MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 05 Mei 2017 18:50
Peduli Kelestarian Lingkungan Hidup dan Budaya Dayak
Ketagihan Buat Film Dokumenter Bertema Etnik dan Alam
Desi Natalia saat survei lokasi tempat pembuatan film dokumenter, bertemakan alam dan budaya Suku Dayak, beberapa waktu lalu. (FOTO: Dok. Desi Natalia)

PROKAL.CO, Kecintaanya terhadap budaya sendiri membuatnya tertarik untuk mengenalkan Budaya Dayak dan etniknya ke dunia luar melalui film dokumenter.

SRI MARIATI, Palangka Raya

KETERTARIKAN akan adat istiadat dan budaya Dayak membuat gadis cantik ini ingin mengenal jauh melalui film documenter, yang mana tujuannya adalah untuk mengenalkan ke dunia luar betapa kaya dan memiliki nilai seni tinggi budaya yang dimiliki Kalteng.

Bagi Desi Natalia, dirinya pernah bekerja sama dengan negara luar untuk membuat film dokumenter pertama kalinya pada Tahun 2015 lalu, dimana film perdana tersebut mengangkat tentang promosi pariwisata Palangka Raya, dan dilanjutkan dengan film dokumenter tentang Dance Around The Globe.

“Awalnya dari situ dan ketagihan sampai sekarang, karena dirasakan asyik dan menyenangkan dapat pengalaman baru tentang pembuatan film,” ujarnya kepada Kalteng Pos, Kamis (4/4).

Dikatakan Alumni Program Vokasi D3 Universitas Indonesia (UI) Jakarta ini, dalam pembuatan film documenter, fokusnya sekarang adalah mengangkat tema pelestarian lingkungan hidup dan budaya Dayak, dimana tak banyak yang tahu dan mengenalnya melalui film.

“Tentang pelestarian kebudayaan Dayak sekarang mulai ada perhatian juga dari banyak pihak, terutama anak muda sehingga ini patut kita kembangkan untuk Kalteng,” terang gadis kelahiran 18 Desember 1992 ini.

Anak kedua dari pasangan Darity Hildan dan ibu Srin Handayani ini, pula dalam waktu dekat akan mengikuti Festival Film Indie Lampung pada Tanggal 29 Mei mendatang dengan melombakan garapan film pendek berjudul Topeng.

“Kemungkinan aku berangkat ke Lampung untuk datang ke malam penganugerahaannya, dan optimistis bisa memuaskan dan masuk moninator. Karena, mendapatkan nominasinya saja, sudah cukup senang dan bangga,” tukasnya yang sekarang bekerja di kelembagaan NGO lingkungan Boerneo Natur Fundation (BNF) di bagian komunikasi.

Dirinya berharap, dengan film dokumenter yang mengangkat budaya etnik dan lingkungan alam Kalteng mampu membuat Kalteng menjadikan tujuan wisata luar. Sehingga potensi wisata di Kalteng ini pula dapat digali dan dipromosikan secara potensial.

“Salah satu contoh Palangka Raya potensi wisata di Palangka Raya ini ekowisata dengan menawarkan keindahan hutan dan orangutan. Dan, ini bisa dibilang sebagai contoh yang harus dilakukan oleh Palangka Raya untuk menjaga kondisi hutan di sini. Dengan kaitan kecantikan alam Kalteng,”pungkas juara III putri Pariwisata Palangka Raya Tahun 2017 ini. (*/bud/nto)


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .