putri.

''Irwan, Fildan ini akan menjadi calon juara. Tolong wartawan Anda perhatikan Fildan,'' tulis saya. Saat itulah saya untuk kali pertama menonton Fildan. Menyanyikan Tum Hi Ho. Sampai-sampai saya harus membuka Google. Mencari terjemahan lagu itu.

Di hari yang sama, saya kirim WA senada. Mengingatkan agar Kaltim Post memperhatikan Putri. Gadis Balikpapan keturunan Bugis Mandar ini bisa jadi salah satu calon juara.

Kini keduanya sudah jadi bintang. Kejora di mana-mana. Idola siapa saja. Fildan akan bisa jadi Judika-nya dangdut. Dan Putri bisa jadi Rossa.

Saya kian takut untuk ikut audisi Dangdut Academy 5. (*/nto)


BACA JUGA

Senin, 04 September 2017 09:06

Arah Baru dari Empat Jurus Mobil Listrik

KINI ada dua aliran besar dalam penggunaan energi mobil listrik. Aliran baterai dan aliran hydrogen…

Senin, 21 Agustus 2017 11:15

Cahaya Mobil Listrik dari Sosok Nur

Semoga ini adalah awal yang indah untuk kendaraan listrik,....Amiin....21 Agustus 2017Pemecah telur…

Senin, 14 Agustus 2017 12:25

Sulitnya (Punya) Anak Superpandai

UMUR Audrey baru empat tahun. Saat itu. Tapi pertanyaannya setinggi filosof: Ke mana perginya rasa bahagia?…

Minggu, 13 Agustus 2017 00:35

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

SAYA sebenarnya sangat tertarik pada cerita dosen Unair yang sayang saya tak tahu namanya. Di beberapa…

Kamis, 10 Agustus 2017 12:40

Mencari Glue Guy

PADA 2009 saya belajar. Orang paling berharga belum tentu yang paling pintar, paling cepat, atau paling…

Selasa, 08 Agustus 2017 10:58

Memang Tidak Semua Laki-Laki seperti Pak Basofi

Selamat jalan pak Basofi..... 08 Agustus 2017  Dia jenderal. Dia ulama. Dia artis. Dia birokrat.…

Selasa, 01 Agustus 2017 10:03

Urgensi Fasilitas Jabatan Hakim

PERSOALAN penegakan hukum tidak terlepas dari peran hakim sebagai ujung tombak penegakan hukum di Indonesia.…

Selasa, 01 Agustus 2017 07:21

Ekonomi Menunggu Obat Ayam Stres

Saya bersyukur kedatangan ahli yang satu ini. Yang bisa jadi teman diskusi untuk persoalan berat saat…

Rabu, 26 Juli 2017 15:28

Si Tou Timou Tumou Tou

KALAU anda baru pertama kali ke Manado dan masuk melalui bandar udara Sam Ratulangi, di sekitar bandara,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .