MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Rabu, 17 Mei 2017 18:24
Nasdem Punya Kejaksaan, Alasan Ridwan Kamil Terima Pinangan
Ridwan Kamil. Foto: JPG/dok.JPNN.com

PROKAL.CO,  

JAKARTA- Banyak alasan calon maju sebagai kandidat Pilkada dengan perahu partai politik tertentu. Tapi alasan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil agak aneh. Ia mengaku mau menerima pinangan pinangan partai besutan Surya Paloh itu untuk maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jabar 2018 karena takut dikerjai Nasdem.

Dalam sebuah video yang diunggah Yogi Pratama di YouTube, yang berjudul Pengakuan Mengejutkan Ridwan Kamil: Saya Terima Nasdem Karena Mereka Punya Media dan Kejaksaan, Kang Emil (panggilan sayang Ridwan) mengungkap jelas alasannya menerima Nasdem.

"Tiba-tiba Nasdem, tidak banyak mikir...langsung aja mendeklarasikan. Nasdem ini pak, dia punya media, dia punya kejaksaan. Kalau saya tolak, kemungkinan lebih banyak mudaratnya pak," kata Kang Emil dalam sebuah deklarasi dukungan komunitas pesantren se-Jawa Barat.

Video itu kini telah disaksikan lebih dari 90.000 viewers. "Saya menerima itu, menyelamatkan, agar pembangunan Kota Bandung tidak terganggu," imbuh Kang Emil.

Nah sikap Ridwan Kamil ini pun memancing banyak  reaksi. Ia lanyas dinilai bukan sosok negarawan jika benar menerima pinangan NasDem sebagai calon Gubernur Jawa Barat dengan pertimbangan “takut” pada partai tersebut.

"Saya pikir jika benar ada pernyataan tersebut, maka dia bukan sosok negarawan. Karena membuat pernyataan tanpa ada suatu indikator yang jelas yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional ke publik luas," ujar Pengamat Politik dari Universitas Mercu Buana Maksimus Ramses Lalongkoe kepada JPNN, Rabu (17/5).

Menurut Ramses, NasDem merupakan partai politik yang merupakan perpanjangan tangan rakyat dalam menyuarakan kepentingan masyarakat secara luas. Karena itu, alasan pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut dinilai kurang etis.

Karena jika demikian, terkesan sedang mencari simpati rakyat atau melakukan pendekatan dengan berperan antagonis dalam politik.

"Ingat, NasDem juga bukan merupakan partai yang dilarang di Indonesia. Jadi sangat aneh jika beliau berpikiran akan berpengaruh buruk jika tak menerima pinangan NasDem," ucapnya.

"Soal Nasdem punya media dan kejaksaan, saya pikir agak keliru Ridwan melinierkan kepemilikan media dan posisi pejabat negara di pemerintahan dari partai politik," imbuh Ramses. (jpnn)

 

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Senin, 08 Januari 2018 17:24

Inikah Penyebab Ahok Menggugat Cerai Veronica Tan?

KABAR perselingkuhan yang menjadi biang kerok gugatan cerai Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .