MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Kamis, 18 Mei 2017 21:01
Ramadan, Jam Kerja ASN Dikurangi Lima Jam
Jam kerja ASN, TNI dan Polri selama bulan Ramadan. (Grafis Kalteng Pos)

PROKAL.CO, JAKARTA– Jam  kerja aparatur sipil negara (ASN), polisi, dan tentara akan didiskon selama bulan puasa. Biasanya mereka bekerja 37,5 jam dalam sepekan. Selama puasa jam kerja tinggal 32,5 jam. Pengaturan itu berlaku pada hari pertama puasa yang diperkirakan jatuh pada 25 Mei.

Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah mengirimkan surat edaran tentang pengaturan jam kerja itu ke seluruh instansi kemarin (17/5). Mulai dari kementerian, lembaga pemerintah, Polri, TNI, gubernur, hingga wali kota/bupati.

Pengurangan jam kerja itu memang membuat para pegawai bisa pulang lebih cepat. Bila sebelumnya mereka baru pulang pukul 16.00, maka saat puasa pukul 15.00 sudah bisa pulang. Itu berlaku untuk pegawai yang menganut sistem lima hari kerja.

Bagi yang enam hari kerja lebih cepat lagi. Mereka sudah bisa meninggalkan meja kerja pada pukul 14.00.

Sedangkan untuk Jumat ada pengaturan baru boleh pulang kerja pukul 15.30 bagi mereka yang lima hari kerja. Sedangkan yang enam hari kerja bisa meninggalkan kantor pukul 14.30.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan RB Herman Suryatman menuturkan surat edaran tersebut ditujukan untuk memberikan waktu yang lebih banyak bagi pegawai muslim untuk menjaga kualitas ibadah puasa selama bulan Ramadan. Tapi, tentu tidak mengabaikan tugas dalam pelayanan publik pada masyarakat. ”Pelayanan harus tetap terjaga dengan baik,” ujar dia, Rabu (17/5).       

Dia menuturkan pengaturan yang lebih detail diserahkan kepada pimpinan masing-masing lembaga, kementerian, polisi, TNI, atau pemerintah daerah. Misalnya untuk pengaturan di kantor-kantor pelayanan umum seperti rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), kantor pemadam kebakaran, dan kantor polisi.

“Tentu yang sistem shift ada pengaturan sendiri diserahkan ke masing-masing instansi. Tapi sehari perhitungannya 6,5 jam,” kata dia.

Dia menuturkan acuan perubahan jam kerja itu berlaku efektif pada awal puasa. Memang saat ini belum ada ketetapan resmi dari pemerintah tentang awal puasa. ”Nunggu penetapan hari pertama puasa,” tambah Herman.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Robert Endi Jaweng menuturkan pengurangan jam kerja yang telah diatur oleh kementerian itu jangan sampai dipotong lagi oleh para pegawai. Misalnya menambah jam istrirahat dengan tidak segera balik ke meja kerja. Misalnya melanjutkan tidur siang setelah istirahat. ”Jangan potong lagi jam kerjanya dengan tidur,” ujar dia.

Direktur eksekutif Komisi Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah itu menuturkan dengan pemotongan jam kerja tentu berkurang pula jam pelayanan bagi masyarakat. Dia berharap kualitas pelayanan tidak berkurang meskipun kuantitas pelayanan tentu berkurang.

“Biasanya bisa sepuluh orang tapi berkurang jadi delapan orang. Nah yang delapan ini jangan harus dengan standart yang setidaknya sama,” tambah dia. (jun/bud/nto)


BACA JUGA

Kamis, 27 Juli 2017 11:00

Widiiih...! Oknum Perwira Polisi Klepek-klepek Dipelukan Istri Bintara

AJUN Komisaris Polisi (AKP) H, perwira polisi yang sehari-hari bertugas sebagai Kasat Lantas Polres…

Kamis, 20 Juli 2017 22:06

Sadis! Sambil Begituan, Istri Dibunuh dengan Keji

PERBUATAN Dedy Perangin-angin benar-benar keji. Pria 25 tahun itu tega membunuh istrinya sendiri secara…

Kamis, 20 Juli 2017 21:46

Tegas! Kapolri Perintahkan Langsung Tembak di Tempat Bandar Narkoba

MARAKNYA peredaran narkoba di Indonesia membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian gerah. Hingga dia pun…

Rabu, 19 Juli 2017 16:06

Menko Kemaritiman Temui Dahlan Iskan

Saya tidak menyangka ada seorang menteri bertandang ke rumah seorang tersangka seperti saya...... ----------------------------------------…

Minggu, 09 Juli 2017 18:48

Gara-gara Hal Ini, Pengamat Sebut Palangka Raya Tak Layak Jadi Ibu Kota

PENGAMAT lingkungan dari Universitas Trisaksi, Nirwono Yoga mengatakan, Palangka Raya tidak memenuhi…

Minggu, 09 Juli 2017 18:31

Inilah Perkiraan Pakar Ekonomi Biaya Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya

UNTUK memindahkan ibu kota negara atau pemerintahan diperlukan biaya yang luar biasa besar. Tidak hanya…

Kamis, 29 Juni 2017 14:52

Wah…! Mulai Juli 2017, Tunjangan Anggota DPRD Naik

ANGGOTA serta pimpinan DPRD bakal menikmati tambahan tunjangan awal Juli mendatang seiring diberlakukannya…

Kamis, 29 Juni 2017 13:43

PPDB Sistem Zonasi Bisa Terima Siswa Dari Luar Daerah

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)…

Rabu, 28 Juni 2017 14:30

Pak Polisi Terlelap di Pos, Tiba-tiba Kapolres Datang, Begini Deh Jadinya

EMPAT anggota Polrestabes Surabaya hanya bisa terkaget-kaget saat tengah asyik terlelap pulas di pos…

Selasa, 20 Juni 2017 14:59

Breaking News: OTT, KPK Tangkap Gubernur Bengkulu

KOMISI Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .