MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 16 Mei 2017 10:18
Obat Tradisional Suku Dayak Tawar Gantung atau Akar Gantung
Sembuhkan Berbagai Penyakit dan Tahan Gigitan Ular Berbisa
OBAT TRADISIONAL: Herdi ketika menunjukkan obat tawar gantung atau akar gantung miliknya, yang selama ini menjadi obat tradisional atau herbal, Minggu (14/5). (JERI/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Tanaman merambat dan dikenal akan rasa pahitnya ini, biasanya dipergunakan sebagai bahan obat tradisional. Lalu, apa saja manfaat tanaman ini? Berikut ulasannya.

JERI SP, Kasongan

BAGI nenek moyang zaman dulu, tanaman tawar gantung atau akar gantung, memang sudah tidak asing lagi. Di mana tanaman ini sudah sejak turun-temurun digunakan menjadi bahan untuk obat tradisional atau obat herbal.

Tanaman ini diyakini mampu menyembuhkan puluhan macam masalah kesehatan tubuh. Mulai dari menurunkan gula darah, demam, menyembuhkan hepatitis, mengobati rematik, mengobati malaria, mengobati kanker hati, antitumor, menyembuhkan diare, mengobati sakit pinggang, hingga puluhan masalah kesehatan lainnya, mampu disembuhkan oleh tanaman tersebut.

Tawar gantung atau akar gantung, merupakan sejenis tanaman obat tradisional yang tumbuh di pekarangan maupun di dalam hutan. Tanaman ini tergolong jenis tanaman liar yang bisa ditemui di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Katingan. 

Oleh sebab itulah, orang zaman dulu sering menggunakan tanaman ini untuk mengobati berbagai macam penyakit yang diderita. Hingga sekarang, khasiat obat ini masih sering digunakan orang untuk mengobati penyakit. Biasanya yang diambil dari batangnya atau daunnya.

Cara pengobatannya juga sangat praktis. Cukup direbus dan diminum airnya setiap hari, maka penyakit yang diderita bisa disembuhkan. Dengan catatan, asal diminum secara rutin.

Namun yang menjadi kendala, biasanya karena rasa pahitnya yang sangat kental, tak sedikit orang yang pernah mencoba obat ini, tidak sanggup meminum obat herbal ini dan langsung berhenti.

“Padahal obat ini sangat bagus sekali dan jika rutin kita minum, pasti sembuh,” ujar Herdi salah seorang pemilik obat tawar gantung atau akar gantung ini di Kota Kasongan kepada penulis, Minggu (14/5).

Menurut Herdi, dia juga salah satu pengguna obat tradisional tersebut. Sebab dirinya juga pernah menderita penyakit gula. Sejak dirinya mengonsumsi obat itulah, penyakit gulanya sudah normal. Bahkan untuk membantu dan memudahkan mengonsumsi obat ini, kini Herdi telah mengembangkannya dalam bentuk kapsul. Artinya tidak lagi dengan cara direbus dan diambil airnya.

“Kalau dengan sistem rebus, tidak tahan meminumnya. Pasti banyak yang tidak tahan. Karena rasa pahitnya sangat luar biasa rasanya, beda dengan tanaman yang memiliki rasa pahit lainnya. Kini kita siapkan dalam bentuk kapsul untuk mempermudah meminum,”tutur pria yang juga berstatus ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan.  

Dari cerita orang tuanya zaman dahulu, lanjut Herdi, selain masalah untuk pengobatan. Tanaman ini juga bisa menjadi amalan, agar tahan terhadap gigitan ular berbisa, hingga nyamuk pun tak mau menggigit.

“Caranya, ukur batangnya dengan ukuran lingkaran pinggang. Lalu setelah diukur panjangnya, itulah yang akan diminum sampai habis. Jadi ular kalau sampai menggigit kita, malah dia yang mati. Nyamuk pun tak akan mau menggigit kita, karena bau pahit itu. Jadi sangat banyak sekali manfaat dari tanaman ini,” ucapnya.

Untuk saat ini, kata pria yang dikenal mampu mengobati orang terkena tulang ikan ini, tanaman tawar gantung atau akar gantung sudah mulai sulit dicari. Bahkan tanaman yang dia gunakan itu, dicarinya ke beberapa tempat baru ketemu dan tidak disengaja.

“Padahal sebenarnya ini bisa ditanam dan mudah tumbuh. Ini tanaman obat yang sangat penting untuk ditanam dan dipelihara supaya tidak punah,” tuturnya.(*/c3/bud/nto)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .