MANAGED BY:
SELASA
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 13 Mei 2017 16:58
2,5 Jam Ngobrol Bersama Bupati Arton S Dohong dan Sekda Kamiar (2/Habis)
Dari Peta DAS Hingga “Jeroan” Bakal Calon
(Dari kiri) Manajer Iklan Sudiyono, Direktur Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun, Bupati Arton S Dohong dan Sekda Kamiar, beberapa waktu lalu. (KAM/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Lantaran tidak mencalon lagi, wajar kalau Bupati Arton S Dohong sudah memetakan kekuatan politik yang bakal meramaikan pentas pilkada di Gunung Mas nanti. Dia juga sudah memprediksi siapa bakal muncul dan siapa yang tidak. Bahkan, Arton juga tahu latar belakang si calon sampai kekuatan “jeroannya”.

HM WAHYUDIE F DIRUN, Palangka Raya

ADA yang menarik dari Gunung Mas. Kalau daerah lain, yang tidak bisa ditutupi setiap pentas Pilkada, masyarakatnya berafiliasi pada keyakinan (agama). Sehingga kadang yang terjadi, untuk mengegolkan kemenangannya, harus membentur-benturkan agama si calon dengan rivalnya. Kasus yang mencolok terjadi adalah pada Pilgub DKI Jakarta baru saja berlalu.

Namun, soal agama ini sepertinya tidak dominan. Ini wajar karena salah satu agama di kabupaten pemekaran ini mayoritas. Yang terjadi sekarang justru persaingan antara Daerah Aliran Sungai (DAS). “Seperti menjadi kesepatan tak tertulis, kalau calon Bupatinya dari DAS Kahayan maka wakilnya dari DAS Rungan Manuhing, begitu juga sebaliknya,” kata Bupati Arton Dohong. 

Kesepakatan ini muncul ketika di awal-awal pembentukan Gunung Mas menjadi kabupaten definitif. Semua tokoh dari semua DAS bersepakat tapi tidak tertulis, yang isinya demikian. Bahwa kedua DAS itu harus mewakili dari unsur kepemimpinan di Gunung Mas. “Seperti saya dengan alm Pak Hambit Bintih, beliau dari DAS Rungan Manuhing, saya dari DAS Kahayan,” katanya.

Tapi karena tidak tertulis maka sudah tentu kesepakatan ini tidak mengikat. Bisa saja kalau mau coba-coba, ada bakal calon yang tidak mewakili kedua DAS itu. Ini juga sebagai test case, sejauh mana kekuatan tokoh di kedua DAS itu mewakili masyarakatnya. Namun, sampai sejauh ini belum terdengar, lantaran pendafataran bakal calon bupati belum dimulai.

Malah kabarya, ada calon yang berani mulai memasang calon bupati dan calon wakil bupatinya bukan berdasarkan keterwakilan DAS tadi, tapi keterwakilan agama. Tapi ini juga butuh bukti nanti setelah Pilkada, apakah keterwakilan agama cukup signifikan menggeser keterwakilan DAS yang infonya sudah menjadi kesepakatan para tokoh-tokoh.

Selain soal DAS, Arton Dohong ternyata juga sangat tahu si bakal calon hingga “jeroannya” (isinya). Inilah piawainya kepala daerah. Di mana-mana siapa saja yang jadi penguasa pasti memasang mata dan telinga di semua tembok daerah kekuasaannya. Sehingga ibarat sebatang jarum yang jatuh, dia sudah tahu. Begitu juga dengan Bupati Arton Dohong. 

Selama 2,5 jam ngobrol, dia banyak memaparkan calon-calon termasuk karakter dan kekuatan di belakangnya. Tetapi, tentu sebelumnya Arton Dohong minta bahwa ini of the record. Artinya bukan untuk konsumsi publik, hanya cukup sebagai obrolan teman yang tidak perlu dimediakan. “Saya harus tahu semua sehingga bisa mengantasipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Termasuk misalnya ada muncul benih-benih berseberangan antara dua kelompok yang latar belakangnya pengusaha, maka harus memediasi mereka berdua. Di mana-mana yang namanya sengketa pilkada itu terjadi karena konflik kepentingan yang kemungkinan nanti akan jadi salah satu pemodal. Kalau masyarakat bawah bentrok justru karena mereka. Karena itu mereka ini yang harus dipertemukan.

Siapa orangnya? Arton tidak mau menyebut. Ada saja dan dalam waktu dekat mereka akan saya pertemukan. Dia katanyanya, harus mengantisipasi ini di awal-awal, bukan setelah tingginya tingkat eskalasi nanti baru diselesaikan. “Tujuannya saya hanya satu, bagaimana supaya Gunung Mas ini aman dan damai,” katanya diamini Sekda Kamiar.

Menurut Arton, kondisi Gunung Mas saat ini sangat kondusif. Dia katanya sekarang lagi gencar-gencarnya menyelesaikan RSUD Gunung Mas dengan melibatkan partisipasi pihak ketiga. Hampir semua dari mereka menyatakan bersedia untuk membantu Pemda membangun RS. “Kalau seperti ini kan, yang nyaman tentu daerah. Karena itu, kondisi aman dan nyaman ini harus terus kita ciptakan,” katanya. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Kamis, 05 Oktober 2017 06:41
Cara Kodim 1015 Sampit Memperingati Hari Jadi

Dandim Kunjungi Bocah Lumpuh dan Berikan Santunan

Berbagai kegiatan sosial dilaksanakan Kodim 1015 Sampit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72,…

Sabtu, 23 September 2017 07:48
Kesan Armada Band Manggung Pertama di Lamandau

Lantunkan 10 Lagu, Takjub Lihat Antusias Penonton

Kehadiran grup band Armada di Bumi Bahaum Bakuba Kabupaten Lamandau dalam memeriahkan Pesta Paduan Suara…

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .