MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Jumat, 12 Mei 2017 09:53
Pakar Hukum Ini Sebut Hanya Pengkhianat yang Minta Bantuan Asing Untuk Kasus Ahok

Komnas HAM: Ahok Tidak Mewakili Umat Kristen dan Kaum Minoritas

Prof. Romli Atmasasmita

PROKAL.CO, RAKYAT Indonesia diharapkan tidak ada yang meminta bantuan asing untuk urusan dalam negeri, terutama terkait kasus penistaan agama yang membelit Basuki T. Purnama.

"Jika masih ada wni yg minta2 bantuan asing u urusan dalam negeri jelas mental inlander," tegas pakar hukum Prof. Romli Atmasasmita‏, seperti dikutip dari akun Twitter-nya @rajasundawiwaha Jumat (12/5) pagi.

Dia menjelaskan sejak Konferensi Asia Afrika tahun 1955 lalu, Indonesia dikenal sebagai negara anti kolonialisme, lewat tokohnya Bung Karno. Karena itu adalah sebuah tragedi, tragis kalau sampai anak cucunya ada yang kolaborasi dengan mantan penjajah.

"Pasti Bung Karno menangis di dalam kuburnya," ucapnya.

Guru besar Universitas Padjadjaran ini menegaskan Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu tak boleh ada yang bisa mengintervensi penegakan hukum di negeri ini.

"Sy minta abaikan niat parlemen belanda intervensi ks ahok. kemlu hrs bersikap jika sdh konkrit," tandasnya.

Sorotan juga datang dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang mengimbau agar reaksi di kalangan pendukung Ahok sebaiknya tidak berlebihan, apalagi sampai memunculkan kesan bahwa telah terjadi diskriminasi terhadap umat Kristiani dan kaum minoritas.

"Ahok mewakili dirinya sendiri. Perbuatan pidana adalah perbuatan individu. Dan hukuman yang dijatuhkan adalah untuk individu," ujar Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dalam perbincangan dengan redaksi Rakyat Merdeka (Jawa Pos Group), Kamis (11/5).

"Jadi ini bukan hukuman bagi umat Kristen dan saudara-saudara kita kaum minoritas. Ahok tidak mewakili umat Kristen dan kaum minoritas dalam hal ini," katanya lagi.

Ahok kini ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Di beberapa kota, anggota masyarakat pendukung Ahok menggelar demonstrasi menuntut agar Ahok dibebaskan.

Menurut Majelis Hakim Jakarta Utara dalam pertimbangan, Ahok tidak memperlihatkan sikap kenegarawanan dan pernyataannya sengaja dimaksudkan untuk memancing kegaduhan. (zul/san/rmol/JPG/nto)


BACA JUGA

Senin, 14 Mei 2018 09:27

Nusantara Berduka, Kalteng Mengheningkan Cipta

RATUSAN warga Kota Palangka Raya berkumpul di Bundaran Besar Palangka Raya, tadi malam. Mereka berkumpul…

Senin, 12 Maret 2018 16:55

Demokrat Kalteng Siap Hadapi Pilkada dan Pemilu

JAKARTA-Partai Demokrat Provinsi Kalteng memberangkatkan ratusan peserta mengikuti Rapat Pimpinan Nasional…

Sabtu, 03 Maret 2018 07:40

DICARI...! 40 Ribu Pendamping Dana Desa

JAKARTA-Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo mengungkapkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .