MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Jumat, 12 Mei 2017 09:36
Invisible Hand Behind Ahok

OLEH: Zeng Wei Jian

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

PROKAL.CO, PROF. Jeffrey Winters bilang Mr. Joko adalah presiden terlemah dalam sejarah Indonesia. Megawati sebut dia "petugas partai", si kerempeng. Sungguh saya tidak suka dengan label-label itu. Mr. Joko tetap presiden saya. Sekali pun, I think Mr. Prabowo Subianto is much better off.

Jika presiden lemah, who is the boss?

Ada "invisible government" di dunia. Di Indonesia juga ada. The power that rules behind the curtain. Invisible hand. Shadow govt. John Hylan (Walikota New York) berkata, "The real menace of our Republic is the invisible government, which like a giant octopus sprawls its slimy legs over our cities, states and nation."

Kekuatan tak terlihat ini bergerak bagai hantu. Mengail di cela-cela. Berselancar di atas gelombang politik. Bermain dalam sistem ekonomi fabrikasi. Masyarakat tidak sadar mereka mengontrol negara.

Kata Henry Ford, "It is well enough that the people of the nation do not understand our banking and monetary system for, if they did, I believe there would be a revolution before tomorrow morning."

Hantu ini adalah finansial power. Duit, fulus, uang. Money buys everything. Termasuk lipstick, posisi, media, hukum, politik, bahkan harga diri.

Invisible power ini terasa, sulit dibuktikan. Ngga bisa dilihat. Ekspresinya hanya indikasi.

Ada tangan-tangan hantu dibalik Ahok. Indikatornya terasa di episode kasus Al Maidah 51. Polisi terintimidasi menetapkan Ahok sebagai tersangka. Proses penyidikan berbelit. Sekali pun, berstatus terdakwa, Ahok bebas berkeliaran. Tetep bisa jadi gubernur. Kekuatan hantu mengubah fungsi JPU menjadi "pembela terdakwa".

Uang para taipan beking Ahok nyata selama proses kampanye. Mobilisasinya gila-gilaan. Sewa lembaga survei. Guyur sembako.

Demikianlah moralitas orang-orang kaya itu. Menurut Frederick Lewis Donaldson, mereka punya "Seven Social Sins". Diantaranya, mereka tajir tanpa keringat, pleasure without conscience, Knowledge tanpa karakter, dagang tanpa moral dan berpolitik tanpa prinsip (Politics without principle).

Setelah Ahok kalah pun, mereka masih pamer. Galang ribuan standing flower. Miliaran rupiah menguap. Jadi sampah percuma. Ngga stop di situ, pasca vonis Ahok, mobilisasi massa dilakukan terus menerus. Hakim dicaci-maki buzzer bayaran. Non legal demand penundaan penahanan dirilis. KTP mau dipulung lagi. Sebagai jaminan. Seorang menteri hukum bisa-bisanya membezoek terpidana.

Hanya kekuatan dahsyat yang sanggup mengatur relokasi penahanan Ahok. Dari Rutan Cipinang ke Mako Brimob. Itu ngga main-main. Hanya Ahok yang bisa begitu. Kekuatan jahat itu hasil kolaborasi duit dan politik. Taipan dan pemilik parpol.

Kekuatan jahat itu ingin jaga suhu panas. Ahok jadi alatnya. Berbagai pihak main. Tujuannya masing-masing. Paling ekstrim bikin chaoz. Jokowi bisa jadi korban.

Sekali pun kuat, taipan bukan Tuhan. Baru-baru ini, kita saksikan itu. Ahok tumbang di pilkada dan masuk bui. Uang bukan segalanya. Nelson Mandela mengatakan, "Money won't create success, the freedom to make it will."

Ahok sebagai boneka taipan dan politisi patron tidak akan pernah bisa jadi seperti Nelson Mandela. Sekali pun sama-sama masuk bui. Tapi Mandela tidak pernah menista agama. [***]

(Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi)


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 11:25

Perpecahan Demi Monumen Sang Ayah

MENGAPA perpecahan keluarga Lee Kuan Yew terjadi sekarang? Bukan tahun lalu? Bukan tahun depan? Saya…

Rabu, 21 Juni 2017 22:52
RENUNGAN RAMADAN

Mendidik Anak

ANAK dalam keluarga adalah buah hati belahan jiwa. Untuk anak orangtua bekerja memeras keringat membanting…

Selasa, 20 Juni 2017 15:08

Efek Medsos

MUNCULNYA kasus persekusi di medsos ini sebenarnya sudah cukup lama. Bermula sejak persidangan kasus…

Minggu, 18 Juni 2017 12:54
RENUNGAN RAMADAN

Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

KITA telah melewati sebagian besar dari hari-hari Ramadan. Sekarang kita telah memasuki sepuluh hari…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:37

Bung Karno dan Prinsip Ketuhanan

MEMASUKI pertengahan Juni, bulan ini sering disebut sebagai Bulan Bung Karno. Bulan di mana Bung Karno…

Jumat, 16 Juni 2017 16:18

Plagiarisme: Noktah Hitam dalam Dunia Literasi

KASAK-kusuk mengenai plagiarisme yang dilakukan oleh Afi, seleb sosial media yang terkenal lewat tulisan-tulisannya…

Kamis, 15 Juni 2017 16:17
RENUNGAN RAMADAN

Mangkuk, Madu dan Sehelai Rambut

DALAM riwayat sirah nabawiyah disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah Saw mengajak Abubakar, Umar dan…

Kamis, 15 Juni 2017 13:42
RENUNGAN RAMADAN

MENGENAL SETAN

SETAN atau syaitan berasal dari kata “syathatha” atau “syathana” yang berarti…

Selasa, 13 Juni 2017 11:38
Lebih Fokus Dengan Raja Media Dahlan Iskan

Wartawan Kalah Jasa Dengan Jenderal ?

SEHARI bersama Dahlan Iskan, melahirkan cukup banyak cerita yang layak dijadikan tulisan.  Sehari…

Senin, 12 Juni 2017 17:07

MEMPERKOKOH UKHUWAH ISLAMIYAH, WAHTANIYAH, DAN BASYARIYAH DI BULAN PENUH BERKAH

Civitas Akademika FKIP Universitas Palangka Raya (UPR)  Rabu (7/6) yang lalu telah melaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .