MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 16 Mei 2017 10:18
Obat Tradisional Suku Dayak Tawar Gantung atau Akar Gantung
Sembuhkan Berbagai Penyakit dan Tahan Gigitan Ular Berbisa
OBAT TRADISIONAL: Herdi ketika menunjukkan obat tawar gantung atau akar gantung miliknya, yang selama ini menjadi obat tradisional atau herbal, Minggu (14/5). (JERI/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Tanaman merambat dan dikenal akan rasa pahitnya ini, biasanya dipergunakan sebagai bahan obat tradisional. Lalu, apa saja manfaat tanaman ini? Berikut ulasannya.

JERI SP, Kasongan

BAGI nenek moyang zaman dulu, tanaman tawar gantung atau akar gantung, memang sudah tidak asing lagi. Di mana tanaman ini sudah sejak turun-temurun digunakan menjadi bahan untuk obat tradisional atau obat herbal.

Tanaman ini diyakini mampu menyembuhkan puluhan macam masalah kesehatan tubuh. Mulai dari menurunkan gula darah, demam, menyembuhkan hepatitis, mengobati rematik, mengobati malaria, mengobati kanker hati, antitumor, menyembuhkan diare, mengobati sakit pinggang, hingga puluhan masalah kesehatan lainnya, mampu disembuhkan oleh tanaman tersebut.

Tawar gantung atau akar gantung, merupakan sejenis tanaman obat tradisional yang tumbuh di pekarangan maupun di dalam hutan. Tanaman ini tergolong jenis tanaman liar yang bisa ditemui di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Katingan. 

Oleh sebab itulah, orang zaman dulu sering menggunakan tanaman ini untuk mengobati berbagai macam penyakit yang diderita. Hingga sekarang, khasiat obat ini masih sering digunakan orang untuk mengobati penyakit. Biasanya yang diambil dari batangnya atau daunnya.

Cara pengobatannya juga sangat praktis. Cukup direbus dan diminum airnya setiap hari, maka penyakit yang diderita bisa disembuhkan. Dengan catatan, asal diminum secara rutin.

Namun yang menjadi kendala, biasanya karena rasa pahitnya yang sangat kental, tak sedikit orang yang pernah mencoba obat ini, tidak sanggup meminum obat herbal ini dan langsung berhenti.

“Padahal obat ini sangat bagus sekali dan jika rutin kita minum, pasti sembuh,” ujar Herdi salah seorang pemilik obat tawar gantung atau akar gantung ini di Kota Kasongan kepada penulis, Minggu (14/5).

Menurut Herdi, dia juga salah satu pengguna obat tradisional tersebut. Sebab dirinya juga pernah menderita penyakit gula. Sejak dirinya mengonsumsi obat itulah, penyakit gulanya sudah normal. Bahkan untuk membantu dan memudahkan mengonsumsi obat ini, kini Herdi telah mengembangkannya dalam bentuk kapsul. Artinya tidak lagi dengan cara direbus dan diambil airnya.

“Kalau dengan sistem rebus, tidak tahan meminumnya. Pasti banyak yang tidak tahan. Karena rasa pahitnya sangat luar biasa rasanya, beda dengan tanaman yang memiliki rasa pahit lainnya. Kini kita siapkan dalam bentuk kapsul untuk mempermudah meminum,”tutur pria yang juga berstatus ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan.  

Dari cerita orang tuanya zaman dahulu, lanjut Herdi, selain masalah untuk pengobatan. Tanaman ini juga bisa menjadi amalan, agar tahan terhadap gigitan ular berbisa, hingga nyamuk pun tak mau menggigit.

“Caranya, ukur batangnya dengan ukuran lingkaran pinggang. Lalu setelah diukur panjangnya, itulah yang akan diminum sampai habis. Jadi ular kalau sampai menggigit kita, malah dia yang mati. Nyamuk pun tak akan mau menggigit kita, karena bau pahit itu. Jadi sangat banyak sekali manfaat dari tanaman ini,” ucapnya.

Untuk saat ini, kata pria yang dikenal mampu mengobati orang terkena tulang ikan ini, tanaman tawar gantung atau akar gantung sudah mulai sulit dicari. Bahkan tanaman yang dia gunakan itu, dicarinya ke beberapa tempat baru ketemu dan tidak disengaja.

“Padahal sebenarnya ini bisa ditanam dan mudah tumbuh. Ini tanaman obat yang sangat penting untuk ditanam dan dipelihara supaya tidak punah,” tuturnya.(*/c3/bud/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .