MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Rabu, 17 Mei 2017 18:35
Baca Ini; Sandi Para Koruptor
Foto/ilustrasi: Komisi Pemberantasan Korupsi. Foto: dokuken JPNN.Com

PROKAL.CO,  

JAKARTA- Ada apel hijau, ada apel Malang. Ini tentu tak asing jika dikaitkan dengan korupsi Angelina Sondakh dalam kasus megakorupsi Hambalang.

Para koruptor yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering kali menggunakan konde atau sandi demi memuluskan tindakan rasuah mereka. Sandi-sandi itu terungkap dalam proses penyidikan yang berlanjut hingga persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi.

Kini, sandi-sandi itu telah menjadi sebuah buku berjudul Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi yang diluncurkan di KPK, Rabu (17/5). Penulisnya adalah Sabir Laluhu.

Sabir mengatakan, gagasan awal peembuatan buku ini berawal saat dia  mendalami kasus suap pengurusan anggaran pemulusan pekerjaan proyek pengadaan laboratorium dan Alquran pada Kementerian Agama 2011-2012. Kala itu, kasus tersebut baru menjerat anggota DPR Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetia. 

Selain itu, Sabir juga mendalami pemberitaan tentang bagian akhir hingga putusan kasus suap pengurusan anggaran proyek pengadaan Wisma Atlet Sea Games XXVI, Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 2011 dengan terdakwa mantan anggota DPR Muhammad Nazaruddin. "Dalam dua kasus tersebut, terdapat berbagai sandi yang dipergunakan para pelakunya," kata Sabir.

Menurutnya, sandi-sandi itu sebenarnya bukan hal baru lagi. “Sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia," tambah pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara itu.

Sabir berharap kehadiran bukunya yang disusun selama kurang lebih dua tahun itu bisa bermanfaat bagi semua pihak yang mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun, dia juga mengakui bahwa tak semua sandi-sandi para koruptor dituangkan ke dalam bukunya.

"Dalam buku ini, memang tidak semua kasus yang bersandi ditulis. Karena ada beberapa kasus lama atau terbaru di tahun 2016 yang berhasil diungkap KPK, tetapi belum sempat penulis cantumkan," katanya dalam peluncuran buku yang dihadiri Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan pakar komunikasi Effendi Gazali itu.(boy/jpnn)

 


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 23:10

KPK Resmi Tetapkan Bupati Kukar Sebagai Tersangka

BUPATI Kutai Kertanegara Rita Widyasari resmi berstatus tersangka, Selasa (26/9). Rita Widyasari ditetapkan…

Jumat, 22 September 2017 22:25

Hasil Pemilu 2019, Diprediksi Hanya Segini Parpol yang Lolos ke Senayan

KEBERADAAN Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu akan mengurangi peluang partai politik kecil lolos…

Senin, 18 September 2017 16:17

Proses Pilkada Harus Diluruskan

JAKARTA-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan peraturan terkait proses…

Jumat, 15 September 2017 06:51

Orangutan Asal Kalteng Diajak Warga Naik Motor di Kuwait

SAMPIT-Setelah beberapa bulan berada di wilayah Negara Timur Tengah bayi orangutan bernama Taymur (3)…

Minggu, 10 September 2017 21:29

Politikus Gerindra: Polisi Semakin Tak Adil

CARA-cara Kepolisian dalam menegakkan hukum semakin mendapat sorotan. Karena aparat tidak adil dalam…

Selasa, 05 September 2017 23:21

PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tak mau tinggal diam menyikapi krisis kemanusiaan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 20:01

Wew...! Uang Hasil Tuyul Bisa Kena Pajak Juga Loh...

PERISTIWA lucu belum lama ini terjadi pada akun milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 19:43

Sekolah Bayar SPP? Seperti Jaman Orde Baru Saja

BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi menilai, keberadaan pungutan SPP di SMA/SMK merupakan kemunduran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .