MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Sabtu, 20 Mei 2017 12:57
Pengembangan Padi Organik di Pulang Pisau Terkendala
Ilustrasi, Lahan pertanian padi organik

PROKAL.CO, PULANG PISAU - Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mendapatkan jatah seluas 81 ribu untuk lahan padi organik. Namun, lahan untuk padi organik itu masih belum bisa direalisasikan karena beberapa kendala atau hambatan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulpis, Untung Slamet Riyanto mengatakan, menyiapkan lahan seluas 81 ribu hektare tidak mudah. Banyak hambatan-hambatan yang didapati dalam proses penyediaan lahan tersebut.

"Di antaranya ada yang masuk kawasan hutan dan sebagainya. Jadi memerlukan kajian teknis secara mendalam lagi," kata Slamet, kemarin (19/5).

Ia menambahkan, masalah lain yaitu masih belum siapnya peta lokasi. Sehingga, tidak bisa ditetapkan secara sembarangan lahannya. "Jadi realisasi padi organik ini masih menunggu kesiapan peta lokasi juga. Intinya masih menjadi PR dan kami terus upayakan agar bisa diwujudkan," ujar dia.

Slamet menambahkan, masalah penyediaan lahan padi organik ini bisa dimasukan ke dalam lahan cetak sawah. Paling tidak untuk menambah luas tanam padi organik. "Artinya bisa ditanamkan ke lahan cetak sawah untuk padi organik ini. Mungkin fokus penyediaan lahan padi organik ini merupakan daerah-daerah yang memang potensial untuk pengembangan padi organik," jelas Slamet.

Menurutnya, tujuan penyediaan lahan padi organik itu semata-mata untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Karena, dengan terbukanya lahan untuk menanam padi organik itu tentunya luas tanam akan semakin bertambah.

"Kita di sebagian wilayah untuk panen sudah ada yang dua kali setahun. Seperti daerah Belanti. Jadi kami akan terus upayakan dan mudah-mudahan bisa cepat terealisasi," tandasnya. (bad/art/nto)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 11:25

Buaya Ngga Malu Malu Lagi Muncul, Warga Lapornya Kok ke Sini...

SAMPIT- Anggota DPRD Kotawaringin Timur Rudianur mengaku mendapat laporan dari…

Kamis, 21 Maret 2019 00:57

NEKAT..!! Enam Remaja Preteli Mesin Penggiling Padi

KUALA KAPUAS- Aksi keenam pemuda HR (26), SAF (28),  RAJ…

Kamis, 21 Maret 2019 00:55

Selesaikan Masalah Ini, Perusahaan Wajib Hadir

KUALA KAPUAS-Mangkirnya pimpinan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) dan PT…

Rabu, 20 Maret 2019 11:23

Mabuk Dulu, Lalu Hajar Bini Sampai Bonyok

SAMPIT – Seorang suami berinisial DP tampak pasrah setelah menjalani pemeriksaan…

Kamis, 14 Maret 2019 15:04

Ibu Salat, Anak Lenyap, Hanya Ditemukan Baju dan Sandal di Lanting

SAMPIT - Warga Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 14 Maret 2019 11:25

Terobos Lampu Merah, Berakhir di Ruang Kamboja

PALANGKA RAYA-Yogi akhirnya mengembuskan napas terakhir di ruang UGD RSUD…

Minggu, 10 Maret 2019 12:52

Orang Utan Tua Masuk ke Pemukiman Warga

MUARA TEWEH- Warga dibuat geger oleh kehadiran seekor orang utan (Pongo…

Minggu, 10 Maret 2019 12:48

Kejar-Kejaran, Maling Ponsel Ini Nyaris Mati

Aksi kejar-mengejar terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 10,5 sekitar…

Rabu, 06 Maret 2019 10:55

Soal CPNS Kapuas Murni Kesalahan Data dari Kabupaten, Ini yang Dilakukan...

Polemik dugaan manipulasi data CPNS Kabupaten Kapuas masih terus berlanjut.…

Kamis, 28 Februari 2019 10:37

Oknum Karyawan J&T Express Terlibat Pencurian

SAMPIT-Usai sudah aksi tiga orang pelaku HN, RI dan IW.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*