MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Rabu, 17 Mei 2017 14:52
SADIS! Dikeroyok, Enam Kali Ditikam Lalu Dibacok Hingga Usus Terburai
Tersangka Muhammad ketika memperagakan adegan ke-10. Dimana ia menikam tubuh korban Aris Dewantoro menggunakan senjata tajam.(CALVIN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Pembunuhan terhadap Aris Dewantoro di Desa Batu Belaman Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat, tergolong sadis. Hal itu tergambar dalam rekonstruksi atau reka ulang yang digelar Polsek Kumai, Selasa (16/5).

Sebanyak 13 adegan yang terbagi di tiga lokasi berbeda, termasuk di lokasi pembantaian yakni Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai.

Reka ulang bermula di Bundaran Pancasila, tempat dimana tersangka Muhammad merencakan aksi pembunuhan terhadap Aris. Selanjutnya bergeser ke Desa batu Belaman hingga ke depan Kolam Renang Rau Kuku di Desa Pasir Panjang.

"Di Bundaran Pancasila muncul rencana tersangka setelah melihat korban berboncengan sepeda motor dengan seorang perempuan berinisial SU yang dalam kasus ini merupakan saksi kunci," kata Kapolsek Kumai, AKP Hendry usai reka ulang.

Dari Bundaran Pancasila, reka ulang dilanjutkan ke Desa Batu Belaman. Di desa  inilah tempat terjadinya pembunuhan pada Sabtu 8 April 2017 lalu. Ada 11 adegan yang mana pada saat itu korban dan saksi SU tiba di rumah saksi Sahrul. Ada juga saksi lain yakni istri Sahrul.

"Dalam 11 adegan itu, kita lihat sendiri bagaimana setibanya korban dan saksi SU di rumah saksi Sahrul. Tidak lama kemudian datang tersangka Muhammad dan tersangka 2 sebut saja Mr X menggunakan sepeda motor," ujar kapolsek.

Tersangka Muhammad masuk ke dalam rumah saksi Sahrul dan terjadi cekcok dengan korban. Puncaknya terjadi penganiayaan dengan cara pengeroyokan oleh kedua tersangka. "Tersangka Muhammad dan Mr X membacok korban menggunakan sajam mengenai belakang dekat punggung korban sebanyak satu kali," ucap Hendry.

Pengeroyokan berlanjut sampai ke luar rumah saksi Sahrul yang berjarak enam meter. Pertarungan yang tidak seimbang itu membuat korban tergeletak di tanah. Melihat korban yang terkapar, tidak membuat tersangka Muhammad berhenti. Sebaliknya, ia terus menghujani tubuh korban dengan tikaman sebanyak enam kali.

"Bacokan senjata tajam itu membuat korban terkapar tak berdaya dengan luka parah di perut dan membuat ususnya terburai keluar. Tangan kanan hampir putus dan luka di bagian dada akibat bacokan tersangka Mr X," jelas Hendry.

Bacokan tersangka Muhammad sempat terhenti setelah datangnya saksi 4 yakni atas nama M Nirwanto. Saksi sempat berusaha menangkap tangan tersangka yang masih memegang sajam. Hanya saja saksi M Nirwanto dicegah oleh saksi Sahrul karena khawatir menjadi sasaran amukan para tersangka.

Akhirnya saksi M Nirwanto pun memilih mundur. Puas membantai korban, para tersangka lantas pergi bersama barang bukti sajam yang sampai saat ini belum ditemukan. Dari TKP pembantian, reka ulang dilanjutkan ke lokasi terakhir di depan Kolam Renang Rau Kuku yang jaraknya beberapa kilometer dari TKP.

Berdasarkan pengakuan tersangka Muhammad, di lokasi ketiga itulah ia membuang barang bukti sajam. "Di TKP kita hanya menemukan barang bukti dua buah sarung celurit dan dua helm milik para tersangka," jelas Hendry.

Hendry menambahkan, sampai saat ini tersangka Muhammad yang tak berapa lama setelah kejadian menyerahkan diri ke polisi itu tetap pada pengakuan awal. Dimana ia mengaku hanya seorang diri ketika menghabisi nyawa korban.  Namun polisi tidak percaya begitu saja. Pasalnya hasil penyelidikan dan barang bukti mengarah bahwa pelaku dua. Bahkan dari hasil pengembangan, ada sejumlah nama yang dicurigai sebagai Mr X. (vin/ang/dar)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 08:10
Pemkab Seruyan

Desa Harus Lebih Kreatif Mengembangkan Produk Unggulan

KUALA PEMBUANG - Selama ini potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki kecamatan maupun desa di Kabupaten…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:04
DPRD Kotim

BPD Harus Terlibat Langsung Merumuskan Kebijakan Pembangunan Desa

SAMPIT-Hingga saat ini keberadaan Badan Permuyawaratan Desa (BPD) belum dapat berjalan sesuai dengan…

Rabu, 18 Oktober 2017 07:56
DPRD Kotim

Optimal Laksanakan Program Sesuai Sasaran ke Masyarakat

SAMPIT–Sudah menjadi keharusan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim berorientasi anggaran berbasis…

Rabu, 18 Oktober 2017 00:17

Sudah Membunuh Baru Ngaku Menyesal

SAMPIT-Hanya rasa penyesalan yang bisa dirasakan oleh Darsyah (30) pelaku pembunuhan terhadap satpam…

Rabu, 18 Oktober 2017 00:12

Pembunuh Fitri Masih Misteri, Polisi Akui Minim Bukti dan Saksi

SAMPIT-Polisi tampaknya harus semakin bekerja keras untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan…

Selasa, 17 Oktober 2017 21:11

PC PMII Puruk Cahu akan Dibentuk

Mantan Wakil Ketua PC PMII Palangka Raya Rahmanto Muhidin SHI MH (kiri) bersama mantan Wakil Ketua PC…

Selasa, 17 Oktober 2017 21:00

Angkat Martabat Daerah Melalui Pendidikan

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menginginkan agar kualitas dunia pendidikan dan kesehatan…

Selasa, 17 Oktober 2017 20:43

"Budak Sabu" Tertangkap Tangan Bawa Dua Paket Narkoba

BUNTOK-Penikmat narkoba di Buntok, Kabupaten Barsel diuber polisi. Hasilnya, satu pemilik sabu-sabu…

Selasa, 17 Oktober 2017 20:32
Pemkab Kapuas

PKK Kapuas Bikin Terobosan Jalin Kerjasama dengan Disdik

KUALA KAPUAS–Peningkatan mutu pendidikan bukan hanya ditujukan kepada peserta didik saja. Hal…

Selasa, 17 Oktober 2017 20:20
Pemkab Barsel

Maksimalkan Gerakan Literasi di Daerah Ini

BUNTOK-Dunia pendidikkan di Barsel diminta untuk terus dibenahi. Bupati Barsel, H Eddy Raya Samsuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .