MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 20 Mei 2017 17:22
Ketika Strategi dan Pengelolaan CSR Membuat PT Adaro Semakin Kokoh (2/Habis)
Lebih dari Keselamatan Kerja dan Memberdayakan Lingkungan
Rombongan Manajemen Kalteng Pos Group saat berada di Green House PT Adaro, beberapa hari lalu. (ABE/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Perusahaan besar sudah seharusnya memiliki manajemen yang bagus di bidang apa saja. PT Adaro misalnya, memiliki manajemen keamanan yang superketat. Sekali standar operasional dilanggar, bisa berakibat fatal.

LOGMAN, Tamiang Layang

KEAMANAN menjadi prioritas utama. Wajar sekali sekelas PT Adaro tidak mentolerir karyawan lalai. Bahkan sekadar mengingatkan tamunya mengenakan sabuk keselamatan. Jika tidak, karyawan dimaksud harus menanggalkan seragam kebanggaannya bekerja di perusaahaan emas hitam terbesar di Kalimantan tersebut.

Tidak hanya komitmen menjalankan program CSR, PT Adaro juga sangat mengutamakan keselamatan kerja. Setelah cukup waktu mengulas program sosialnya, rombongan Kalteng Pos diajak melihat sejumlah titik yang cukup membelalakkan mata.

Tetapi, sebelum itu, seluruh pengunjung harus mengikuti instruksi. Melihat arahan melalui video tutorial dengan melengkapi tubuh dengan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD). Secara garis besar, mungkin pengalaman ini cukup banyak diterapkan perusahaan besar. Namun, berangkat dari Site Office Dahai di Kabupaten Balangan, Kalsel, menuju kawasan yang cukup membuat nyali sempat menciut.

Perlintasan khusus atau hauling yang dilalui raksasa angkutan bermuatan rata-rata 8.000 ton itu lalu lalang selama 24 jam tanpa henti. Harus dikawal dengan memperhatikan kecepatan yang berbeda setiap perlintasan. Dari 40 kilometer/jam sampai batasan yang hanya mentok 80 km/ per jam.

Setiap keluar maupun masuk jalur operasional, kendaraan yang ditumpangi para tamu harus dicek. Berkali-kalli personel Media Relation PT Adaro mengingatkan sabuk keselamatan setiap kali hendak naik roda empat dan keliling area perusahaan.

Sebab, jika tidak mengingatkan, siapapun karyawannya akan mendapat peringatan bahkan sampai diberhentikan dari pekerjaan. Butuh waktu lima tahun baru bisa kembali bergabung ke PT Adaro.

Memakan waktu singkat dan turun pada titik awal di view poin PT Adaro, rasa kantuk mulai sirna. Berada di atas ketinggian ratusan kaki dan melihat langsung proses pengambilan dan pengangkutan emas hitam dari perut bumi, merupakan pemandangan yang cukup langka.

Di pos pantau tersebut sudah pasti ada aturan. Batasan pagar dilarang pengunjung atau tamu PT Adaro melangkah keluar. Namun, untuk mengabadikan momen tersebut dipersilakan lantaran tidak dianggap melanggar, asal sesuai dan memperhatikan keselamatan.

Tidak cukup terpuaskan dengan pemandangan operasional perusahaan, rombongan kembali diajak ke Nursery alias green house, tempat pembibitan pohon-pohon untuk memulihkan lahan yang telah dikeruk. Istilahnya reklamasi.

Adaro sangat memperhatikan lingkungan dengan kembali menjadikan sejumlah kawasan tambang subur dan bisa dipergunakan oleh masyarakat. Banyak bibit langka dibudidayakan dan membutuhkan waktu tidak sebentar. Sebut saja Ulin.

Petugas Nursery yang ditemui mengatakan, kelangkaan budi daya ulin dan sejumlah tanaman jenis pohon, diupayakan perusahaan menumbuhkan kembali kesuburan tanah usai digarap. Apalagi, pertumbuhan pohon ulin setahun hanya berdiameter sekitar satu milimeter saja. Ulin di sana, sudah ditanam sejak delapan tahun silam. Kini, besarnya tidak lebih dari jari telunjuk orang dewasa.

Ada sejumlah titik yang selesai digarap selama puluhan tahun silam hijau dan rindang saat ini. Begitu juga, komitmen Adaro memulihkan habitat hutan dan lingkungan kembali normal.

Perjalanan jauh yang dirasakan rombongan terbalaskan. Banyak pengalaman yang dapat diceritakan, meski hanya sepintas melihat perusahaan emas hitam itu mengelola semua lini, untuk memberikan manfaat besar bagi kehidupan. Termasuk mengokohkan posisi PT Adaro sebagai perusahaan terbesar dan terbaik di negeri ini. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .