MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 17 Mei 2017 14:09
Kera Putih Itu Diberi Nama Alba
Orangutan albino bernama Alba yang kini dalam perawatan dan pengawasan Yayasan BOS, terlihat kondisinya mulai membaik. (YAYASAN BOS FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Pada April lalu, Polsek Kapuas Hulu berhasil mengamankan satu ekor orangutan dari masyarakat. Orang utan berbulu putih agak kekuningan ini, ditemukan di pondok persawahan warga dalam kondisi dikurung. Lantas seperti apa nasib kera putih tersebut saat ini?

KABAR terakhir, orangutan tersebut dititipkan di Yayasan BOS. Dalam proses perawatan dan pemulihan, akhirnya kondisinya saat ini semakin membaik. Bahkan, pihak Yayasan BOS akhirnya telah memutuskan untuk memberi nama Alba kepada orangutan albino tersebut.

Koordinator Komunikasi dan Edukasi Yayasan BOS Monterado Fridman, kemarin mengatakan, nama Alba memiliki banyak arti. Namun dalam bahasa Latin artinya putih dan dalam bahasa Spanyol artinya fajar.

“Kami berharap semoga fajar baru akan merekah bagi spesies yang sangat berharga ini,” jelas Monterado.

Monterado menambahkan, orangutan tersebut juga menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik. Di mana berat badannya bertambah 4,5 kg setelah 2 minggu perawatan. Pihaknya masih mengumpulkan sebanyak mungkin informasi berharga mengenai kondisinya yang unik dan spesial.

“Sebelum memutuskan kemungkinan terbaik baginya di masa datang, Yayasan BOS selalu menempatkan aspek kesejahteraan satwa sebagai prioritas bagi para orangutan yang direhabilitasi, terutama dengan kondisi khusus seperti Alba,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kalteng Heriansyah menegaskan, potensi hewan dilindungi di Kalteng, khususnya orangutan harus jadi perhatian. Keberadaan orangutan sudah sangat diakui di dunia dan Kalteng harus bangga memiliki orangutan, bahkan ada orangutan albino yang sangat jadi perhatian dunia.

“Kita dukung untuk terus menjaga dan melindungi satwa dilindungi, apalagi orangutan yang memang sangat dilindungi,” ujarnya.

Untuk diketahui, orangutan albino tersebut telah diselamatkan oleh seorang petani bernama Agung Bin Akar (62). Kemudian, Kapolsek Kapuas Hulu Iptu Purnomo melakukan pendekatan terhadap warga tersebut agar menyerahkan satwa yang dilindungi itu. Akhirnya Agung pun menyerahkannya.

Diceritakan Agung, pada Kamis (27/4) saat dirinya pulang dari sawah, ada anak orangutan tersangkut di semak semak. Karena merasa kasihan, dirinya mengambil dan membawa orangutan tersebut ke pondok serta dibuatkanlah kurangannya.

“Saya kasihan melihat orangutan tersebut, kemudian saya buatkan kurungan di pondok saya. Selama beberapa hari ini saya berikan makanan seperti pisang dan tebu,” katanya waktu itu.(ola/alh/c3/bud/nto)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .