MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 13 Mei 2017 16:58
2,5 Jam Ngobrol Bersama Bupati Arton S Dohong dan Sekda Kamiar (2/Habis)
Dari Peta DAS Hingga “Jeroan” Bakal Calon
(Dari kiri) Manajer Iklan Sudiyono, Direktur Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun, Bupati Arton S Dohong dan Sekda Kamiar, beberapa waktu lalu. (KAM/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Lantaran tidak mencalon lagi, wajar kalau Bupati Arton S Dohong sudah memetakan kekuatan politik yang bakal meramaikan pentas pilkada di Gunung Mas nanti. Dia juga sudah memprediksi siapa bakal muncul dan siapa yang tidak. Bahkan, Arton juga tahu latar belakang si calon sampai kekuatan “jeroannya”.

HM WAHYUDIE F DIRUN, Palangka Raya

ADA yang menarik dari Gunung Mas. Kalau daerah lain, yang tidak bisa ditutupi setiap pentas Pilkada, masyarakatnya berafiliasi pada keyakinan (agama). Sehingga kadang yang terjadi, untuk mengegolkan kemenangannya, harus membentur-benturkan agama si calon dengan rivalnya. Kasus yang mencolok terjadi adalah pada Pilgub DKI Jakarta baru saja berlalu.

Namun, soal agama ini sepertinya tidak dominan. Ini wajar karena salah satu agama di kabupaten pemekaran ini mayoritas. Yang terjadi sekarang justru persaingan antara Daerah Aliran Sungai (DAS). “Seperti menjadi kesepatan tak tertulis, kalau calon Bupatinya dari DAS Kahayan maka wakilnya dari DAS Rungan Manuhing, begitu juga sebaliknya,” kata Bupati Arton Dohong. 

Kesepakatan ini muncul ketika di awal-awal pembentukan Gunung Mas menjadi kabupaten definitif. Semua tokoh dari semua DAS bersepakat tapi tidak tertulis, yang isinya demikian. Bahwa kedua DAS itu harus mewakili dari unsur kepemimpinan di Gunung Mas. “Seperti saya dengan alm Pak Hambit Bintih, beliau dari DAS Rungan Manuhing, saya dari DAS Kahayan,” katanya.

Tapi karena tidak tertulis maka sudah tentu kesepakatan ini tidak mengikat. Bisa saja kalau mau coba-coba, ada bakal calon yang tidak mewakili kedua DAS itu. Ini juga sebagai test case, sejauh mana kekuatan tokoh di kedua DAS itu mewakili masyarakatnya. Namun, sampai sejauh ini belum terdengar, lantaran pendafataran bakal calon bupati belum dimulai.

Malah kabarya, ada calon yang berani mulai memasang calon bupati dan calon wakil bupatinya bukan berdasarkan keterwakilan DAS tadi, tapi keterwakilan agama. Tapi ini juga butuh bukti nanti setelah Pilkada, apakah keterwakilan agama cukup signifikan menggeser keterwakilan DAS yang infonya sudah menjadi kesepakatan para tokoh-tokoh.

Selain soal DAS, Arton Dohong ternyata juga sangat tahu si bakal calon hingga “jeroannya” (isinya). Inilah piawainya kepala daerah. Di mana-mana siapa saja yang jadi penguasa pasti memasang mata dan telinga di semua tembok daerah kekuasaannya. Sehingga ibarat sebatang jarum yang jatuh, dia sudah tahu. Begitu juga dengan Bupati Arton Dohong. 

Selama 2,5 jam ngobrol, dia banyak memaparkan calon-calon termasuk karakter dan kekuatan di belakangnya. Tetapi, tentu sebelumnya Arton Dohong minta bahwa ini of the record. Artinya bukan untuk konsumsi publik, hanya cukup sebagai obrolan teman yang tidak perlu dimediakan. “Saya harus tahu semua sehingga bisa mengantasipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Termasuk misalnya ada muncul benih-benih berseberangan antara dua kelompok yang latar belakangnya pengusaha, maka harus memediasi mereka berdua. Di mana-mana yang namanya sengketa pilkada itu terjadi karena konflik kepentingan yang kemungkinan nanti akan jadi salah satu pemodal. Kalau masyarakat bawah bentrok justru karena mereka. Karena itu mereka ini yang harus dipertemukan.

Siapa orangnya? Arton tidak mau menyebut. Ada saja dan dalam waktu dekat mereka akan saya pertemukan. Dia katanyanya, harus mengantisipasi ini di awal-awal, bukan setelah tingginya tingkat eskalasi nanti baru diselesaikan. “Tujuannya saya hanya satu, bagaimana supaya Gunung Mas ini aman dan damai,” katanya diamini Sekda Kamiar.

Menurut Arton, kondisi Gunung Mas saat ini sangat kondusif. Dia katanya sekarang lagi gencar-gencarnya menyelesaikan RSUD Gunung Mas dengan melibatkan partisipasi pihak ketiga. Hampir semua dari mereka menyatakan bersedia untuk membantu Pemda membangun RS. “Kalau seperti ini kan, yang nyaman tentu daerah. Karena itu, kondisi aman dan nyaman ini harus terus kita ciptakan,” katanya. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .