MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Rabu, 17 Mei 2017 18:35
Baca Ini; Sandi Para Koruptor
Foto/ilustrasi: Komisi Pemberantasan Korupsi. Foto: dokuken JPNN.Com

PROKAL.CO,  

JAKARTA- Ada apel hijau, ada apel Malang. Ini tentu tak asing jika dikaitkan dengan korupsi Angelina Sondakh dalam kasus megakorupsi Hambalang.

Para koruptor yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering kali menggunakan konde atau sandi demi memuluskan tindakan rasuah mereka. Sandi-sandi itu terungkap dalam proses penyidikan yang berlanjut hingga persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi.

Kini, sandi-sandi itu telah menjadi sebuah buku berjudul Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi yang diluncurkan di KPK, Rabu (17/5). Penulisnya adalah Sabir Laluhu.

Sabir mengatakan, gagasan awal peembuatan buku ini berawal saat dia  mendalami kasus suap pengurusan anggaran pemulusan pekerjaan proyek pengadaan laboratorium dan Alquran pada Kementerian Agama 2011-2012. Kala itu, kasus tersebut baru menjerat anggota DPR Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetia. 

Selain itu, Sabir juga mendalami pemberitaan tentang bagian akhir hingga putusan kasus suap pengurusan anggaran proyek pengadaan Wisma Atlet Sea Games XXVI, Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 2011 dengan terdakwa mantan anggota DPR Muhammad Nazaruddin. "Dalam dua kasus tersebut, terdapat berbagai sandi yang dipergunakan para pelakunya," kata Sabir.

Menurutnya, sandi-sandi itu sebenarnya bukan hal baru lagi. “Sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia," tambah pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara itu.

Sabir berharap kehadiran bukunya yang disusun selama kurang lebih dua tahun itu bisa bermanfaat bagi semua pihak yang mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun, dia juga mengakui bahwa tak semua sandi-sandi para koruptor dituangkan ke dalam bukunya.

"Dalam buku ini, memang tidak semua kasus yang bersandi ditulis. Karena ada beberapa kasus lama atau terbaru di tahun 2016 yang berhasil diungkap KPK, tetapi belum sempat penulis cantumkan," katanya dalam peluncuran buku yang dihadiri Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan pakar komunikasi Effendi Gazali itu.(boy/jpnn)

 


BACA JUGA

Minggu, 10 Juni 2018 10:17

AHY: Apa Kabar Revolusi Mental?

JAKARTA-Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mempertanyakan…

Senin, 14 Mei 2018 09:27

Nusantara Berduka, Kalteng Mengheningkan Cipta

RATUSAN warga Kota Palangka Raya berkumpul di Bundaran Besar Palangka Raya, tadi malam. Mereka berkumpul…

Senin, 12 Maret 2018 16:55

Demokrat Kalteng Siap Hadapi Pilkada dan Pemilu

JAKARTA-Partai Demokrat Provinsi Kalteng memberangkatkan ratusan peserta mengikuti Rapat Pimpinan Nasional…

Sabtu, 03 Maret 2018 07:40

DICARI...! 40 Ribu Pendamping Dana Desa

JAKARTA-Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo mengungkapkan…

Senin, 08 Januari 2018 17:24

Inikah Penyebab Ahok Menggugat Cerai Veronica Tan?

KABAR perselingkuhan yang menjadi biang kerok gugatan cerai Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .