MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 20 Mei 2017 17:22
Ketika Strategi dan Pengelolaan CSR Membuat PT Adaro Semakin Kokoh (2/Habis)
Lebih dari Keselamatan Kerja dan Memberdayakan Lingkungan
Rombongan Manajemen Kalteng Pos Group saat berada di Green House PT Adaro, beberapa hari lalu. (ABE/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Perusahaan besar sudah seharusnya memiliki manajemen yang bagus di bidang apa saja. PT Adaro misalnya, memiliki manajemen keamanan yang superketat. Sekali standar operasional dilanggar, bisa berakibat fatal.

LOGMAN, Tamiang Layang

KEAMANAN menjadi prioritas utama. Wajar sekali sekelas PT Adaro tidak mentolerir karyawan lalai. Bahkan sekadar mengingatkan tamunya mengenakan sabuk keselamatan. Jika tidak, karyawan dimaksud harus menanggalkan seragam kebanggaannya bekerja di perusaahaan emas hitam terbesar di Kalimantan tersebut.

Tidak hanya komitmen menjalankan program CSR, PT Adaro juga sangat mengutamakan keselamatan kerja. Setelah cukup waktu mengulas program sosialnya, rombongan Kalteng Pos diajak melihat sejumlah titik yang cukup membelalakkan mata.

Tetapi, sebelum itu, seluruh pengunjung harus mengikuti instruksi. Melihat arahan melalui video tutorial dengan melengkapi tubuh dengan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD). Secara garis besar, mungkin pengalaman ini cukup banyak diterapkan perusahaan besar. Namun, berangkat dari Site Office Dahai di Kabupaten Balangan, Kalsel, menuju kawasan yang cukup membuat nyali sempat menciut.

Perlintasan khusus atau hauling yang dilalui raksasa angkutan bermuatan rata-rata 8.000 ton itu lalu lalang selama 24 jam tanpa henti. Harus dikawal dengan memperhatikan kecepatan yang berbeda setiap perlintasan. Dari 40 kilometer/jam sampai batasan yang hanya mentok 80 km/ per jam.

Setiap keluar maupun masuk jalur operasional, kendaraan yang ditumpangi para tamu harus dicek. Berkali-kalli personel Media Relation PT Adaro mengingatkan sabuk keselamatan setiap kali hendak naik roda empat dan keliling area perusahaan.

Sebab, jika tidak mengingatkan, siapapun karyawannya akan mendapat peringatan bahkan sampai diberhentikan dari pekerjaan. Butuh waktu lima tahun baru bisa kembali bergabung ke PT Adaro.

Memakan waktu singkat dan turun pada titik awal di view poin PT Adaro, rasa kantuk mulai sirna. Berada di atas ketinggian ratusan kaki dan melihat langsung proses pengambilan dan pengangkutan emas hitam dari perut bumi, merupakan pemandangan yang cukup langka.

Di pos pantau tersebut sudah pasti ada aturan. Batasan pagar dilarang pengunjung atau tamu PT Adaro melangkah keluar. Namun, untuk mengabadikan momen tersebut dipersilakan lantaran tidak dianggap melanggar, asal sesuai dan memperhatikan keselamatan.

Tidak cukup terpuaskan dengan pemandangan operasional perusahaan, rombongan kembali diajak ke Nursery alias green house, tempat pembibitan pohon-pohon untuk memulihkan lahan yang telah dikeruk. Istilahnya reklamasi.

Adaro sangat memperhatikan lingkungan dengan kembali menjadikan sejumlah kawasan tambang subur dan bisa dipergunakan oleh masyarakat. Banyak bibit langka dibudidayakan dan membutuhkan waktu tidak sebentar. Sebut saja Ulin.

Petugas Nursery yang ditemui mengatakan, kelangkaan budi daya ulin dan sejumlah tanaman jenis pohon, diupayakan perusahaan menumbuhkan kembali kesuburan tanah usai digarap. Apalagi, pertumbuhan pohon ulin setahun hanya berdiameter sekitar satu milimeter saja. Ulin di sana, sudah ditanam sejak delapan tahun silam. Kini, besarnya tidak lebih dari jari telunjuk orang dewasa.

Ada sejumlah titik yang selesai digarap selama puluhan tahun silam hijau dan rindang saat ini. Begitu juga, komitmen Adaro memulihkan habitat hutan dan lingkungan kembali normal.

Perjalanan jauh yang dirasakan rombongan terbalaskan. Banyak pengalaman yang dapat diceritakan, meski hanya sepintas melihat perusahaan emas hitam itu mengelola semua lini, untuk memberikan manfaat besar bagi kehidupan. Termasuk mengokohkan posisi PT Adaro sebagai perusahaan terbesar dan terbaik di negeri ini. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .