MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 18 Mei 2017 21:08
Saat Ratusan Perangkat Desa Kunjungi Gedung Biru

Minta Oleh-oleh “Koran Masuk Desa”

Redaktur Pelaksana SKH Kalteng Pos, Rangga Andika (baju abu-abu) saat menjelaskan proses pembuatan berita di Kalteng Pos, Rabu (17/5). (JAMIL/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Sebanyak 115 orang kepala desa (kades) dan perangkatnya mendatangi Gedung Biru Kalteng Pos. Kedatangan mereka untuk mendapatkan oleh-oleh spesial dari Surat Kabar Harian (SKH) terbesar di Kalteng yakni “Koran Masuk Desa”.

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

SEMENJAK Senin (15/5) lalu, para kades dan perangkat desa dari tujuh kecamatan di Kabupaten Kapuas menginap di Royal Global Hotel Palangka Raya. Mereka mengikuti pelatihan sistem keuangan desa. Namun siapa sangka, setelah melewati berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas, Rabu sore (17/5), para kades tidak ingin langsung pulang dan melewatkan kesempatan berharga bisa berkunjung ke kantor surat kabar terbesar se-Kalteng ini.

Menggunakan baju kaos berwarna putih lengkap dengan tulisan warna merah “Training Center Pusat Pelatihan dan Konsultasi Nasional (PPKN)” dan celana panjang berwarna hitam, para peserta terlihat sangat antusias. Perasaan bahagia bercampur kagum terlihat dari ekspresi mereka. Tanpa segan, di antaranya ada yang mengabadikan momen dengan mengambil foto menggunakan telepon genggam. Ada yang berselfie bersama dengan para peserta. Bahkan, ada yang rela memegang handphone begitu lama, hanya untuk merekam video seluruh aktivitas selama berkunjung. Sembari berdiskusi ringan dengan para kru redaksi dan manajemen Kalteng Pos, perwakilan dari panitia yakni Yeri mengutarakan niatan mereka menyambangi Gedung Biru.

“Kami datang untuk melihat proses pembuatan koran serta bagaimana membuat koran bisa masuk desa,” ucapnya.

Saat Yeri mengucapkan hal itu, para kades dari kecamatan Kapuas Hulu, Kapuas Timur, Kapuas Barat, Kapuas Kuala, Basarang, Pulau Petak dan Dadahup tersebut membenarkan dengan isyarat mengangguk-angguk kepala. Ibarat gayung bersambut, yang disampaikan pria yang bekerja di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas ini, mendapat respons dari Manajer Bisnis Kalteng Pos, Pandit Bawana.

Menurutnya, sebagai satu-satunya koran yang paling banyak dibaca di Kalteng, koran yang sudah ada semenjak Tahun 1993 ini, memiliki fungsi kontrol sosial di masyarakat. Sehingga, apa yang diharapkan oleh para kades merupakan hal yang sangat realistis.

“Kami sangat sepakat. Tentunya, ini merupakan langkah yang bijak untuk meningkatkan kapasitas dan ilmu pengetahuan,” ungkapnya, saat ditemani Wakil Pimpinan Redaksi Kalteng Pos, Prasetyo Budiyanto. Menit demi menit berlalu, dan percakapan antara mereka pun selesai. Namun, tentu saja, oleh-oleh tersebut masih ada yang kurang. Meskipun memiliki satu persepsi tentang wajibnya satu desa memiliki Koran, rasa haus peserta akan proses pembuatan koran masih belum hilang. Tim dibagi menjadi dua. Dari seluruh peserta ada yang masuk ke ruangan cetak untuk melihat proses percetakan. Dan ada juga yang ke ruangan redaksi, untuk melihat proses pembuatan berita.

Sekali lagi, wajah-wajah tertegun kembali terlihat. Mereka kagum dengan aktivitas yang ada di ruangan redaksi serta peralatan cetak koran Kalteng Pos. Dan tentu, momen-momen ini tak luput dari jepretan kamera. Satu per satu proses pembuatan berita mereka pelajari. Satu per satu para peserta melihat apa yang dikerjakan oleh wartawan dan layout.

“Bagus ya,” bisik seorang peserta kepada temannya. Setelah sangat puas dengan penjelasan terkait pembuatan berita dan percetakan. Para kades tersebut langsung berkumpul di halaman kantor. Tidak beberapa lama kemudian, beberapa bus yang menjemput mereka pun datang. Ucapan terima kasih dan lambaian tangan peserta menjadi tanda, jika sesi kunjungan hari itu telah selesai.(*/c3/bud/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .