MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Rabu, 17 Mei 2017 14:52
SADIS! Dikeroyok, Enam Kali Ditikam Lalu Dibacok Hingga Usus Terburai
Tersangka Muhammad ketika memperagakan adegan ke-10. Dimana ia menikam tubuh korban Aris Dewantoro menggunakan senjata tajam.(CALVIN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Pembunuhan terhadap Aris Dewantoro di Desa Batu Belaman Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat, tergolong sadis. Hal itu tergambar dalam rekonstruksi atau reka ulang yang digelar Polsek Kumai, Selasa (16/5).

Sebanyak 13 adegan yang terbagi di tiga lokasi berbeda, termasuk di lokasi pembantaian yakni Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai.

Reka ulang bermula di Bundaran Pancasila, tempat dimana tersangka Muhammad merencakan aksi pembunuhan terhadap Aris. Selanjutnya bergeser ke Desa batu Belaman hingga ke depan Kolam Renang Rau Kuku di Desa Pasir Panjang.

"Di Bundaran Pancasila muncul rencana tersangka setelah melihat korban berboncengan sepeda motor dengan seorang perempuan berinisial SU yang dalam kasus ini merupakan saksi kunci," kata Kapolsek Kumai, AKP Hendry usai reka ulang.

Dari Bundaran Pancasila, reka ulang dilanjutkan ke Desa Batu Belaman. Di desa  inilah tempat terjadinya pembunuhan pada Sabtu 8 April 2017 lalu. Ada 11 adegan yang mana pada saat itu korban dan saksi SU tiba di rumah saksi Sahrul. Ada juga saksi lain yakni istri Sahrul.

"Dalam 11 adegan itu, kita lihat sendiri bagaimana setibanya korban dan saksi SU di rumah saksi Sahrul. Tidak lama kemudian datang tersangka Muhammad dan tersangka 2 sebut saja Mr X menggunakan sepeda motor," ujar kapolsek.

Tersangka Muhammad masuk ke dalam rumah saksi Sahrul dan terjadi cekcok dengan korban. Puncaknya terjadi penganiayaan dengan cara pengeroyokan oleh kedua tersangka. "Tersangka Muhammad dan Mr X membacok korban menggunakan sajam mengenai belakang dekat punggung korban sebanyak satu kali," ucap Hendry.

Pengeroyokan berlanjut sampai ke luar rumah saksi Sahrul yang berjarak enam meter. Pertarungan yang tidak seimbang itu membuat korban tergeletak di tanah. Melihat korban yang terkapar, tidak membuat tersangka Muhammad berhenti. Sebaliknya, ia terus menghujani tubuh korban dengan tikaman sebanyak enam kali.

"Bacokan senjata tajam itu membuat korban terkapar tak berdaya dengan luka parah di perut dan membuat ususnya terburai keluar. Tangan kanan hampir putus dan luka di bagian dada akibat bacokan tersangka Mr X," jelas Hendry.

Bacokan tersangka Muhammad sempat terhenti setelah datangnya saksi 4 yakni atas nama M Nirwanto. Saksi sempat berusaha menangkap tangan tersangka yang masih memegang sajam. Hanya saja saksi M Nirwanto dicegah oleh saksi Sahrul karena khawatir menjadi sasaran amukan para tersangka.

Akhirnya saksi M Nirwanto pun memilih mundur. Puas membantai korban, para tersangka lantas pergi bersama barang bukti sajam yang sampai saat ini belum ditemukan. Dari TKP pembantian, reka ulang dilanjutkan ke lokasi terakhir di depan Kolam Renang Rau Kuku yang jaraknya beberapa kilometer dari TKP.

Berdasarkan pengakuan tersangka Muhammad, di lokasi ketiga itulah ia membuang barang bukti sajam. "Di TKP kita hanya menemukan barang bukti dua buah sarung celurit dan dua helm milik para tersangka," jelas Hendry.

Hendry menambahkan, sampai saat ini tersangka Muhammad yang tak berapa lama setelah kejadian menyerahkan diri ke polisi itu tetap pada pengakuan awal. Dimana ia mengaku hanya seorang diri ketika menghabisi nyawa korban.  Namun polisi tidak percaya begitu saja. Pasalnya hasil penyelidikan dan barang bukti mengarah bahwa pelaku dua. Bahkan dari hasil pengembangan, ada sejumlah nama yang dicurigai sebagai Mr X. (vin/ang/dar)


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 22:21

MENGEJUTKAN! Ungkap Kasus Perkelahian, Polisi Ternyata Juga Temukan...

PALANGKA RAYA - Personel gabungan Polres Kapuas, Polsek Timpah dan Polsek Mantangai berhasil meringkus…

Minggu, 25 Juni 2017 19:33

Pemuda Barsel Dikenalkan Empat Pilar Kebangsaan

BERBAGAI cara terus dilakukan untuk mengenalkan empat pilar kebangsaan serta dasar-dasar pancasila kepada…

Sabtu, 24 Juni 2017 19:20

Sambut Idul Fitri, PLN Kalselteng Beri Kado Kepada 828 KK di Desa Sikui

MENYAMBUT Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara…

Sabtu, 24 Juni 2017 10:46

PT Unggul Lestari Jual Minyak Goreng Murah

SAMPIT - Antusiasme dengan keberadaan pasar murah berbentuk minyak goreng yang dijual kepada warga juga…

Sabtu, 24 Juni 2017 10:00

Hati-hati dan Pintar Memilih Makanan Layak Konsumsi

SUKAMARA–Dua hari sebelum Lebaran, masyarakat banyak berburu makanan dan minuman untuk disajikan…

Sabtu, 24 Juni 2017 09:30

29 Pecandu Narkoba Masih Direhabilitasi

SUKAMARA-Hingga kini tercatat 29 pecandu narkoba yang direhabilitasi. Upaya untuk menyembuhkan para…

Sabtu, 24 Juni 2017 09:00

ASN, Jangan Ditambah Lagi Liburnya

NANGA BULIK-Aparatur Sipil Nasional (ASN) yang bekerja di lingkup Pemkab Lamandau, diminta untuk tidak…

Sabtu, 24 Juni 2017 08:30
Pemkab Seruyan

INGAT ! Jangan Gunakan Mobil Bak Terbuka buat Mudik Lebaran

KUALA PEMBUANG-Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan mobil bak terbuka saat mudik Lebaran 2017…

Sabtu, 24 Juni 2017 07:30
Pemkab Seruyan

Seluruh Masyarakat Diiundang ! Bupati dan Ketua DPRD Gelar Open House

KUALA PEMBUANG-Pada hari raya Idulfitri 1438 Hijriyah ini Bupati Seruyan H Sudarsono SH maupun Ketua…

Jumat, 23 Juni 2017 12:43

Jauh-jauh dari Sei Tabuk, Dua IRT Ngutil Puluhan Pakaian di Pulang Pisau

PULANG PISAU – Inah dan Rumsiah, dua orang ibu rumah tangga (IRT), warga Jalan Bhakti Pemakuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .