MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 13 Mei 2017 16:58
2,5 Jam Ngobrol Bersama Bupati Arton S Dohong dan Sekda Kamiar (2/Habis)
Dari Peta DAS Hingga “Jeroan” Bakal Calon
(Dari kiri) Manajer Iklan Sudiyono, Direktur Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun, Bupati Arton S Dohong dan Sekda Kamiar, beberapa waktu lalu. (KAM/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Lantaran tidak mencalon lagi, wajar kalau Bupati Arton S Dohong sudah memetakan kekuatan politik yang bakal meramaikan pentas pilkada di Gunung Mas nanti. Dia juga sudah memprediksi siapa bakal muncul dan siapa yang tidak. Bahkan, Arton juga tahu latar belakang si calon sampai kekuatan “jeroannya”.

HM WAHYUDIE F DIRUN, Palangka Raya

ADA yang menarik dari Gunung Mas. Kalau daerah lain, yang tidak bisa ditutupi setiap pentas Pilkada, masyarakatnya berafiliasi pada keyakinan (agama). Sehingga kadang yang terjadi, untuk mengegolkan kemenangannya, harus membentur-benturkan agama si calon dengan rivalnya. Kasus yang mencolok terjadi adalah pada Pilgub DKI Jakarta baru saja berlalu.

Namun, soal agama ini sepertinya tidak dominan. Ini wajar karena salah satu agama di kabupaten pemekaran ini mayoritas. Yang terjadi sekarang justru persaingan antara Daerah Aliran Sungai (DAS). “Seperti menjadi kesepatan tak tertulis, kalau calon Bupatinya dari DAS Kahayan maka wakilnya dari DAS Rungan Manuhing, begitu juga sebaliknya,” kata Bupati Arton Dohong. 

Kesepakatan ini muncul ketika di awal-awal pembentukan Gunung Mas menjadi kabupaten definitif. Semua tokoh dari semua DAS bersepakat tapi tidak tertulis, yang isinya demikian. Bahwa kedua DAS itu harus mewakili dari unsur kepemimpinan di Gunung Mas. “Seperti saya dengan alm Pak Hambit Bintih, beliau dari DAS Rungan Manuhing, saya dari DAS Kahayan,” katanya.

Tapi karena tidak tertulis maka sudah tentu kesepakatan ini tidak mengikat. Bisa saja kalau mau coba-coba, ada bakal calon yang tidak mewakili kedua DAS itu. Ini juga sebagai test case, sejauh mana kekuatan tokoh di kedua DAS itu mewakili masyarakatnya. Namun, sampai sejauh ini belum terdengar, lantaran pendafataran bakal calon bupati belum dimulai.

Malah kabarya, ada calon yang berani mulai memasang calon bupati dan calon wakil bupatinya bukan berdasarkan keterwakilan DAS tadi, tapi keterwakilan agama. Tapi ini juga butuh bukti nanti setelah Pilkada, apakah keterwakilan agama cukup signifikan menggeser keterwakilan DAS yang infonya sudah menjadi kesepakatan para tokoh-tokoh.

Selain soal DAS, Arton Dohong ternyata juga sangat tahu si bakal calon hingga “jeroannya” (isinya). Inilah piawainya kepala daerah. Di mana-mana siapa saja yang jadi penguasa pasti memasang mata dan telinga di semua tembok daerah kekuasaannya. Sehingga ibarat sebatang jarum yang jatuh, dia sudah tahu. Begitu juga dengan Bupati Arton Dohong. 

Selama 2,5 jam ngobrol, dia banyak memaparkan calon-calon termasuk karakter dan kekuatan di belakangnya. Tetapi, tentu sebelumnya Arton Dohong minta bahwa ini of the record. Artinya bukan untuk konsumsi publik, hanya cukup sebagai obrolan teman yang tidak perlu dimediakan. “Saya harus tahu semua sehingga bisa mengantasipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Termasuk misalnya ada muncul benih-benih berseberangan antara dua kelompok yang latar belakangnya pengusaha, maka harus memediasi mereka berdua. Di mana-mana yang namanya sengketa pilkada itu terjadi karena konflik kepentingan yang kemungkinan nanti akan jadi salah satu pemodal. Kalau masyarakat bawah bentrok justru karena mereka. Karena itu mereka ini yang harus dipertemukan.

Siapa orangnya? Arton tidak mau menyebut. Ada saja dan dalam waktu dekat mereka akan saya pertemukan. Dia katanyanya, harus mengantisipasi ini di awal-awal, bukan setelah tingginya tingkat eskalasi nanti baru diselesaikan. “Tujuannya saya hanya satu, bagaimana supaya Gunung Mas ini aman dan damai,” katanya diamini Sekda Kamiar.

Menurut Arton, kondisi Gunung Mas saat ini sangat kondusif. Dia katanya sekarang lagi gencar-gencarnya menyelesaikan RSUD Gunung Mas dengan melibatkan partisipasi pihak ketiga. Hampir semua dari mereka menyatakan bersedia untuk membantu Pemda membangun RS. “Kalau seperti ini kan, yang nyaman tentu daerah. Karena itu, kondisi aman dan nyaman ini harus terus kita ciptakan,” katanya. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 08:00
Wakapolres dan Kasat Binmas Polres Seruyan Berganti

Nandang: Jaga Amanah Sebaik-baiknya

Pejabat Wakapolres dan Kasat Binmas Polres Seruyan mengalami pergeseran. Wakapolres yang sebelumnya…

Jumat, 23 Juni 2017 07:30
Mengikuti Silaturahmi Bupati dengan Mahasiswa

Harapkan Peran Pemuda dalam Membangun Daerah

Silaturahmi dengan semua elemen masyarakat Kabupaten Seruyan, termasuk dengan pemuda dan mahasiswa,…

Kamis, 22 Juni 2017 12:35

Jangan Ciptakan Jurang dengan Pembaca

Membuat berita itu menulis untuk orang lain, bukan untuk sendiri. Karenanya, kata dan kalimat yang dipilih…

Rabu, 21 Juni 2017 23:01
UKBI dan Diskusi Terpumpun bagi Wartawan se-Kota Palangka Raya (1)

Memartabatkan Bahasa Indonesia Melalui Tulisan

Wartawan adalah profesi yang paling tinggi keterlibatannya dengan bahasa Indonesia. Setiap hari harus…

Minggu, 18 Juni 2017 15:39
Mengenal Fahrizal Fitri, Kepala DLH Kalimantan Tengah yang Baru Dilantik (2/Habis)

Mendorong Investasi tetapi Lingkungan Tetap Lestari

Ketika resmi menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, Fahrizal Fitri sudah menyiapkan agenda…

Sabtu, 17 Juni 2017 13:08
Mengenal Fahrizal Fitri, Kepala DLH Kalimantan Tengah yang Baru Dilantik (1)

10 Piala Adipura Diraih, Fokus Wujudkan Kalteng BERKAH

Sosok Fahrizal Fitri sangat fenomenal di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Raihan piala Adipura…

Sabtu, 10 Juni 2017 19:09

17 Tahun Masrani dan Santi Bersepeda Keliling Indonesia Mencari Obat Epilepsi

Tekad yang kuat bahkan bisa dibilang nekat, aksi Masrani benar-benar heroik. Pria 48 tahun itu lupa…

Selasa, 06 Juni 2017 09:19
Kapolres Bersama Pegawai Disperindagsar Cek Harga Sembako di Kalangan Pedagang

Kaget Harga Berbeda, Polisi Lakukan Penyelidkan dan Satgas Mafia Pangan Mendalami

Puasa Ramadan sudah berjalan selama sepuluh hari. Satgas Mafia Pangan terus menjalankan fungsinya. Mengawasi…

Senin, 05 Juni 2017 22:22

Cara Masyarakat Bumi Tambun Bungai Mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika (2/habis)

Musala Noor Hidayah II Jalan S Parman Palangka Raya dibangun pada 1970. Tempat ibadah yang kini di bawah…

Senin, 05 Juni 2017 22:17

Cara Masyarakat Bumi Tambun Bungai Mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika (1)

Di Palangka Raya khususnya dan di Kalteng secara umum, ada bangunan gereja dan masjid saling berdampingan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .