MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 19 Mei 2017 08:33
Melihat Geliat Usaha Pangkas Rambut di Kawasan Galaxy
Tetap Turuti Permintaan Pelanggan yang Aneh-aneh
Ben sedang bersantai sembari menunggu pelanggan di kios potong rambut miliknya di Jalan Galaxy Jumat (19/5). (HERMAWAN/ KALTENG POS)

PROKAL.CO, Usaha pangkas rambut sering kali di sepelekan, padahal jika benar-benar ditekuni dapat menjadi usaha yang menjanjikan. Memberikan pemasukan yang tidak sedikit kepada pelaku usaha, itulah yang sedang ditekuni orang yang kerap disapa Ben ini.

HERMAWAN DP, Palangka Raya

SIANG itu cuaca sedang panas-panasnya, Ben Anputra pemilik usaha Potong Rambut AJ di Jalan Galaxy sedang menghadap kipas. Sembari menunggu datangnya pelanggan yang meminta bantuan jasa potong rambut. “Siang bang ada yang bisa saya bantu,” sapanya dengan ramah.

Obrolan pun tercipta dari sana. Dia pun juga bercerita sedikit tentang awal mula dia mendapat keahlian memotong rambut. Dikatakannya semua berawal saat pria kelahiran Pandahara, Kabupaten Katingan tersebut duduk di bangku SMA.

Berawal dari coba-boba mencukur teman-teman seangkatannya dan beberapa kerabat, lama-kelamaan skill mencukur pun terasah dan mudah mencukur. Setelah itu, melanjutkan kuliah dengan mengambil Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Universitas Palangka Raya (UPR). Sampai akhirnya lulus pada tahun 2011 silam.

Sempat menghonor di SMP di desanya, sembari membuka usaha cukur kecil-kecilan. Akhirnya pada awal Mei dia memberanikan diri untuk membuka usaha di kawasan Palangka Raya, berbekal kemampuan mencukur yang sudah dikuasainya.

“Sembari nunggu ada penerimaan PNS bang, sejak beberapa tahun terakhir ini belum ada penerimaan,” tuturnya.

Dua minggu berdiri dikatakannya rata-rata setiap hari dia bisa dapat tujuh sampai delapan kepala dengan biaya Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak. Diceritakannya kadang kadang ada juga pelanggan yang mintanya aneh-aneh.

“Waktu itu dia minta semuanya dicukur menggunakan gunting cincang dari awal. Padahal akan lebih mudah jika memakai mesin pemotong, di samping lebih mudah merapikannya juga tidak akan memakan waktu lama,” ungkapnya sambil tertawa.

Tetapi, demi profesionalisme dia mengikuti permintaan pelanggan walaupun harus memakan waktu lebih dari 30 menit. “Tidak masalah, namanya juga pelanggan memiliki hak untuk dilayani sesuai permintaannya,” tutup laki-laki tiga saudara itu. (*/ala/nto)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .