MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 18 Mei 2017 21:08
Saat Ratusan Perangkat Desa Kunjungi Gedung Biru

Minta Oleh-oleh “Koran Masuk Desa”

Redaktur Pelaksana SKH Kalteng Pos, Rangga Andika (baju abu-abu) saat menjelaskan proses pembuatan berita di Kalteng Pos, Rabu (17/5). (JAMIL/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Sebanyak 115 orang kepala desa (kades) dan perangkatnya mendatangi Gedung Biru Kalteng Pos. Kedatangan mereka untuk mendapatkan oleh-oleh spesial dari Surat Kabar Harian (SKH) terbesar di Kalteng yakni “Koran Masuk Desa”.

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

SEMENJAK Senin (15/5) lalu, para kades dan perangkat desa dari tujuh kecamatan di Kabupaten Kapuas menginap di Royal Global Hotel Palangka Raya. Mereka mengikuti pelatihan sistem keuangan desa. Namun siapa sangka, setelah melewati berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas, Rabu sore (17/5), para kades tidak ingin langsung pulang dan melewatkan kesempatan berharga bisa berkunjung ke kantor surat kabar terbesar se-Kalteng ini.

Menggunakan baju kaos berwarna putih lengkap dengan tulisan warna merah “Training Center Pusat Pelatihan dan Konsultasi Nasional (PPKN)” dan celana panjang berwarna hitam, para peserta terlihat sangat antusias. Perasaan bahagia bercampur kagum terlihat dari ekspresi mereka. Tanpa segan, di antaranya ada yang mengabadikan momen dengan mengambil foto menggunakan telepon genggam. Ada yang berselfie bersama dengan para peserta. Bahkan, ada yang rela memegang handphone begitu lama, hanya untuk merekam video seluruh aktivitas selama berkunjung. Sembari berdiskusi ringan dengan para kru redaksi dan manajemen Kalteng Pos, perwakilan dari panitia yakni Yeri mengutarakan niatan mereka menyambangi Gedung Biru.

“Kami datang untuk melihat proses pembuatan koran serta bagaimana membuat koran bisa masuk desa,” ucapnya.

Saat Yeri mengucapkan hal itu, para kades dari kecamatan Kapuas Hulu, Kapuas Timur, Kapuas Barat, Kapuas Kuala, Basarang, Pulau Petak dan Dadahup tersebut membenarkan dengan isyarat mengangguk-angguk kepala. Ibarat gayung bersambut, yang disampaikan pria yang bekerja di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas ini, mendapat respons dari Manajer Bisnis Kalteng Pos, Pandit Bawana.

Menurutnya, sebagai satu-satunya koran yang paling banyak dibaca di Kalteng, koran yang sudah ada semenjak Tahun 1993 ini, memiliki fungsi kontrol sosial di masyarakat. Sehingga, apa yang diharapkan oleh para kades merupakan hal yang sangat realistis.

“Kami sangat sepakat. Tentunya, ini merupakan langkah yang bijak untuk meningkatkan kapasitas dan ilmu pengetahuan,” ungkapnya, saat ditemani Wakil Pimpinan Redaksi Kalteng Pos, Prasetyo Budiyanto. Menit demi menit berlalu, dan percakapan antara mereka pun selesai. Namun, tentu saja, oleh-oleh tersebut masih ada yang kurang. Meskipun memiliki satu persepsi tentang wajibnya satu desa memiliki Koran, rasa haus peserta akan proses pembuatan koran masih belum hilang. Tim dibagi menjadi dua. Dari seluruh peserta ada yang masuk ke ruangan cetak untuk melihat proses percetakan. Dan ada juga yang ke ruangan redaksi, untuk melihat proses pembuatan berita.

Sekali lagi, wajah-wajah tertegun kembali terlihat. Mereka kagum dengan aktivitas yang ada di ruangan redaksi serta peralatan cetak koran Kalteng Pos. Dan tentu, momen-momen ini tak luput dari jepretan kamera. Satu per satu proses pembuatan berita mereka pelajari. Satu per satu para peserta melihat apa yang dikerjakan oleh wartawan dan layout.

“Bagus ya,” bisik seorang peserta kepada temannya. Setelah sangat puas dengan penjelasan terkait pembuatan berita dan percetakan. Para kades tersebut langsung berkumpul di halaman kantor. Tidak beberapa lama kemudian, beberapa bus yang menjemput mereka pun datang. Ucapan terima kasih dan lambaian tangan peserta menjadi tanda, jika sesi kunjungan hari itu telah selesai.(*/c3/bud/nto)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .