MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 15 Mei 2017 08:30
Spontanitas Gubernur Kalteng yang Mengagetkan Warga

Hentikan Rombongan untuk Melayat dan Pesan Menjaga Keragaman

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran saat melayat di kediaman salah seorang warga Desa Ugang Sayu, Minggu (14/5). (WANTO FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Belasan iringan mobil, Minggu (14/5) siang melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Namun saat melintas di simpang Desa Ugang Sayu Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, tiba-tiba, mobil voorijder Patwal Ditlantas Polda Kalteng dan diikuti persis dibelakangnya mobil berpelat KH-1 yang ditumpangi Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran berhenti.

JONIE PRIHANTO, Palangka Raya

Ternyata rombongan tersebut berhenti persis di depan sebuah rumah yang di depannya terlihat terpasang sebuah bendera warna hitam dan bergambar salib. Ya, di tempat tersebut ternyata ada salah seorang warga yang meninggal dunia.

Berhentinya mobil yag ditumpangi gubernur tersebut tentu saja sempat membuat bingung anggota rombongan yang lain.  Beberapa saat kemudian tampak gubernur yang hanya menggunakan kaos warna biru tua dan corak merah, keluar dari dalam mobilnya.

Sebagaimana kebiasaannya, dia pun langsung menyapa dan menyalami satu per satu warga yang ada di halaman sambil berjalan menuju ke dalam rumah duka.

“Sebagai gubernur dan juga pribadi serta keluarga, saya turut berbelasungkawa atas wafatnya salah satu anggota keluarga di sini. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah, dan yang wafat pun dilapangkan kuburnya,” kata gubernur kepada pihak keluarga warga yang meninggal dunia.

Sementara itum mengetahui bahwa yang berhenti tersebut adalah rombongan Gubernur Kalteng, puluhan warga pun langsung berebut untuk berjabat tangan. Bahkan tak sedikit pula yang meminta agar berfoto bareng (selfie) bersama gubernur.

“Kami kebetulan dalam perjalanan pulang menuju Palangka Raya, setelah menghadiri pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Kalteng di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya,” kata gubernur menjawab pertanyaan salah seorang warga.

Pertanyaan menarik juga dilontarkan salah seorang warga lainnya. “Pak Gubernur, kok mau melayat, padahal kami kan hanya warga biasa. Terlebih berbeda agama,” kata seorang perempuan parobaya sambil menyalami gubernur.

Mendengar hal itu, gubernur sambil tersenyum menjawab bak tersebut. “Tidak ada yang salah kan? Kita semua sama di mata Tuhan. Lagi pula, sesuai falsafah Huma Betang, kita semua bersaudara, tidak membeda-bedakan agama, suku dan golongan,” jawab orang nomor satu di Pemprov Kalteng itu sambil tetap menjabat tangan ibu yang bertanya kepadanya.

“Ini baru pertama kalinya dalam sejarah kami warga di sini, ada gubernur yang mau melayat warga biasa,” imbuh ibu tersebut.

Kepada seluruh warga yang hadir, gubernur juga sekaligus menyampaikan pesan agar seluruh warga Kalteng dapat saling menghormati, menjaga keragaman, bekerja sama dan hidup berdampingan secara damai, meskipun berbeda agama, suku dan golongan.

“Kita harus bangga dengan keragaman Kalteng ini. Dan keragaman itu harus dijaga dengan baik. Itu tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, selain memberikan bantuan kepada keluarga warga yang meninggal dunia, gubernur juga memberikan kenang-kenangan untuk warga desa setempat.

“Ini kebetulan saya ada membawa bola kaki dan bola volly serta net-nya. Semoga bisa dimanfaatkan untuk warga disini berolahraga bersama,” kata gubernur sambil menyerahkan bola kaki dan volly kepada warga.

Setelah sekitar 30 menit berhenti, akhirnya gubernur dan rombongan pun pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Palangka Raya. (*)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .