MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 20 Mei 2017 17:22
Ketika Strategi dan Pengelolaan CSR Membuat PT Adaro Semakin Kokoh (2/Habis)
Lebih dari Keselamatan Kerja dan Memberdayakan Lingkungan
Rombongan Manajemen Kalteng Pos Group saat berada di Green House PT Adaro, beberapa hari lalu. (ABE/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Perusahaan besar sudah seharusnya memiliki manajemen yang bagus di bidang apa saja. PT Adaro misalnya, memiliki manajemen keamanan yang superketat. Sekali standar operasional dilanggar, bisa berakibat fatal.

LOGMAN, Tamiang Layang

KEAMANAN menjadi prioritas utama. Wajar sekali sekelas PT Adaro tidak mentolerir karyawan lalai. Bahkan sekadar mengingatkan tamunya mengenakan sabuk keselamatan. Jika tidak, karyawan dimaksud harus menanggalkan seragam kebanggaannya bekerja di perusaahaan emas hitam terbesar di Kalimantan tersebut.

Tidak hanya komitmen menjalankan program CSR, PT Adaro juga sangat mengutamakan keselamatan kerja. Setelah cukup waktu mengulas program sosialnya, rombongan Kalteng Pos diajak melihat sejumlah titik yang cukup membelalakkan mata.

Tetapi, sebelum itu, seluruh pengunjung harus mengikuti instruksi. Melihat arahan melalui video tutorial dengan melengkapi tubuh dengan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD). Secara garis besar, mungkin pengalaman ini cukup banyak diterapkan perusahaan besar. Namun, berangkat dari Site Office Dahai di Kabupaten Balangan, Kalsel, menuju kawasan yang cukup membuat nyali sempat menciut.

Perlintasan khusus atau hauling yang dilalui raksasa angkutan bermuatan rata-rata 8.000 ton itu lalu lalang selama 24 jam tanpa henti. Harus dikawal dengan memperhatikan kecepatan yang berbeda setiap perlintasan. Dari 40 kilometer/jam sampai batasan yang hanya mentok 80 km/ per jam.

Setiap keluar maupun masuk jalur operasional, kendaraan yang ditumpangi para tamu harus dicek. Berkali-kalli personel Media Relation PT Adaro mengingatkan sabuk keselamatan setiap kali hendak naik roda empat dan keliling area perusahaan.

Sebab, jika tidak mengingatkan, siapapun karyawannya akan mendapat peringatan bahkan sampai diberhentikan dari pekerjaan. Butuh waktu lima tahun baru bisa kembali bergabung ke PT Adaro.

Memakan waktu singkat dan turun pada titik awal di view poin PT Adaro, rasa kantuk mulai sirna. Berada di atas ketinggian ratusan kaki dan melihat langsung proses pengambilan dan pengangkutan emas hitam dari perut bumi, merupakan pemandangan yang cukup langka.

Di pos pantau tersebut sudah pasti ada aturan. Batasan pagar dilarang pengunjung atau tamu PT Adaro melangkah keluar. Namun, untuk mengabadikan momen tersebut dipersilakan lantaran tidak dianggap melanggar, asal sesuai dan memperhatikan keselamatan.

Tidak cukup terpuaskan dengan pemandangan operasional perusahaan, rombongan kembali diajak ke Nursery alias green house, tempat pembibitan pohon-pohon untuk memulihkan lahan yang telah dikeruk. Istilahnya reklamasi.

Adaro sangat memperhatikan lingkungan dengan kembali menjadikan sejumlah kawasan tambang subur dan bisa dipergunakan oleh masyarakat. Banyak bibit langka dibudidayakan dan membutuhkan waktu tidak sebentar. Sebut saja Ulin.

Petugas Nursery yang ditemui mengatakan, kelangkaan budi daya ulin dan sejumlah tanaman jenis pohon, diupayakan perusahaan menumbuhkan kembali kesuburan tanah usai digarap. Apalagi, pertumbuhan pohon ulin setahun hanya berdiameter sekitar satu milimeter saja. Ulin di sana, sudah ditanam sejak delapan tahun silam. Kini, besarnya tidak lebih dari jari telunjuk orang dewasa.

Ada sejumlah titik yang selesai digarap selama puluhan tahun silam hijau dan rindang saat ini. Begitu juga, komitmen Adaro memulihkan habitat hutan dan lingkungan kembali normal.

Perjalanan jauh yang dirasakan rombongan terbalaskan. Banyak pengalaman yang dapat diceritakan, meski hanya sepintas melihat perusahaan emas hitam itu mengelola semua lini, untuk memberikan manfaat besar bagi kehidupan. Termasuk mengokohkan posisi PT Adaro sebagai perusahaan terbesar dan terbaik di negeri ini. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .