MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 18 Mei 2017 09:13
Menilik Geliat Usaha Pangkas Rambut di Pasar Besar
15 Tahun Pegang Ribuan Kepala, Sehari Bisa Garap 15 Orang
Arsad Tukang Cukur di Jalan Jawa Pasar Besar dengan teliti merapikan rambut pelangganya. (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Profesi sebagai tukang cukur ternyata masih menggiurkan di Palangka Raya, itu terbukti dari terus bertambahnya usaha pangkas rambut, salah satunya di kawasan Pasar Besar. Seperti apa geliat usaha ini? 

DENAR, Palangka Raya

USAHA pangkas rambut Jalan Jawa, Pasar Besar Palangka Raya memang cukup terkenal, puluhan tempat usaha ini berjejer rapi. Setiap hari tempat ini selalu ramai melayani masyarakat yang ingin potong rambut.

Arsad dan Robby, mereka sudah 15 tahun terakhir menekuni profesi sebagai tukang cukur di Kawasan Pasar Besar, di bangunan 3x4 meter menjadi tempat untuk mengais pundi-pundi rupiah. Saat ditemui Kalteng Pos, Arsad sedang melayani salah seorang pelanggan, terlihat Arsad sangat piawai dalam memotong rambut dengan alat cukur.

Usai menyelesikan pekerjaanya, Arsad yang sudah lama ikut Robby sebagai tukang cukur mengungkapkan profesi tersebut sebenarnya bukan yang didambakannya dari dulu.

“Sebenarnya tidak terpikirkan untuk menjadi seorang tukang cukur, karena sering melihat teman dan keluarga yang memang berkecimpung dibidang itu akhirnya penasaran juga,” ucap Arsad.

Menurut Arsad, meskipun tempat usaha pangkas rambut berdekatan, namun sesama satu profesi tidak pernah bentrok, apalagi saling berebut pelanggan.

“Di sini kita kebanyakan tukang cukur dari Banjarmasin dan Palangka Raya, selama ini tidak pernah ada perselisihan walau berdekatan karena masing-masing orang sudah punya kenalan atau pelanggan tetap,” tuturnya.

Dari mencukur tiap kepala, bagi Arsad itu bagaiakan mengais helai demi helai rambut menjadi rupiah, sehari Arsad bisa mencukur 15 kepala, dan ketika ramai sehari dia bisa mengantongi Rp300-Rp400 ribu.

“Pekerjaan seperti ini tidak setiap harinya ramai, nah apalagi dekat lebaran nanti biasanya pengunjung bisa ramai bahkan saya bersama teman bisa kewalahan melayani pelanggan yang datang,” pungkasnya.

Untuk penghasilan 1 bulanya sekitar Rp1.500.000, duit sebanyak itu bagi Arsad sudah cukup, asalkan kebutuhan rumah dan makan terpenuhi. Apalagi ada pelanggan yang meminta potong rambut langsung ke rumah karena ada tarif tambahan untuk ongkos jalan.

“Kadang dapat rezeki dari situ, ada yang minta ke rumah dari warga biasa sampai pejabat pemerintahan,” ujarnya.

Sementara untuk teknik cukur, dia menguasai beberapa teknik yang sekarang banyak disukai anak muda, seperti Mohawk, Cincang sembari belajar di Internet teknik-teknik lainya.  

“Di Palangka Raya lebih umum banyak yang suka potong pendek atau gaya rambut klasik, lebih simple dan cepat,” tutupnya. (*/ala/nto)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…

Jumat, 02 Februari 2018 20:03

Ketika Makanan Berkurang, Beruang Masuk Permukiman

SEKILAS bentuknya lucu, karena ditutupi bulu hitam dengan corak keemasan. Tetapi untuk menangkapnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .